Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Tigatujuh


__ADS_3

Dalam hidup Thomas ada dua wanita yang terpenting dan yang akan selalu dilindunginya. Pertama, mama nya. Dan kedua, Grace. Sudah menjadi kebiasaan sejak Thomas kecil untuk selalu ada disamping Grace dan menjaganya dari bahaya apapun.


Saat ini, justru karena dirinya lah Grace terluka. Dia kesal dengan tingkah abnormal Cindy. Dia bahkan berniat buat balas dendam dengan Cindy tadi. Kalau Grace tidak melarangnya. Cuma, Thomas juga sadar kalau disini dirinya juga bersalah. Kenapa pula dia harus berebut mangkuk bakso yang panas itu dengan Cindy. Karena ulah bodohnya itu, sekarang kulit Grace merah dan iritasi.


"Gimana, dok?" Tanya Thomas kepada dokter yang dimiliki sekolahnya ini.


"Kulitnya iritasi. Cuma untung belum terlalu parah. Memang ada yang lecet karena Grace menggaruknya tadi. Saya sudah kasih obat oles buat dia. Kamu ingetin dia untuk selalu pakai obat oles itu biar tidak berbekas nantinya." Saran dari dokter itu akan selalu diingat Thomas. Dia tahu bagaimana sifat pelupanya Grace yang sering kali muncul.


"Saya boleh masuk, dok?"


Ketika mendapat izin dari dokter itu. Thomas masuk dan melihat Grace yang sedang tiduran di kasur yang ada di ruangan ini. Baju Grace juga sudah diganti dengan seragam olahraga miliknya yang di ambil Thomas di dalam loker Grace.


"Gimana keadaan kamu?" Tidak mendapat jawaban. Thomas mencoba menyentuh tangan Grace. "Grace ..."


"Eh!" Grace melamun?


"Kamu kenapa?"

__ADS_1


"Aku gak papa." Thomas ingat kata Tobi, sahabat gesreknya itu. Kalau perempuan bilang 'gak papa' pasti ada apa - apanya.


"Gak usah bohong sama aku. Kamu kenapa? Jangan diem aja Grace. Bilang kalau ada yang sakit."


"Enggak papa Thom." Susah kalau maksa Grace disaat seperti ini. Thomas tidak mau jika Grace nanti malah marah dengannya.


"Yaudah. Kalau ada yang mau kamu omongin. Kasih tau aku. Kamu tau aku selalu ada buat kamu. Jadi jangan simpen sendiri pikiran kamu itu." Grace mengangguk.


"Mau pulang?"


Ketika dia dan Grace baru keluar dari UKS. Di depan pintu uks sudah ada Jason yang terlihat sedang menunggu Grace.


"Minggir lo!" Jason masih tidak bergeming. "Awas! Budek lo!"


Tanpa mau memperdulikan keberadaan Thomas. Jason kini berdiri didepan Grace dan memegang pundaknya hingga pegangan Thomas pada Grace tadi terlepas. "Grace. Kamu gak papa? Ada yang luka?"


"Gak usah sok peduli lo sama pacar gua." Bukannya menyingkir Jason justru malah menatap balik Thomas.

__ADS_1


"Gua gak ngomong sama lo. Bisa lo diem?"


"Wah! Songong lo! Lo itu yang gak tau diri. Grace itu pacar gua. Kenapa jadi lo yang ribet!."


"Gua gak peduli." Sahutnya yang makin bikin Thomas emosi. Kalau dia tidak merasa tangan Grace yang memegang lengannya untuk menahan Thomas supaya tidak menghajar Jason. Sudah bisa dipastikan Jason sekarang akan babak belur.


"Udah, Thom. Jason. Makasih udah khawatir. Tapi, aku gak papa dan aku gak luka. Sekarang kamu gak usah khawatir. Ada Thomas." Ketika Grace bilang begitu. Ada raut kecewa di wajah Jason.


"Aku pulang dulu ya, jason." Thomas menyingkirkan tangan Jason dari bahu Grace dan meletakkan tangannya sendiri di pundak Grace.


"Aku seneng kamu pilih aku." Ucap Thomas ketika mereka sudah duduk didalam mobil.


"Kamu bukan pilihan Thomas. Karena kamu pacar aku."


Aduh Grace! Kenapa sekalinya ngegombal bikin hati gua jadi jantungan gini sih. Mana tuh muka datar banget lagi ngomongnya. Gak tau aja dia walau dia ngegombal pake wajah datar gitu, tapi dia bikin gua meleleh.


^^^

__ADS_1


__ADS_2