
"Berhenti! Cukup Haikal, berhenti." Teriak Rere saat Haikal terus saja memukuli Romeo secara membabi buta. Sedangkan Romeo, Rere sampai heran kenapa suaminya itu hanya diam saja, tak membalas ataupun menangkis. Hanya pasrah saja menerima setiap pukulan yang Haikal berikan.
Tak tahan melihat Romeo yang terus dipukul, Rere memaksa mendekat untuk melerai meski akibatnya, bisa saja dia kena pukulan Haikal.
"STOP." Rere berusaha menarik tangan Haikal yang sedang mencengkeram kerah baju Romeo. "Berhenti memukuli suamiku."
Rere memeluk Romeo, tak tega melihat suaminya itu terus dihajar.
"Minggir Re, biar aku menghajar bajingan ini," seru Haikal. Tangannya sudah berada diudara, siap mendarat ditubuh Romeo jika saja Rere tak melindunginya.
Rere menggeleng cepat. "Jangan pukuli suamiku, jangan pukul Romeo." Rere menangis melihat kondisi Romeo. Wajahnya lebam, keluar darah segar dari hidung dan mulutnya.
"Jangan lindungi bajingan ini Re, minggirlah." Dengan nafas yang memburu, Haikal berteriak kencang. Saat ini, dia benar benar ingin melampiaskan kemarahannya pada Romeo. Pada pria yang telah membuat rencana masa depannya yang telah dia susun indah menjadi berantakan.
Rere kekeh menggeleng. "Aku tak akan minggir. Aku akan melindungi Meo."
"Minggirlah Re, aku tak mau kamu terluka," lirih Romeo.
Haikal tersenyum getir sembari menurunkan tangannya. Dia tak menyangka jika Rere sudah benar benar jatuh cinta pada Romeo. Sampai dia rela menjadi tameng untuk Romeo.
"Aku gak akan pergi Meo. Aku tak akan membiarkan kamu dipukul." Rere makin mengeratkan pelukannya dibadan Romeo.
"Jangan lindungi dia Re," ujar Haikal.
__ADS_1
"Aku akan terus melindungi suamiku." Rere tak mau melepas pelukannya pada Romeo. Dia tak mau Romeo dihajar lagi. Dia seperti ikut merasakan sakit setiap kali Haikal memukul Romeo.
"Apa kau tahu siapa pria yang kau lindungi itu?" Haikal menunjuk kearah Romeo.
"Tolong jangan katakan itu Kal." Ujar Romeo sambil memejamkan matanya. Dia tak bisa membayangkan seperti apa kekecewaan Rere padanya nanti. Dia tak masalah dipukuli hingga babak belur, tapi dia tak sanggup jika Rere sampai membencinya.
"Kenapa, kau takut? Kau takut Rere tahu yang sebenarnya jika kau a_"
"Hentikan Kal," teriak Romeo.
Tapi Haikal sudah sangat marah. Dia tak akan berhenti mengungkap kebenaran ini meski Romeo memohon.
"Dia." Haikal menunjuk wajah Romeo. "Pria yang saat ini kau lindungi, adalah bajingan yang telah memperkosamu."
Deg
"Itu gak bener gak Meo?" Rere memegang kedua lengan Romeo sambil menatap kedua netranya. "Meo, bilang padaku itu gak bener." Rere menarik narik lengan Romeo, berharap pria dihadapannya itu tak hanya diam saja.
"Kenapa kau diam Meo, katakan yang sebenarnya pada Rere," bentak Haikal.
"Haikal bohongkan sayang? Bukan kamukan pelakunya? Bukan kamu bajingan yang telah memperkosaku?" Rere menangis sesenggukan sambil menatap Romeo yang terus menunduk.
Tenggorokan Romeo seperti tercekat. Dia hanya diam. Keluar cairan bening dari sudut matanya.
__ADS_1
"Tatap aku Meo, katakan jika bukan kamu pelakunya? Tak mungkin suamiku yang berhati malaikat ini melakukan perbuatan iblis. Jangan diam saja Meo. Katakan jika itu tidak benar."
"Ya, aku pelakunya. Aku yang telah menanam benih dirahimmu."
Tubuh Rere seketika lemas. Pegangan tangannya dilengan Romeo reflek terlepas. Dia mundur beberapa langkah saat Romeo hendak memegangnya.
"Tapi aku tak sengaja saat itu. Aku dijebak oleh Gina. Aku tak tahu jika_"
"Aww.." Rere meringis kesakitan sambil memegangi perutnya yang tiba tiba terasa kram.
"Sayang, kamu gak papa kan?" Romeo yang panik berniat memegangi Rere, tapi lebih dulu Rere mundur untuk menghindar.
"Jangan sentuh aku," teriak Rere. Dia terus menggeleng dengan air mata yang terus mengucur deras. "Jangan sentuh aku. Aku benci kamu Romeo, aku benci." Meski perutnya terasa sakit, Rere berusaha berjalan meninggalkan tempat itu.
"Re, kamu mau kemana?" Romeo mengikuti Rere, begitupun Haikal.
"Kau mau kemana, biar aku antar?" Haikal menahan lengan Rere.
"Lepas!" Rere menghempaskan tangan Haikal lalu melanjutkan langkahnya menuju jalan raya. Menyetop taksi yang kebetulan lewat.
"Re, dengarkan penjelasanku dulu." Romeo berusaha menahan tangan Rere yang hendak membuka pintu taksi.
"Lepas!" Teriak Rere histeris sambil menarik tangannya yang tersentuh Romeo. Dia menatap Romeo nyalang dengan nafas memburu. "Jangan pernah menyentuhku lagi. Aku tak menyangka jika selama ini, pria yang aku anggap malaikat ternyata seorang iblis. Enyah dari hadapanku selamanya."
__ADS_1
Rere membuka pintu taksi lalu masuk dan menutupnya kembali.
Gegas Romeo berlari menuju mobilnya. Dia harus mengikuti Rere karena takut terjadi sesuatu padanya ataupun kandungannya. Sama dengan Romeo, Haikal juga ikut mengerjar taksi yang dinaiki Rere.