
"Kenapa? Tentang Thomas lagi?" Tanya Salsa. "Kamu udah mengakui kalau kamu sekarang suka sama dia?" Grace hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Terus kenapa gak kamu ungkapin perasaan kamu Grace?"
"Hal itu gak gampang Sal, aku pernah denger dulu kalau Thomas cuma anggep aku sahabat nya dan gak boleh lebih dari itu."
"Terus kamu nyerah sekarang?" Tanya Salsa penasaran.
"Aku bingung. Aku pengen jadi orang yang bisa ungkapin hati aku dengan orang yang aku suka. Tapi hal itu gak gampang buat aku."
"Grace.. tiap orang mau ungkapin perasaan itu emang gak gampang. Apalagi kalau kita kaum perempuan duluan yang mulai. Tapi kamu juga gak boleh nyerah Grace. Kalau ditolak bukan berarti itu akhir dari dunia kamu. Masih banyak yang lain lagi." Jelas Salsa.
Tapi aku gak gampang deket dengan orang. Orang yang pertama kali aku kenal deket itu cuma thomas.
"Kenapa? Susah?" Grace hanya membalasnya dengan anggukan lagi.
"Kamu tau Sal, Hal yang paling sulit buat aku itu deket sama orang baru. Aku gak yakin aku bisa ubah perasaan aku."
"Try Grace! kalau gak dicoba kapan lagi."
"Gak gampang Sal."
__ADS_1
"Jangan takut untuk mencoba berbaur Grace. Aku. Coba kamu liat aku. Aku teman kamu selain Thomas. Dari situ kamu udah berhasil satu langkah buat bisa berbaur. " Kata – kata Salsa membuat Grace menerawang.
"Not easy for me to try it for the first time, Salsa. Waktu kamu sama aku itu kamu duluan yang tegur aku. Bahkan setelah kamu tau aku, kamu gak ninggalin aku kayak orang - orang itu."
"Orang - orang itu? Siapa Grace?" Tanya Salsa penasaran. Seolah – olah Grace merasa tertekan jika membahas masalah itu. Tapi, Grace masih tetap menutup dirinya dengan menolak bercerita.
"Grace... semua orang itu beda. Mungkin mereka bukan orang baik buat kamu. Kalau aku? Aku tulus berteman sama kamu." Grace menatap mata Salsa dengan dsangat dalam. Entah kenapa matanya menunjukkan ketulusan.
Dia langsung memeluk Salsa "makasih Sal... udah mau tegur aku untuk pertama kalinya. Makasih udah mau jadi teman aku."
"Sama - sama Grace. Aku juga senang berteman kamu. orang aneh yang cukup unik, tapi bikin kangen. hahaha..." sontak keduanya langsung tertawa bersama.
^
^
^
Thomas sudah menduga kalau hidupnya tidak akan nyaman hari ini. Pagi hari ketika dia bangun. Dia merasa akan mendapat kesialan. Buktinya saja, ketika dia mau jalan ke kamar mandi, dia tersandung di daun pintu hingga membuat kepalanya terantuk pintu dengan sangat keras.
Kemudian, ketika dia ingin turun sarapan. Dia sempat terpeleset di dua tangga terakhir. Sang bunda bahkan berteriak histeris melihat kejadian itu. benar – benar sial!
__ADS_1
TERNYATA! Dibalik semua itu. Thomas baru menyadari arti dari kesialannya di pagi hari ini. kemunculan Cindy. Perempuan tidak tahu malu dari masa lalu.
Thomas merasa hidupnya tidak akan sama lagi. Kemunculan Cindy disekolahnya sudah pasti akan membuat dirinya makin kacau.
Semenjak kemunculan Cindy, Grace terlihat sangat tidak nyaman. Buktinya, dia langsung menundukkan kepalanya.
"Arghhh! Dasar dedemit gila, cewek stres, gak punya malu! Kenapa dia harus muncul lagi!
Tobi, teman sebangku Thomas yang melihat ke kacauan di wajah sahabatnya mengetuk mejanya pelan. "Nape lo sob?"
“Stres gua! Dedemit gila balik lagi!" Balas Thomas dengan nada penuh kekesalan.
"Sapa dah dedemit gila?" Tanyanya dengan logat betawi yang kental.
“Tuh si cewek gila, gatel, stres. Anak baru di sekolah ini."
Tobi membelalakkan matanya. "Set dah... ! jangan emosi dulu mas bro. Slow oke?. Emang lo ada masalah apa sama tuh orang, Thom?"
“Dia yang bikin hubungan gua sama sahabat gua ancur."
^^^
__ADS_1