Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Limabelas


__ADS_3

Saat ini, Thomaas yang masih berdiri didepan kelas sedang memandang ke sebuah ruangan. Ruangan yang menjadi kelas Grace.


Sudah berbulan - bulan dia tidak menegur Grace. Biasanya, tiap pagi Grace akan datang kekamarnya dan membangunkannya, berangkat bersama, sarapan bersama. Tapi, semua itu udah tidak rasakan lagi.


Hatinya terasa hampa sejak Grace tidak berada disisinya. Semenjak pertengkaran itu, Thomas mengakui kesalahannya yang sudah membentak Grace. Dia tidak bisa menahan emosinya karena ucapan Grace yang terlihat memojokkannya.


Seharusnya, Grace mau mendengarkan penjelasannya lebih dulu. Dan tidak main hakim sendiri. Grace lebih mengenal Thomas dari siapapun. Dia harusnya tahu jika Thomas bukan laki – laki yang mudah didekati.


Banyak gosip yang mengatainya playboy. Hal itu tidak terbukti. Hanya pada Grace-lah Thomas mengurangi kecuekannya dan sifat dingin yang dimilikinya.


Pagi ini, dia memang sengaja berangkat lebih pagi untuk menghindari adanya pertemuan dengan Grace di pagi hari. Tapi entah kenapa, ketika matanya merasakan keberadaan Grace. Dia langsung melihat kearah yang menjadi sosok yang ingin dihindarinya.


Tanpa dia sadari, dia melihat Grace. Seperti ada sebuah kerinduan yang sudah lama dirasakannya. Hingga dia sadar dan memilih untuk mengalihkan tatapan matanya.


'Dasar bodoh Thomas!'


Dia merasa seperti laki – laki pengecut. Sikapnya tadi justru akan membuat keadaan lebih buruk. Entah apa yang akan dipikirkan Grace akan sikap bodohnya itu.

__ADS_1


"Stupid!"


"Siapa yang stupid Thom?" Tanya Gina, teman sekelasnya yang menjabat sebagai ketua kelas.


Thomas biasa jarang berteman dekat dengan perempuan, kecuali Grace. Tapi Gina, perempuan ini berbeda. Dia lebih dewasa, cuek, easy going. Dan yang menjadi point tambahan, perempuan ini tidak tertarik sama sekali dengan Thomas. Sangat berbeda dengan para perempuan lain yang ada dikelasnya.


Kesan pertama Thomas mengenal Gina yang menjadi partner sebangkunya sangatlah canggung. Gina hanya membalas sapaan Thomas dengan gumamannya tanpa mengalihkan matanya dari komik conan series ke empat puluh yang sedang dibacanya.


"Oh! Gak papa Gin." Bohongnya. Gina melirik sebentar sebelum mengalihkan tatapan matanya ke komik yang ada ditangannya.


"Bohong lo mah." Sahutnya.


Perempuan itu tahu apa yang dilihat Thomas sejak tadi. "Dari tadi kamu ngeliatin cewek itu, kenapa? Kamu kenal?."


Thomas menolehkan kepalanya. Bagaimana perempuan ini tahu? Apakah terlalu ketara? Thomas sungguh mengagumi otak cerdas Gina. Batinnya, mungkin karena Gina terlalu sering membaca komik Conan, jadi dia tahu hal – hal seperti ini.


"Terus, Kenapa gak ditegur aja?" sahutnya dengan enteng. Thomas menggeleng. Hal yang tidak mungkin.

__ADS_1


“Gua gak bisa. Gua lagi berantem sama dia." Jelasnya.


Gina mendesah. "Boys with their stubbornness."


"Enggak! Gak semuanya kesalahan gua." Belanya.


"Well.. gua sih gak tau masalahnya dimana. Tapi menurut gua, gak ada salahnya kok minta maaf duluan. Lo kan laki."


Thomas kembali menggeleng. "Minta maaf gak bikin harga diri lo hancur Thomas. Tapi kalo lo gak berani minta maaf. Hal itu malah bikin pertemanan lo hancur karena salah paham." Jelas Gina.


Thomas terdiam. Benar apa Gina. Jika keadaan seperti ini terus. Dia dan Grace tidak akan mungkin kembali berteman. Entah kenapa, hal itu sangat mengganggu pikirannya. Dia tidak ingin Grace menjauhinya.


"Kata - kata lo ngenak banget."Thomas mengehela nafasnya. Kata – kata Gina seolah – olah menampar hatinya.


Gina tertawa menanggapi ucapan Thomas. "I read alot of books. Jadi yah .. you know..." Balasnya lagi dengan bangga.


"Bakal gua coba apa yang lo bilang tadi." Dia pun langsung mengacungkan jempol menyetujui ucapan Thomas.

__ADS_1


'Gua juga gak mau kalau hubungan gua hancur cuma karena salah paham sama lo Grace, I won't lose you.', batin Thomas. 


^^^


__ADS_2