
“Kamu tadi berangkat bareng siapa Grace?" Tanya Jason begitu dia memanggil Grace untuk menghampirinya didepan pintu kelas.
“Aku sama Thomas." Grace melihat wajah kesal Jason. Dia sadar akan perasaan Jason. Dan Grace tahu jika Jason menyukainya. Bahkan Jason sudah sering mennyatakkan perasaannya. Tapi, Grace selalu menolaknya. Karena apa? Hatinya yang tidak bisa diajak berkompromi ini masih tertuju untuk laki – laki lain.
Jason pernah menyarankannya untuk menyerah. Jika Thomas tidak menyadari perasaannya. Dia akan selalu menunggu Grace untuk menjadi kekasihnya. Grace tahu Jason orang yang baik. Dan Grace tidak ingin menyakitinya. Dia selalu berada didekat Grace waktu dirinya bertengkar dengan Thomas. Jason juga yang menyadarkan perasaannya untuk pertama kali dengan Thomas.
Dia juga yang menyuruh Grace untuk mengungkapkan kepada Thomas akan perasaannya. Cuma Grace takut Thomas akan menjauh. Grace takut justru persahabatannya malah kembali rusak karena ulah bodohnya nanti.
“Kamu masih belum bisa move on dari dia ya, Grace?" Tanya Jason. Tatapan laki – laki itu terlihat sendu. Dia masih belum menyerah untuk perempuan didepannya ini. jason tidak akan mengalah dengan laki – laki pengecut seperti Thomas.
“Sepertinya dia dekat dengan perempuan yang ada disebelahnya itu." Tunjuk Jason yang melihat Thomas berbicara berdua dengan Gina didepan kelas mereka.
“Aku tahu. Lebih baik kita gak usah liat mereka. Aku gak bisa nangis disini. Jason." Pintanya.
Dengan mendengar alasan Grace. Jason tahu akan keadaan perempuan itu sekarang. Makanya, dia mencoba menghibur Grace dengan ceritanya. Jason itu baik, manis, periang. Kenapa Grace tidak bisa menyukainya saja? Kenapa dia harus menyukai Thomas?
^
^
__ADS_1
^
Thomas masih melamunkan tentang perasaan yang dimilikinya untuk Grace. Kata Gina, dia cemburu dengan Grace. Apa iya? Apa itu yang selama ini dirasakannya untuk Grace? Kata - kata kasar yang ia keluarkan untuk Grace, seolah - olah agar Thomas bisa menutupi kecemburuannya dengan Jason.
Bukan dengan Jason saja. Bahkan anak basket juga menyukainya. Thomas pikir jika dia marah karena dia takut Grace akan disakiti oleh orang – orang itu. Tapi, ternyata dirinya baru menyadari jika selama ini dia cemburu.
Bodoh lo Thomas!.
Melihat kedekatan Grace dan Jason yang sekarang membuatnya seolah tidak mengenal Grace lagi. Membuat Thomas kesal setengah mati. Grace seolah menutupi rahasia darinya. Dia juga iri dengan kedekatan Grace dan Jason. Seharusnya hanya dirinya yang ada disana. Disamping Grace.
“Gila bro, muka lo merah banget. Abis ngapain?" Tanya Tobi yang baru memasuki kelas.
Thomas berdecak kesal menatap kedua temannya itu. "Berisik lo semua! Diem kek!" Dengan kesal Thomas menutup buku yang dipegangnya saat ini.
“Lo cemburu sama siapa sih, Thom? Pacar aja gak punya." Ledek Tobi lagi. Thomas ingin sekali menyumpal mulut Tobi dengan buku yang dipegangnya saat ini.
“Berisik lo!"
“Biasa bi, stuck gak bisa move on karena status sahabat gak boleh di goyahkan." Tambah Gina. Keduanya makin jadi menggoda Thomas. Wajah laki – laki itu sudah memerah karena menahan kesal. tapi, dia tidak bisa mengelak. Toh! Apa yang diucapkan Gina ada benarnya.
__ADS_1
“Si Grace? Hahaha ... tadi gua lihat dia di depan kelas sama Jason. Buruan tembak, Thom. Sebelum diambil orang." Memang dia pikir segampang itu menembak seseorang? Thomas juga harus memikirkan resikonya. Kalau Grace menolak bagaimana? Jadi makin canggung lagi dia dan Grace nantinya.
“Lo kalau ngomong gampang banget ya? Kalau hasilnya malah berantakan gimana? Kalau gua sama dia malah renggang lagi gimana? Lo gak mikir?" Tunjuk Thomas ke Tobi.
“Lo laki apa bukan sih? Gitu saja takut. Yah kalau ditolak, ditembak lagi lah. Susah amat jadi orang. Sob, laki itu kalau masalah cinta gak pandang malu atau enggak lagi. Kejar selagi masih bisa dikejar. Nanti giliran diambil orang sedihnya bukan main." Dari omongan Tobi barusan. Memang ada benarnya juga. Kenapa dia harus jadi laki – laki lembek gini?
Haduh... ini pasti karena pengaruh Grace di hidup gua.
“Bener tuh kata Tobi. Lo jangan nyerah cuma karena ditolak. Dia kan sahabat lo. Pasti dia bakal mikirin pernyataan lo baik - baik. Seengaknya lo kan belum tahu hasilnya gimana. Berdoa aja semoga dia terima." Tambah Gina.
Thomas mengeluarkan dompet dari kantung celana sekolahnya. "Nih! Lo berdua beli bakso gih." Ucap nya sambil mengeluarkan uang lima puluh ribu dari dompetnya.
“Wih! Tumben amat nih anak." Kata Tobi. "Kesambet setan lo?" Tambah Gina.
Thomas bedecak. Dia mencoba menarik lagi uang yang diberikannya. "Mau gak sih?"
“Eh iya iya." Tobi langsung mengambil uang itu dan memasukkan kedalam saku bajunya.
^^^
__ADS_1