Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Duadelapan


__ADS_3

“Dalam rangka apa nih lo traktir kita?" Tanya Gina penasaran.


“Karena kalian udah kasih saran dan masukan yang bagus. Gua sebagai makhluk Tuhan yang paling baik harus kasih kalian hadiah. Bener kan? Hahaha ..."


“Ye ..." Keduanya langsung menempeleng kepala Thomas.


“Pertama muji, akhirnya ngehina. Dasar!. Tapi, gak papa lah. Kita bisa makan bakso gratis, yang." Dia melihat Tobi dan Gina yang lagi berbisik tentang bakso yang ada dikantin.


“Gin, padahal waktu itu dia minta nomor Grace sama gua." Thomas mengadu kepada GIna untuk memanas - manasi Tobi. tapi, bukannya marah, Gina cuma mengangkat bahunya acuh.


“Dia mah emang gitu. gak heran gua." Thomas mendapat delikan tajam Tobi. dia tersenyum mengejek.


“Pacar gua tau kalau itu cuma bejanda. jadi, dia gak bakal cemburu."


Gina menempeleng kepala Tobi. "Bercanda dodol! heran gua, punya pacar geh otaknya setengah."


Gak waras! kata itulah yang diberikan Thomas untuk kedua temannya ini. Gina, meskipun tahu Tobi suka sekali menggoda perempuan lain. dia tidak pernah cemburu. tapi, Tobi , jika Gina didekati laki - laki lain. dia kan mengamuk seperti banteng gila.

__ADS_1


Kedua orang bodoh itu akan terlihat semakin bodoh dengan kelakuan mereka sekarang. Thomas hanya bisa mendesah pasrah memiliki sahabat aneh seperti mereka ini.


Masa bodoh dengan kedua pasangan ini. Yang gua harus pikirin sekarang gimana bikin Grace terima gua.


^


^


^


1 message received


Thomas


Grace


Iya thomas.

__ADS_1


Tiba - tiba ketika kelas baru saja dimulai. Grace mendapatkan pesan dari Thomas. Sudah lama rasanya tidak berkirim pesan dengannya. Bahkan, hanya dengan pesannya saja Grace sudah merasa deg - degan dan bahagia.


Setelah mengirim pesan balasan. Kelas akhirnya dimulai. Mr. Nate guru bahasa inggris yang disukai para murid - murid perempuan di sekolah ini mulai memasuki kelasnya.


Setelah dua jam waktu untuk kelas Mr. Nate selesai. Grace berniat untuk pergi kekantin dengan Salsa.


“Eh. Grace. Kamu liat gak tadi? Mr. Nate keliatan handsome and manly banget! Dia itu super hot. Apalagi pas dia ngomong bahasa inggris yang cas cis cus gitu. Aduhai lah pokoknya!." Dengan penuh semangat Salsa memuji salah satu guru mereka yang masih muda. Ini memang kebiasaan Salsa, sejak dia masuk di sekolah ini dan bertemu dengan Mr. Bate guru bahasa Inggris mereka. Salsa sudah jatuh hati.


Grace adalah tempat bagi Salsa untuk bercerit. Begitu juga sebaliknya. Jadi, Grace sudah terbiasa dengan hal ini. Dia hanya mengangguk dan menjawab iya tiap kali Salsa memuji gurunya. Dari pada ia diam, yang ada nanti Salsa akan marah karena tak diladeni.


“Eh! Lihat tuh! Itu bukannya Thomas sama Cindy?" Tanya Salsa sambil menunjuk ke arah kantin. Grace yang melihat hanya bisa menahan sakit hatinya lagi. Untuk yang ke sekian kalinya dia melihat Thomas berdekatan dengan Cindy.


Bahkan saat ini didepan anak murid yang lain. "Eh! Grace! Tunggu!" Tanpa mau menghiraukan Salsa, Grace memilih berlari menuju perpustakaan. Tempat dimana dia bisa sendirian dan menangis tanpa banyak orang yang tahu.


“Kamu kenapa?" Tanya seseorang yang duduk disebelahnya. Grace masih belum tahu itu siapa karena dia masih menutup wajahnya di dalam lipatan tkedua tangannya.


Kali ini orang disebelahnya mencob menyentuh tangan Grace. "Grace! Kamu kenapa?." Tanyanya lagi. Dengan terpaksa Grace menaikkan wajahnya. Hal yang pertama dilihatnya adalah Thomas.

__ADS_1


Thomas yang sekarang duduk   disebelahnya. Kenapa dia disini? Dari mana dia tahu aku disini?


^^^


__ADS_2