Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Hari pertama masuk sekolah


__ADS_3

Hari ini seorang gadis remaja sedang terburu buru dalam menyiapkan semua peralatan mosnya karena hari ini adalah hari pertama ia masuk sekolah.


Ia sangat berharap di hari pertamanya ini tidak ada yang membuatnya kesal. Tapi sayangnya ia telat bangun jadi ia harus terburu buru dalam menyiapkan semua peralatannya.


"Aduh, kok gue bisa telat bangun gini sih. Percuma ada alarm tapi nggak guna" celoteh Syifa sambil mengemasi peralatannya.


Sedangkan di ruang tengah ayah dan bundanya serta kakaknya syifa sedang menunggu ia untuk turun.


Tiba tiba seseorang masuk ke dalam rumah keluarga Ferdinand


"Pagi Yah, pagi Bunda yang cantik, pagi bro" sapa seseorang tersebut.


"Eh, pagi juga Ren. Sini gabung sama kita sarapan dulu" ajak Gina bundanya Syifa.


"Jadi cuma bunda nih yang punya embel embel di ujung namanya" canda Bagas ayahnya Syifa dengan wajah yang datar dan menatap Rendy dengan tatapan seperti memakan orang.


"Wadauu, nih ayahnya cici lagi ngajak gue becanda atau apa sih" batin Rendy.


Yah, yang baru datang tersebut adalah Rendy sahabatnya Syifa.


Syifa dan Rendy sudah berteman sejak mereka masih bayi. Kedua orang tua mereka juga sudah bersahabat semenjak mereka masih kuliah. Jarak rumah antara Rendy dan Syifa tidak terlalu jauh, karena rumah mereka masih berada di komplek yang sama.


Syifa pun turun dari kamarnya.


"Pagi semuanya" sapa Syifa.


"Yaudah deh ci, buruan ni gue udah telat ke kampus nih" kesal Rey kakaknya Syifa.


"Iya iyaaa" jawab Syifa.


Merekapun melanjutkan acara sarapan pagi mereka dengan hening. Setelah selesai dengan acara sarapan mereka, Rendy dan Syifa berpamitan kepada kedua orangtua Syifa


"Yah, Bun Syifa sama Rendy berangkat sekolah dulu yaa" pamit Syifa sambil menyalim tangan kedua orangtuanya.


"Ayah sama Bunda yang cantiknya melebihi tujuh bidadari surga, Rendy sama Cici berangkat sekolah dulu yaa" pamit Rendy mengikuti Syifa untuk menyalim kedua orangtua Syifa.

__ADS_1


"Ehem, perasaan dari tadi ayah denger bunda mulu deh yang punya embel embel di ujung panggilannya" canda Bagas kembali dengan datar.


"Eh iya, yaudah Ayah yang juteknya melebihi juteknya buaya darat Rendy sama Cici berangkat dulu yaa" ulang Rendy memperbaiki panggilannya kepada Bagas. Karena takut dengan tatapannya akhirnya Rendy kabur dan menarik tangan Syifa menuju tempat ia memarkirkan motornya.


Rendypun langsung memasangkan helm kepada Syifa dan menyuruh Syifa untuk naik.


"Udah?" tanya Rendy


"iya"


"Pegagangan yaa"


"Oke, bawa motornya seperti biasa yaa"


"Asyyiiap tuan putri"


Syifapun langsung memeluk pinggang Rendy dengan kuat, Sedangkan Rendy sudah melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata rata dan dengan ugal ugalan. Adapun maksud Syifa menyuruh Rendy membawa motor seperti biasa adalah seperti yang di lakukan oleh Rendy saat ini.


Karena Rendy membawa motornya dengan kecepatan seperti kencangnya Super Dede akhirnya mereka sampai di sekolah dengan tepat waktu.


"Huh akhirnya nyampe juga yaa, karena aku tadi bawa motornya kenceng jadi nggak terasa deh beratnya kamu" ucap Rendy sambil turun dari motornya dan membantu Syifa untuk turun dari motor. Sedangkan Syifa yang mendengar ejekan dari sahabatnya tersebut langsung memajukan mulutnya. Rendy yang mendapati Syifa yang cemberut hanya tersenyum gemes.


"Nah udah rapi rambutnya" ucap Rendy sambil mengusap kepala Syifa.


"Udah cantik belom akunya?"


