
Dua jam didalam ruangan gelap membuat Grace takut dan sesak. Tapi, sebisa mungkin dia menutupinya didepan Jason.
Keringat dingin sudah banyak keluar dari dahinya. Saat lampu bioskop hidup. Dia mencoba untuk menghapus keringatnya agar tidak ketahuan oleh Jason.
“Kamu kenapa? Dari tadi narik nafas mulu?." Tanya Jason saat ini sedang menghadap kearahnya. Dia menunggu orang lain keluar lebih dulu.
“Kamu gak suka filmnya?." Tanya jason lagi tanpa memalingkan wajahnya.
“Biasa aja."
Ketika waktu sudah agak gelap, walaupun belum malam. Jason mengantarnya kerumah. "Makasih ia udah mau jalan sama aku. Aku harap kamu senang." Ucap jason ketika dirinya berdiri didepan gerbang rumah Grace.
“Iya. Thanks juga untuk traktiran makan dan nontonnya." Balas Grace basa – basi.
Jason terlihat menggaruk tengkuknya. "Grace, jawaban buat aku atas pertanyaan aku disekolah gimana?." Tanyanya tiba - tiba.
“Jawaban apa?."
“Yang aku bilang suka sama kamu."
Grace paham. Jawaban akan pernyataan suka Jason untuknya.
"Sorry Jason. Kita ini masih SMP. Belum juga lulus. Kupikir, belum waktunya untuk aku mikirin itu dulu." Jelas Grace mencoba memberikan alasan yang masuk akal.
“Oke. Aku bakal tunggu kamu pas kita SMA." Grace hanya memberikan senyuman untuk menjawab kata – kata itu. ketika akhirnya jaso pamit. Grace baru bisa menghela nafasnya dengan lega.
Entah mengapa dia merasa tertekan berada didekat Jason. Dia harus segera masuk dan mandi untuk menjernihkan pikirannya. Hingga tak lama dia mendengar panggilan dari arah belakangnya.
__ADS_1
^
^
^
“Grace! Kemana aja kamu?. Pulang udah gelap gini." Cecarmya begitu sudah berdiri didepan Grace.
“Makan..nonton."
“Nonton? Kamu itu takut gelap. Kenapa pake nonton segala!." Ucapnya dengan nada membentak.
"Aku juga gak bisa nolak. Dia udah beli tiketnya duluan." Grace mencoba membela diri.
“Harusnya kamu jelasin sama dia. Liat! kamu sampai sekarang aja narik nafas masih kayak orang susah." Tambahnya sambil menunjuk dadaku yang masih naik - turun.
"Lain kali kalo kamu diajak nonton, tolak!. Mau gimanapun dia udah beli tiket atau belum. Ngerti?!"
“Yaudah sana masuk. Udah malem. Jangan lupa istirahat." Laki – laki itu mengacak rambut Grace.
"Iya thomas bawel."
“Yaudah, aku masuk ya." Ucapnya meninggalkan Thomas yang masih berdiri di gerbang depanku.
“See Thomas! Lo itu cuma khawatir sama dia. Bukan suka!." Gumam Thomas pada dirinya sendiri. Hal yang tanpa dia tahu didengar oleh Grace.
Thomas memang tidak melihat dirinya saat ini. Tapi, dia masih dapat mendengar apa yang diucapkannya barusan.
__ADS_1
Hati Grace serasa tertusuk- tusuk ketika mendengar ucapan Thomas. Dia tahu ini lah yang akan terjadi. Tidak akan ada hubungan yang lebih antara sahabat.
“Sadar grace!. Kamu cuma sahabatnya."
^^^
Ketika Thomas sampai di kamarnya. Dia membuka kaos yang dipakainya dan membanting kaos itu dengan kasar di atas kasur. Panas.
Hal itu yang dirasakannya saat ini. dia menghidupkan air conditioner dan menurunkan suhunya. Dia perlu sesuatu untuk mendinginkan tubuhnya, dan otaknya.
“Aduh gua kenapa sih?! Ini kok jadi panas gini hari ini!."
“Itu si Grace kenapa pake dandan segala sih buat jalan sama tuh anak..! Biasanya juga ngegembel kalo jalan sama gua!."
Thomas masih berputar – putar dengan tidak jelas didalam kamarnya. Dia merasa kesal.
Hari ini, seharusnya dia meminta maaf dengan Grace. Tapi, begitu dia melihat Jason didepan rumah Grace. Dia menahan diri untuk tidak mendekat terlebih dulu. Kekesalannya kembali meningkat melihat kedekatan kedua orang itu.
“Oh ayolah thomas...! don't you say you have some kind of feeling with you best friend!" Dia mengacak – acak rambutnya dengan penuh kekesalan.
Ayolah, ini untuk pertama kalinya dia bertingkah aneh seperti ini. Sebelumnya, dia tidak pernah seheboh dan sekesal ini.
Mungkin, karena ini pertama kalinya ia melihat Grace didekati oleh anak laki – laki. Seperti ada perasaan tidak rela didalam hatinya melihat kedekatan Grace dan Jason.
“Come on thomas..! Gak mungkin kan gua mulai suka sama Grace?." Dari aksi mengelilingi kamarnya dengan heboh. Thomas tiba – tiba berhenti.
"Tunggu! Terus kalau gua suka sama dia kenapa? Emang salah?."
__ADS_1
Benar. Tidak ada yang salah. Tapi, ingatan akan kata – katanya waktu kecil tiba – tiba muncul. "Argghhhh ...! Dia kan sahabat lo!. Lo bisa ngehancurin persahabatan lo sendiri, Thomas!."
^^^