
“Dia yang bikin hubungan gua sama sahabat gua ancur."
Tobi langsung nutup buku komik yang dari tadi sedang dibacanya. ."Gimana ceritanya?"
"Pas acara prom smp. Dia sempet panggil gua buat ngomongin sesuatu. Tapi, bukannya ngomong. Dia malah peluk gua tiba – tiba. Dan sialnya, Grace ngeliat itu." Jelas Thomas.
"Grace? Grace Gunawarman?" Tanya Tobi histeris. Sedangkan, Thomas malah menajamkan matanya. Dia merasa aneh dengan sikap Tobi yang girang mendengar nama Grace.
"Lah lo tau namanya?"
Laki – laki itu mengangguk dengan semangat. "Gila sob...! gak sangka gua cewek secantik itu sahabat lo."
Cantik? Grace? Emang sih. Aduh apaan sih gua? Tapi kok yah kesel gini gua, si tobi sampe muji Grace segitunya.
“Kenal dari mana lo?" Tanya Thomas dengan nada dingin.dia kesal melihat wajah berbinar Tobi yang terlihat begitu menyukai Grace. Thomas tidak suka melihat itu.
“Gila bro.. hampir semua anak basket senior itu suka sama dia."
Thomas terpaku. Semua anak basket? Suka Grace? "Maksud lo?"
__ADS_1
“Jadi nih ya, ada anak basket senior yang gak sengaja nabrak Grace waktu dia lewat di lapangan basket. Nah, kita semua langsung dateng buat ngeliat dia. Sumpah muka dia cantik banget sob.. ! mana alami banget lagi, gak kayak cabe - cabean disini yang dandannya menor." Jelas Tobi.
“Kapan kejadiannya? Kok gua gak tau? Gua kan juga anak basket."
“Lo tuh waktu itu males latihan. Makanya lo langsung balik." Tobi mendekatkan wajahnya ke arah Thomas. Dia memberikan senyum terbaiknya supaya bisa mendapatkan nomor Grace.
“Kalo lo sahabat nya, boleh lah gua minta nomornya hehe.."
Thomas menolak tentunya. Dia harus dengan tegas kasih tahu ini ke mereka semua. tidak boleh ada yang mendekati sahabatnya.
"Yaelah sob pelit amat." Rengek Tobi.
Tobi terkejut. Dia tidak terima dikatai playboy cap kampungan. Dirinya saja sampai saat ini belum memiliki kekasih. "Astaga! Gua masih single cuy." Belanya.
Thomas tidak mau memperdulikan omongan Tobi. Dia lebih memilih menggunakan headset an mendengarkan lagu. Tapi, walaupun dia mencoba mengalihkan Tobi. Kata – kata Tobi masih tetap masih teringat jelas dipikirannya.
^
^
__ADS_1
^
Selama di dalam sekolah, Thomas sebisa mungkin keluar dari jeratan Cindy sang anak baru. Entah kenapa rasanya makin kesini, Cindy makin terlihat berani. Dia justru tidak takut akan cibiran para fans Thomas yang sudah menggunjingnya sepanjang hari sejak kedatangannya dan kedekatannya dengan Thomas.
"Cin! Lo bisa jauh - jauh gak sih? Lo bikin gua risih!" Bentak Thomas tak kala Cindy masih setia menggelayuti tangannya dari mulai Thomas keluar kelas sampai saat ini.
"Ih Thomas. Kok marah - marah sih? Kan aku kangen sama kamu. Makanya aku pengen deket - deket kamu." Ucap Cindy dengan nada sok manis yang dibuat - buatnya. Sontak hal itu membuat bulu kuduk Thomas berdiri. Dia memandangi Cindy dengan tatapan menjijikannya.
"Lo bisa gak kalo ngomong pake bahasa yang bener? Jangan sok manis gitu. Gua geli tau gak!" Bentak Thomas lagi. Dia pun masih berusaha untuk melepas tangan Cindy dari lengannya.
"Aku manis? Aaaa... makasih Thomas." Cindy yang sama sekali tak merasa bahwa dirinya dihina oleh ucapan Thomas, malah bertingkah makin berlebih - lebihan. Para fans Thomas yang melihat kejadian itu sontak menatap benci ke arah Cindy.
HIngga tak lama, Grace datang dengan Salsa dan dia melihat pemandangan yang merusak sistem kerja hatinya. Melihat pemandangan itu, Grace makin berfikir kalau Thomas memang mungkin lebih pantas dengan Cindy. Tanpa mau melihat pemandangan yang menyiksa hatinya. Grace memilih untuk melarikan dirinya kembali ke kelas. Panggilan Salsa temannya yang sudah sangat kencang dan hampir membuat seisi kantin melihatnya juga tak di gubris oleh Grace.
Salsa yang paham dengan situasi langsung mengarahkan tatapan tajamnya untuk Thomas yang juga sedang melihat ke arahnya.
"Dasar cowok gak peka!" Bentak Salsa ketika melihat Thomas mendekat. Dia segera pergi menghindar sebelum emosinya memuncak untuk menghabisi Thomas sekarang juga.
Di sisi lain, Thomas merasa jika hubungannya yang baru saja membaik akan segera berakhir sebentar lagi. Grace pasti tidak ingin memaafkannya.
__ADS_1
^^^