
Sejak pagi, suasana rumah di Rere sudah riuh, apalagi kalau bukan karena hari ini akikah baby Ryuga. Rumah didekorasi sangat indah. Selain acara akikah, mereka juga akan melakukan foto shoot pertama kali bersama Ryuga. Tak ada foto preeweding, foto pernikahan juga alakadarnya, makanya dihari spesial ini, Rere dan Romeo serta keluarga besar mereka sekalian melakukan sesi foto.
Terdengar suara tangis baby Ryu yang berada dalam gendongan Romeo.
"Memang Rere belum selesai make up?" tanya papa Tomas.
"Belum kayaknya Pah." Sahut Romeo sambil berusaha menenangkan Ryu.
"Kasih ke mama nya aja sana."
Romeo mengangguk lalu menuju kamar dimana Rere sedang make up. Didalam ada Febbi dan Anisa yang sedang cosplay jadi MUA untuk Rere. Meski bukan profesional, tapi Febbi pernah mengambil kursus make up, jadi hasilnya sangat bagus, tak kalah dengan profesional.
"Ulu ulu anak mama, kenapa sayang?" Rere mengulurkan kedua tangannya. Dia belum bisa banyak bergerak karena Anisa sedang memakaikan hijab padanya.
"Sini ikut onty sayang." Febbi mengulurkan tangan hendak mengambil Ryu dari gendongan Romeo.
"Dia kayaknya lapar Feb. Biar dinenenin dulu aja," ujar Romeo.
"Oh...gitu ya." Febbi tampak kecewa karena tak bisa menggendong bayi tampan itu.
"Kamu nenenin dulu aja Re, dilanjut nanti pasang hijabnya," Anisa menghentikan kegiatanya. Tak tega melihat Ryu yang menangis.
Romeo menyerahkan Ryu pada Rere untuk disu sui. Sepertinya memang benar benar lapar, bayi mungil itu terlihat sangat rakus menyedot asi.
"Masyaallah, pelan sayang, jangan keburu buru minumnya." Ujar Anisa yang gemas saat melihat Ryu yang tampak sangat bersemangat menyu su.
"Dia pasti takut nen nya direbut papanya, makanya keburu buru." Ledek Febbi sambil melirik Romeo.
"Ngapain berebut, orang ada dua." Romeo malah menanggapinya dengan santai.
"Pantesan tangan Ryu megangin yang sebelah mulu daritadi. Takut diajak lomba sama bapaknya." Guyonan Febbi langsung disambut tawa oleh yang lain. Tak mau dirinya makin dibuat bahan becandaan, Romeo memilih pergi dari sana, kedepan untuk membantu papa Tomas yang sedang sibuk.
Acara hari ini digelar cukup mewah. Tak hanya makananannya yang enak enaknya, tapi hampersnya juga lumayan mewah. Mereka juga mengundang kyai yang cukup terkenal untuk memberikan tausiah.
Rere anak satu satunya, karena hari itu pernikahannya digelar sangat sederhana, jadi papa Tomas mengganti pestanya menjadi hari ini. Dia mengundang semua saudara, teman serta saudara. Karena banyaknya undangan, didepan rumah sampai dipasang tenda, sudah mirip seperti acara kawinan.
Acara berjalan dengan lancar. Baby Ryu lebih banyak tidur saat acara sehingga tidak rewel.
"Sini abang yang gendong kalau kamu capek?" Romeo mengambil alih Ryu dari gendongan Rere pada saat acara tausiah.
__ADS_1
"Kenapa senyum senyum?" Rere bingung sendiri saat Romeo menatapnya sambil senyum senyum. "Make up ku belepotan ya? Atau hijabnya miring? Atau apa?" Rere berbisik ditelinga Romeo. Selain baby Ryu, dia salah satu yang menjadi pusat perhatian saat ini, jadi dia takut ada yang salah dengan penampilannya.
"Kamu cantik," bisik Romeo.
"Ish, nyebelin." Rere seketika memelototi suaminya itu.
"Tapi kayaknya lipstik kamu terlalu merah deh, bikin..."
"Bikin apa?" Rere seketika panik. Takut jika lipstik yang terlalu merah itu membuatnya tampak seperti habis memakan ayam hidup.
