
“Hari ini, pokoknya gua harus ngomong sama Grace. Soal permasalahan waktu itu." Thomas mondar mandir di depan perpustakaan menunggu Gina yang sedang mengambil buku cetak untuk kelasnya.
“Ngapain sih lo pake mondar - mandir depan sini?! Bikin pusing orang lewat, dodol!" Ucap seorang gadis yang berdiri dengan memegang buku cetak di tangannya. Bahkan wajahnya hampir tertutup karena buku - buku itu.
Dengan sigap Thomas membantu Gina membawa beberapa buku yang dipegangnya. "Gua lagi bingung nih! Lo malah gak ada bantuannya sama sekali buat gua!" Balasnya sewot. Dia dan Gina pun berbincang sambil berjalan menuju kelasnya.
“Eh kunyuk! Gua kan kemaren udah nyuruh lo buat negur dia. Lo nya aja yang geraknya kayak siput! LAMA!" Ucap Gina mencoba membela diri.
“Kok lo malah marah sama gua sih Gin? Bukannya bantuin temen lo yang lagi gegana ini." ketika mereka sampai dikelas. Thomas meletakkan buku – buku itu di meja guru, diikuti Gina. Laki – laki itu langsung menarik Gina menuju kursinya.
“Dude! Be a gentleman, oke?! Say your sorry. Karena lo juga udah salah bentak - bentak dia duluan. Kalo kata gua, lo itu cemburu kan sama pdktan nya tuh anak?" Tanya Gina.
'Gua cemburu sama jason? No way!'
Thomas menggeleng. "Ngarang lo! Gua gak cemburu. Gua cuma gak suka aja dia deket sama tuh orang." elaknya. Gina tersenyum mengejek. Thomas.
__ADS_1
"Kenapa lo malah ketawa?."
Dia masih tetap tertawa mengejek Thomas. Dengan kesal, Thomas menarik rambut Gina asal. "Stop!."
Gina masih tersenyum. "Baru kali ini, gua ketemu orang ganteng yang otaknya setengah, yah cuman lo ini."
“Diem, kenapa Gin? Ketawain gua mulu lo dari tadi." Dengan wajah melas Thomas menelungkupkan wajahnya di meja. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“Listen dummy! alasan lo sekarang berantem sama dia itu, karena lo CEM.BU.RU.! Jealous! Oke!" GIna menekankan kata – kata itu supaya Thomas mengerti keadaannya sekarang.
"TERSERAH!" Ucap Gina akhirnya.
Dia memilih untuk bangkit dari kursinya dan pergi ke kantin. Otaknya saat ini butuh yang segar – segar. Menghadapi Thomas yang memiliki otak dibawah batas minimum membuatnya sakit kepala.
^
__ADS_1
^
^
Setelah perdebatan pikiran yang dialami keduanya. Sampai saat ini, mereka masih belum menemukan titik terangnya. Grace yang masih bingung untuk mengungkapkan kepada Thomas, dan Thomas yang masih ragu akan perasaan yang di milikinya untuk Grace. Apa itu cinta atau hanya rasa peduli sebagai seorang sahabat?
Pagi ini, setelah berlatih semalaman didepan kaca atas saran Salsa. Grace mencoba untuk bertemu Thomas dan ingin mengutarakan hatinya.
"Kamu pasti bisa Grace!" ucapnya didepan kaca sambil mengepalkan kedua tangannya diudara.
Setelah sarapan bersama orang tuanya, Grace pun memutuskan untuk bergegas berangkat. Tadinya, dia ingin bicarakan hal ini dengan Thomas sebelum dirinya berangkat ke sekolah. Tapi, dia kembali melihat mobil Thomas yang sudah tidak ada di garasinya. Jadi, Grace memutuskan untuk bertemu dan berbicara dengannya di sekolah saja.
Setelah perjalanan beberapa menit, Grace sudah menginjakkan kakinya disekolah. Dia melihat ke parkiran. mobil Thomas sudah ada disana tapi tidak dengan dirinya. Thomas pasti sudah berada di kelasnya, pikir Grace. Dia berniat untuk mencari kekelasnya. ketika Grace mengecek ke kelasnya, Thomas ternyata juga tidak ada.
"Haduh! Ini gimana jadinya? mau ngomong ada aja hambatannya." gumam Grace sambil berjalan berbalik ke arah kelasnya. dengan kepala menunduk Grace masih tetap bergumam. Sampai dia merasa dahinya menabrak sesuatu didepannya.
__ADS_1
^^^