Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Ancaman


__ADS_3

"Hai, gue boleh duduk bareng lo nggak?" tanya seseorang kepada Syifa. Sedangkan Syifa yang sedang menghadap ke arah lapangan basket terkejut dengan kedatangan seseorang yang membuyarkan lamunannya.


"Eh, hai. Duduk aja nggak papa kok" ucap Syifa sambil mempersilahkan orang yang baru menyapanya tersebut.


"Lo Syifa kan?" tanyanya kepada Syifa dan langsung duduk di kursi tepat di sebelahnya Syifa, sedangkan Syifa hanya terheran karena orang yang baru ia kenal mengetahui namanya.


"Eh, lo kenal gue?" tanya Syifa to the poin.


"Ya iyalah kenal. Siapa juga sih yang nggak kenal dengan kalian?"


"Kalian maksudnya siapa sih?"


"Lo sama Rendy dan juga tiga cowok yang temenan sama lo"


"Kok lo bisa kenal sama kami sih?"


"Ya iya kenal lah, dihari pertama sekolah aja lo sama Rendy udah bikin ribut. Di tambah lagi lo itu cantik plus lo di kelilingi sama cowok cowok ganteng and cool" ucap orang tersebut dengan mata yang sudah berbinar binar.


"Oh iya lupa, kita belum kenalan nih. Nama gue Ivana Sagita Ramadhanti lo bisa panggil gue Gita" ucapnya memperkenalkan dirinya.


"Lo udah kenalkan nama gue, jadi gue nggak perlu nih kenalin diri gue"


"Nggak usah udah kenal kok"


Setelah beberapa menit kini kelas X IPA2 sudah ramai, bangku di belakangnya Syifa dan Gita yang tadinya kosong kini sudah terisi oleh dua orang siswi yang sudah terlihat akrab.


"Hai, lo Syifa ya?" tanya siswi tersebut yang duduknya tepat di belakang Syifa.


"Iiiya" jawab Syifa gagu.


"Santai aja kali, kenalin nama gue Fauazizah Syafar. Gue biasa di panggil Zizah" ucapnya yang duduk di belakang Syifa.


"Gue Anggun Cahaya Pratiwi, panggil aja Anggun" ucapnya lembut


Kini giliran Syifa dan Gita memperkenalkan diri mereka kepada Zizah dan anggun.

__ADS_1


"Pas banget nama lo sama gaya ngomong lo. Anggun" puji Syifa.


"Ahh lo bisa aja, nggak kok" ucap Anggun tetap dengan nada lembutnya, karena ia memang memiliki suara yang lembut.


Tidak lama setelah mereka saling berkenalan bel pertanda masuk pun berbunyi pelajaran pertama dan kedua berlangsung selama tiga jam. Dan tanpa terasa waktu istirahatpun tiba.


"Ok pelajaran hari ini kita sudahi dulu dan akan kita lanjutkan kembali minggu depan. Silahkan bersiap siap karena sebentar lagi bel istirahat akan berbunyi" ucap guru yang mengajar tersebut.


"Kita ke kantin yuk" ajak Anggun.


"Yuk" jawab mereka bertiga menyetujui ajakan Anggun.


Saat mereka sudah sampai di kantin tanpa sengaja pandangan Syifa tertuju pada gerombolan cowok dan cewek yang sedang tertawa. Dan yang membuat Syifa menajamkan matanya yaitu seorang siswi yang sedang bergelayut manja di lengan seorang cowok dan cowok tersebut sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, sehingga membuat Syifa murka.


"Kita ke sana yuk" tunjuk Gita ke arah meja yang kosong tepatnya di samping mejanya para gerombolan yang membuat Syifa kesal.


Saat mereka sudah duduk di tempat yang di tunjuk tadi tiba tiba seseorang memanggil Syifa.


"Ci, kok nggak bareng aku sih" ucap seseorang tersebut. Yah seseorang yang membuat Syifa murka tadi adalah Rendy Putra Atmaja sahabatnya yang dari kecil sampai sekarang.


"Gue mau mesen makanan nih, kalian mau apa biar gue sama Gita yang pesenin" ucap Syifa kepada teman teman barunya tanpa mendengarkan Rendy yang berbicara dengannya.