"Bikin aku pengen nyium." Jawab Romeo sambil menahan tawa.
"Tuh kan nyebelin lagi. Udah ah, dengerin tausiah dari pak ustad, jangan ngeliatin aku mulu." Rere kembali fokus melihat kearah pak ustad.
Setelah semua rentetan acara selesai, mereka membagikan hampers sebelum tamu pulang. Setelahnya, tinggal keluarga Rere dan Romeo saja. Dan beberapa orang yang sedang beres beres.
Sementara baby Ryu sedang pulas diayunan bayi, Romeo menyuapi Rere. Dia tahu istrinya itu sering lapar sekarang.
"Cie...dunia milik berdua yang lain ngontrak." Ledek Haikal yang menghampiri mereka sambil membawa sepiring nasi.
Romeo geleng geleng melihat isi piring Haikal yang penuh dengan bermacam lauk sementara nasinya tak kelihatan.
"Tekor darimananya? orang kateringnya gratis, dari emak aku."
"Emak aku juga kali," Romeo tak mau kalah.
Haikal tak lagi mempedulikan mereka berdua, dia terlalu asik menikmati hidangan yang sangat lezat dipiringnya.
Melihat Haikal yang lahap memakan sate, membuat Rere jadi teringin. Padahal tadi saat ditawari Romeo, dia tak mau.
"Bang, aku pengen sate deh."
Huk huk huk
Haikal langsung tersedak potongan daging kambing mendengar Rere memanggil Romeo abang. Cepat cepat dia meminum air mineral yang tadi dia bawa.
"Bang." Ujar Haikal sambil menahan tawa. "Abang tukang bakso maksudnya, atau abang penjual cilok?" ledeknya. Kali ini, tawanya tak lagi bisa ditahan, pecah begitu saja.
"Sok sok an ngeledek. Padahal aslinya ngiri karena gak ada yang manggil situ abang, iya kan?" Romeo balik meledek.
__ADS_1
Haikal masih terus tertawa, mengabaikan ucapan Romeo barusan.
"Bang, ambilin sate," rengek Rere.
"Iya sayangku." Romeo langsung beranjak untuk mengambil sate.
"Huwek, pengen muntah," cibir Haikal.
Rere terkekeh geli melihat kakak beradik yang mirip tom n jerry itu. Menyenangkan sekali melihat mereka seperti ini. Kalau ingat hari itu, dimana Haikal menghajar Romeo habis habisan, bikin hati terenyuh.
Romeo kembali dengan beberapa tusuk sate kambing diatas piring. Rere yang memang kepengen segera mengambil satu tusuk dan memakannya.
"Besok kalian ikut aku ya?" ajak Haikal.
"Kemana?" tanya Romeo.
"Ngelamar janda."
Huk huk huk
Jika tadi Haikal, sekarang giliran Rere dan Romeo yang tersedak. Gimana gak kaget, tak tahu kapan kenal dan pacarannya, ujug ujug minta dianterin ngelamar.
Setelah minum dan merasa lega, mereka kembali menatap Haikal.
"Kamu lagi ngigau atau apa sih Kal?" tanya Meo.
"Aku serius, 2 rius atau 3 rius malahan. Aku mau ngelamar Rania, janda 1 anak yang baru aku kenal."
Romeo berdecak pelan lalu meletakkan punggung tanganya dikening Haikal, takut kakaknya itu sedang demam. "Jangan terburu buru, baru kenal usah main lamar. Cari tahu dulu seperti apa dia. Apalagi janda, cari tahu kenapa dia sampai cerai. Nikah jangan dibuat main main Kal."
"Emang dulu kamu nikah sama Rere udah kenal lama gitu? Perasaan malah belum ada sebulan."
"Beda cerita Kal," sahut Romeo.
"Dia janda baik baik kok. Suaminya seorang gus, meninggal saat dia hamil 3 bulan." Romeo dan Rere terkejut mendengar itu. "Dan mantannya kamu bisa nebak gak siapa?"
"Siapa?" tanya Romeo.
"Bos kamu, Saga dirgantara."
__ADS_1
"What!" Pekik Romeo saking kagetnya. Dia tak mengira jika janda kenalan Haikal gak kaleng kaleng. Spek janda kualitan nomor one.