
Sudah masuk ke tahun ketiga Grace kuliah. Grace masih tetap berhubungan dengan Thomas lewat skype, chat, dan telpon. Meskipun sibuk, Thomas tetap menyempatkan waktunya untuk mengabari Grace. Hal sekecil itulah yang membuat hubungan mereka tetap awet. Walaupun Thomas hanya mengabari jika dirinya akan berada di ruang operasi untuk beberapa jam kedepan. Grace sudah senang.
Waktu itu, di tahun pertama Grace. Dirinya sempat lupa waktu untuk menghubungi Thomas. Jadwal kampus dan tugas – tugas yang menumpuk membuat Grace lupa akan janjinya untuk selalu mengabari Thomas. Laki – laki itu marah dan mendiami Grace ketika akhirnya Grace mengangkat skype Thomas. Dia hanya menatap Grace dengan datar tanpa mengatakan apapun. Hal yang membuat Grace kesal karena di diami. Disaat dirinya sedang banyak tugas. Thomas sengaja menghukumnya dengan berdiam diri dan membuat Grace tidak melakukan apapun saat hubungan video call itu berlangsung. Jika ditanya berapa lama, tiga jam adalah waktu yang sudah dihitung Grace. Thomas sangat betah untuk diam selama itu dan hanya berkata sedikit untuk melarang Grace menutup sambungan video call atau bahkan membuat Grace melanjutkan tugas kuliahnya. Sejak saat itu, Grace tidak ingin lagi melupakan jadwal-nya untuk menghubungi Thomas.
“Hai!.” Malam ini, dia melihat Thomas yang sudah terlihat santai dengan baju tidur yang sama dengan yang dipakainya saat ini.
"Hai! Kamu apa kabar hari ini?” Balasnya sambil tersenyum menatap Grace. Wajah Thomas terlihat sangat lelah. Kantung matanya terlihat jelas. “Aku baik. kamu kayaknya keliatan capek. Banyak tugas ya?” Tanya Grace dengan khawatir. Dia bahkan mengelus layar laptonya yang mengarah ke arah mata Thomas.
Thomas tersenyum melihat kelakuan Grace. “Iya. Banyak tugas. Biasalah, tugas mahasiswa. Aku juga sekarang udah mulai turun tangan untuk bantu di ruang operasi. Kamu udah makan?”
“Udah. Tadi bareng Jean.. Kamu sendiri gimana? Udah makan? Kok kamu masih pake baju tidur?”
Kembali Thomas tersenyum karena pertanyaan Grace yang banyak. “Udah. Aku udah makan tadi. Iya. Aku baru pulang pagi abis shift malam. Kelas aku siang. Jadi, aku masih lanjutin stay di kasur dulu.”
__ADS_1
“Aku kangen.” Ucapan tiba – tiba Grace membuat Thomas mengulas senyumannya. Mendengar Grace yang merindukannya membuat hatinya senang.
“Aku juga sayang. Aku kangen banget sama kamu.” Balas Thomas. Grace mengubah posisi duduknya menjadi menyandar di sandaran kasurnya. “Kamu hari ini dirumah sakit sampai jam berapa?”
“Cuma setengah hari kok. aku harus ngadep dosen aku di kampus untuk bantu seminarnya. Abis itu aku harus ke perpustakaan untuk cari buku.”
“sama siapa?”
Disana, Grace mengepalkan tangannya dan diarahkan ke layar laptopnya. “Bagus! Awas aja kalau kamu sampai jalan – jalan sama mereka lagi. Terlebih si candle – candle itu.”
“Candice, sayang.” Koreksi Thomas. Dia tertawa melihat Grace yang masih saja emosi dengan salah satu teman kampusnya. Grace begitu membenci Candice. Itu memang kesalahannya karena menitipkan laptopnya dengan Candice yang saat itu juga ada di meja yang sama dengannya di perpustakaan. saat itu dia sedang chat-an dengan Grace. Dan, Candice membalas chat Grace dengan menyebutkan jika dirinya adalah kekasih Thomas disini. Jelas
saja Grace langsung mengamuk saat itu juga. Dia mencoba menghubungi Grace.
__ADS_1
Tapi, kekasihnya justru menolak semua panggilan video call, dan telpon Thomas. Saat itu Thomas sangat frustasi. Dia pun memarahi Candice karena sudah bertindak seenaknya. Dia menyuruh Candice membuat permintaan maaf kepada kekasihnya. Dengan membuat video yang dikirimkan oleh Thomas. Akhirnya, Grace mau mengangkat semua panggilan video call dan teleponnya lagi. "Bodo! Aku males denger namanya!.” Balasnya dengan emosi.
“Iya. Iya. Yaudah, kita bahas yang lain aja. Gimana kuliah kamu sekarang? masih banyak tugas atau enggak?”
Grace langsung menceritakan ada kejadian – kejadian apa saja yang dialaminya beberapa hari ini. Dia selalu menceritakan apa – apa saja kepada Thomas. Baik itu masalah kampus, teman – teman Grace, maupun pria yang pernah mencoba mendekati Grace.
Hal itu terjadi karena Grace secara tidak sengaja menyebutkan nama laki – laki yang menyatakan perasaan untuknya di kantin. Tapi, dia mencoba menjelaskan kepada Thomas jika dia langsung menolak saat itu juga. Dia mengatakan jika dirinya sudah memiliki kekasih yang saat ini sedang kuliah di London.
Mendengar hal itu membuat Thomas bangga dan senang pastinya. Grace sama sekali tidak tergoda dengan laki – laki yang menyukainya. Thomas juga senang karena Grace selalu cerita dengan jujur padanya. Karena, hal itulah yang dia butuhkan.
Hubungan jarak jauh tanpa ada rasa percaya itu akan hancur. Dan Thomas sama sekali tidak menginginkan hal itu terjadi. Jadi, sebisa mungukin Thomas dan Grace selalu menceritakan hal – hal apa saja yang mengganggu pikirannya. dan hal – hal apa saja yang dialami keduanya.
^^^
__ADS_1