"Oke deh, nasi goreng aja gimana?" tanya Syifa kepada teman temannya


"Boleh juga, terserah kalian aja deh" ucap Anggun.


"Oke deh, yuk" setuju Syifa sambil menarik tangannya Gita menuju stand tempat memesan makanan.


Sedangkan Rendy merasa aneh dan bertanya kenapa Syifa bertingkah seperti tidak mengenalnya sama sekali. Hal itu membuat Rendy mengacak acak rambutnya frustasi.


"Syifa kenapa Ren?" tanya Riko.


"Nggak tau gue, tiba tiba Cici diamin gue Rik" ucap Rendy yang masih frustasi. Kini siswi yang sedang bergelayut manja di lengannya ia tepis karena masih merasa frustasi karena tidak di hiraukan oleh sahabatnya itu.


"Cici siapa sih Ren" tanya siswi yang tadi bermanja di lengannya Rendy yang bernama Nita.

__ADS_1


"Cici itu temannya Rendy yang sering bareng Rendy waktu kita masih mos" jelas Aldi


"Ohh, yang kecentilan itu?" ucap Nita tanpa memperdulikan tatapan Rendy.


"Sekali lagi lo ngata ngatain Cici di depan gue. Habis lo" ucap Rendy geram kepada Nita sambil menunjuknya.


"Minggir lo, mendingan lo pindah di meja lain. Dari pada lo kena amukannya Rendy yang lebih parah dari ini" ucap Bima


Dengan kesal akhirnya Nita meninggalkan meja yang di tempati oleh Rendy beserta teman temannya. Lebih baik ia meninggalkan tempat itu dari pada harus kena amukannya Rendy.


Belum lama Nita meninggalkan meja itu, Syifa dan Gita datang dengan membawa pesanan yang mereka pesan tadi. Karena melihat Syifa yang sudah datang Rendypun menghampiri Syifa dan duduk tepat di sebelahnya Syifa.


"Ci, kamu kenapa sih. Kok diamin aku?" tanya Rendy dengan raut wajah sedih.


"Apasih Put, siapa juga yang diamin kamu?" ucap Syifa dengan jutek dan ketus.


"Tuh kan jawabnya aja gitu" rengek Rendy sambil menggoyang goyangkan lengannya Syifa


"Ihh awas Put, aku lagi makan nih. Ntar aku keselek gimana dong, kamu mau tanggung jawab?" kini Syifa sudah mulai kesal dengan kelakuannya Rendy.


"Yaudah nggak ganggu lagi yaa" ucap Rendy dengan melebarkan senyumnya dengan tujuan untuk mengakhiri pertengkarannya sambil mengelus kepalanya Syifa.


"Ci, aku belum makan nih?" rengek Rendy dengan manja kepada Syifa.


Syifa yang mendengar Rendy belum makan langsung mengerutkan keningnya.


"Kamu dari tadi ngapain aja sih?" kesal Syifa kembali sambil menyendokkan nasi gorengnya dan menyuapkannya kepada Rendy.


"Aku tadi kan bujuk kamu Ci" jawab Rendy.


"Sebelum aku datang dodol" ucap Syifa dan sambil menyuap Rendy kembali.


"Nggak ada, aku dari tadi duduk duduk aja sama nih para tuyul" jawab Rendy sambil menunjuk ke arah Bima, Riko dan juga Aldi.


"Nggak Fa, Rendy itu dari tadi gangguin para cabe aja kerjanya dari tadi" sela Bima sambil mengompori antara Syifa dan Rendy.

__ADS_1


"Put, kamu kalo genit aku katain ke mami ya" ancam Syifa sambil mengepalkan tangannya dan menuju ke arah wajahnya Rendy.


"Yee Cici mah gitu, suka ngancem bawa bawa mami lagi" ucap Rendy sambil memonyongkan bibirnya. Karena apapun yang di sampaikan oleh Syifa kepada maminya, maminya Rendy akan mempercayai Syifa apapun itu termasuk berita hoax yang akan mengancam keselamatannya Rendy. Jika maminya Rendy yang mengamuk hancur leburlah hidup Rendy. Karena amukan sang mami tidak jauh beda dengan amukannya Syifa.


__ADS_2