
Thomas cemburu? Sama aku? Kenapa? Grace benar – benar terkejut mendengar kalimat itu dari mulut Thomas. Saat ini, Thomas juga sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
“Kamu gak mau tanya kenapa aku cemburu?" Tanyanya. Gimana dirinya mau tanya disaat dirinya sendiri saja bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
“Eh...Hah?"
"Jangan hah hah aja, Grace. Kamu tanya dong kenapa aku cemburu?" Paksanya lagi. Kalau dia sudah begini Grace makin tak bisa mengelak.
Grace membersihkan tenggorokannya yang tiba – tiba tersendat. "Kenapa kamu cemburu?" Ketika akhirnya Grace menanyakan hal itu, Thomas terlihat sangat senang.
“Karena aku gak suka kamu dekat sama laki - laki lain Termasuk Jason." Ucapnya dengan tegas. Memang dia dekat dengan siapa lagi? Setahu Grace, dia tidak dekat dengan siapa pun selain Jason.
“Aku gak lagi deket sama siapapun Thomas. Jason itu teman aku. Lagi pula alasan kamu gak masuk akal." Grace mencoba menjelaskan kepada Thomas jika Jason itu baik dan selalu membantunya.
"Alasanku masuk akal kok." Ucap dia tidak mau kalah.
“Apanya yang masuk akal? Thomas, Jason itu temanku dari SMP. Aku udah lama berteman sama dia. Dan aku nyaman berteman sama dia." Setelah Grace mengatakan kata – kata itu, wajah Thomas berubah drastis.
“Aku gak suka!.".
“Iya tapi kenapa? Kamu gak suka karena kamu cemburu? Kamu gak mau aku dekat sama siapapun? Terus aku harus dekat sama siapa Thomas?"
“Aku mau kamu dekat sama aku aja, Grace!." Grace melihat Thomas dengan tatapan bingung.
“Bukannya aku udah dekat dengan kamu sekarang? Dekat yang bagaimana lagi maksud kamu, Thomas?"
“Aku mau kamu dekat sama aku dan gak sama orang lain. Aku mau kamu selalu sama aku. Berangkat sama aku. Ke kantin sama aku. Pulang juga sama aku. Mau jalan kemanapun juga sama aku." Ucapnya panjang lebar.
__ADS_1
“Hah? Terus kamu mau buat aku gak punya teman. Karena aku harus sama kamu terus? Aku gak ngerti sama omongan kamu ini,Thomas!."
“Karena aku suka sama kamu. Aku mau kamu jadi pacar aku. Aku gak mau kamu jauh dari aku lagi." Kali ini, Thomas berhasil membuat Grace terdiam didepannya. tatapan terkejut dari Grace membuat Thomas senang. Akhirnya, dia berhasil juga mengutarakan isi hatinya.
Huh! Lega!
Thomas yang gemas akan keterpakuan Grace. Membuatnya mencubit pipi Grace. "Arghh! Sakit!. Kok kamu nyubit aku?" Grace mengelus – elus bekas cubitan Thomas.
“Abis kamu ngegemesin." Grace berdecak kesal. "Gak lucu!."
“Jadi gimana? Mau jadi pacar aku? Dan, aku aku gak terima penolakan."
Grace menatap Thomas sebal. Laki – laki itu menyuruhnya menjawab. Tapi hanya memberikan satu pilihan. "Kamu curang. Masa aku gak di kasih pilihan?."
Terus? Kamu mau nolak aku?."
Laki – laki itu tersenyum kemudian menarik Grace kedalam pelukannya. "Bagus! Karena aku gak bakal biarin kamu kalau kamu sampai nolak aku."
^^^
Setelah pengakuan Thomas kemarin. Walaupun dengan sedikit paksaan. Tapi, tetap Grace menyukainya. Hari yang menjadi hari paling berharga buatnya.
Hari ini adalah hari pertama mereka merubah statusnya. Grace tidak mengira jika hari yang ditunggu - tunggu, yang dalam hidupnya pun tidak pernah mengira hal ini akan terjadi. Akhirnya terjadi juga. Grace pikir dia akan selamanya memiliki cinta sepihak dengan Thomas. Tapi, ternyata, Thomas juga memiliki rasa yang sama.
"Yah! Bun!." Renata tersenyum sambil memberikan segelas susu untuk Grace.
“Hai sayang!. Mau sarapan?" Ketika belum sempat Grace menjawab. Dia merasakan handphone-nya bergetar.
__ADS_1
1 message received
Thomas
Aku tunggu kamu sarapan dirumah. Aku mau sarapan sama kamu lagi mulai sekarang. ☺
Grace senang bukan main mendapat pesan dari Thomas pagi ini. Aku langsung mengiyakan ajakannya.
1 message sended
Grace
Okay. Aku pamit dulu sama ayah bunda. Tunggu ya.
Grace menatap kedua orang tuanya dengan senyuman kikuknya. "Yah, Bun. Aku boleh sarapan dirumah Thomas?"
Renata menatap anaknya dengan senyuman menggoda. "Kamu udah baikan sama dia?"
"aku gak berantem bun."
Renata masih saja memberikan alasan – alasan yang menyudutkan Grace hingga membuat wajah Grace memerah. "Waktu itu kan marahan. Udah lama gak kesana - kesana. Sekarang kamu mau kesana. Kan tumben. Ya kan, yah?" Grace melihat ayahnya yang ikut mengangguk dan mengiyakan pertanyaan istrinya.
“Aku gak berantem sama dia bun. Yaudah ah... aku mau kesana dulu." Grace lebih memilih untuk mengakhiri obralan yang terus menyudutkannya ini. wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Dia segera mencium kedua pipi orang tuanya yang masih tersenyum meledeknya. "Dah Yah, Bun."
“Hati - hati sayang." Teriak Renata dan Darius yang hanya dibalas dengan lambaian tangan oleh Grace.
^^^
__ADS_1