"Aduh Ci nanya tuh yang guna dikit dong, kamu kan jelek. Gimana gimanapun kamu itu nggak bakal cantik" ucap Rendy sambil menarik tangan Syifa menuju barisan.


"Ihh nyebelin banget sih"


"Udah deh nggak usah sok cantik, ayo buruan"


Syifa hanya mengikuti Rendy dengan wajah yang masih cemberut, Rendy yang melihat sahabat kecilnya yang kesal hanya cekikikan dengan sifat sahabatnya tersebut. Mereka langsung memasuki barisan dengan ikut berkumpul kepada siswa yang menurutnya juga siswa baru, karena mereka juga memakai peralatan yang sama seperti Rendy dan Syifa.


Setelah mendengar arahan dari kepala sekolah selanjutnya arahan akan di bawakan oleh ketua osis di SMA ANGKASA ini. Ketos tersebut menyampaikan arahan dengan tatapan dan juga wajah yang angkuh. Setelah selesai barisanpun di bubarkan. Para siswa dan siswi kelas XI dan XII langsung memasuki kelasnya masing masing. Sedangkan untuk kelas X mereka mengikuti para anggota osis di aula sekolah untuk memberikan arahan dan juga untuk melakukan masa orientasi sekolah tersebut. Setelah selesai dengan acara tersebut akhirnya siswa dan siswi di istirahatkan. Syifa dan Rendypun langsung menuju kantin untuk mengisi perut mereka.

__ADS_1


Tanpa sengaja Syifa menabrak seseorang karena Syifa sedang asyik mengejar sahabatnya Rendy yang sedang mengejeknya. Syifapun menghentikan langkahnya tersebut dan menundukkan kepalanya karena ia merasa takut setelah ia mengetahui orang yang di tabraknya adalah ketua osis yang yang juga merupakan kapten basket di sekolah tersebut.


Sedangkan yang di tabrak langsung memasang wajah datar dan tatapan yang menakutkan.


"Aduh, gu.. guee mi minta maaf ya kak" ucap Syifa dengan gugup.


"Bisa jalan nggak sih lo, jalan itu pakai mata dong" jawab ketos tersebut dengan nada yang membentak.


"Yaelahk kak kak, dimana mana jalan ntu pake kaki kalo mata buat liat jalan" ucap Syifa dengan sinis. Kini ia sudah merasa tidak takut lagi karena orang yang di takutinya sudah membentaknya.


Syifa akan merasa takut dan segan dengan orang yang menurutnya orang tersebut memiliki sifat yang berwibawa. Beda halnya dengan peristiwa yang ia alami saat sekarang ini, Syifa sudah meminta maaf akan tetapi malah di bentak kambali hal itu membuat Syifa tidak terima di perlakukan seperti itu sehingga ia juga ikut melawan orang tersebut walaupun ia juga merupakan seorang Ketua OSIS di sekolahnya.


Saat ketos tersebu ingin menjawab kata kata Syifa tiba tiba seseorang datang memanggil ketos tersebut dan menghampiri mereka


"Yon, lo ngapain sama anak kelas X ini?" tanya temannya kepada ketos tersebut. Nama ketos tersebut adalah Dion teman temannya biasa memanggilnya dengan Iyon. Saat Dion akan menjawab pertanyaan temannya tersebut tiba tiba seseorang datang menghampiri mereka dan menarik tangan Syifa.


..........


Rendy yang tengah berlari menuju kantin dan juga untuk menghindari serangan maut dari sahabatnya tersebut baru menyadari karena sudah tidak ada lagi yang mengejarnya. Iapun berbalik dan melihat Syifa yang sedang berdebat dengan seseorang yang ia ketahui orang yang bersama Syifa tersebut adalah seorang ketua osis yang menurutnya memiliki sifat yang angkuh dan sombong.


"Syifa ngapain tuh sama si tuyul sok ganteng. Ada masalah apa mereka sebenarnya nih?" tanyanya pada dirinya sendiri denga heran.


Ia hendak menghampiri mereka tapi seseorang juga menghampiri Syifa dan juga ketos tersebut.


"Lah siapa lagi ntu orang?" karena merasa ada yang aneh akhirnya Rendy pergi menghampiri Syifa dan dua tuyul tersebut. Rendy langsung menarik pergelangan tanga Syifa.


"Kamu lama banget sih, aku udah nunggu kamu loh"


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hai semuanya mohon komen, like dan juga votenya yaa supaya aku tetap semangat untuk membuat cerita.


__ADS_2