Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Empattiga


__ADS_3

Satu minggu ini, ada perubahan yang terjadi di wajah Grace. Jika sebelumnya dia selalu tampil dengan wajah penuh senyuman. Kini, wajah itu terlihat mendung. Grace kembali menyingkirkan sampah – sampah yang ada di loker sekolahnya. Dia juga membuang surat – surat yang mengutuknya dengan kasar.


"Lagi?" sebuah suara mengagetkan Grace yang sedang menatap nanar loker nya saat ini. Dia langsung menutup loker itu hingga membuat bunyi yang agak kencang. "Salsa. Kamu ngagetin aku."


Salsa tak memperdulikan ucapan Grace dia justru kembali membuka loker sahabat ini. "Sejak kapan?." Tanyanya mengintimidasi.


"Seminggu." Balas Grace sambil menunduk.


"Apa lagi selain ini?." Grace menggeleng dengan sangat terburu – buru hingga membuat Salsa curiga. "Gak ada lagi, Sa."


"Bohong! Apa lagi Grace! Kasih tau aku!." Salsa memegang kedua bahu Grace dengan kencang yang langsung membuat Grace menunduk. Salsa mendengar isakan kecil yang terdengar dari perempuan didepannya ini.


"Kasih tau aku apa lagi yang kamu dapat selain ini?."


Dengan sangat pasrah, Grace membuka lengan sweaternya sedikit hingga lengan putihnya yang terdapat bercak biru yang sangat besar terlihat di depan Salsa. Dia terkejut melihat ada bekas memar yang terdapat di lengan Grace.


Pantas saja Grace selalu mengenakan sweaternya satu minggu ini. ternyata itu untuk menutupi luka yang sekarang masih terlihat biru di lengannya. "Ini kenapa? Sejak kapan?." Tuntut Salsa sambil memegang tangan Grace.


"Beberapa hari yang lalu."


"Siapa yang melakukan ini sama kamu?."

__ADS_1


"..."


"Grace! Jawab!."


"Cindy." Ucap Grace dengan pelan. Dia sungguh takut jika dia mengadu. Cindy akan kembali berbuat lebih buruk dari ini. Tapi, dia juga takut dengan amarah Salsa.


"Tapi, ini udah gak sakit kok, Sa. Jadi jangan di bahas lagi, ya." Dengan wajah memelas Grace meminta Salsa melupakan kejadian ini. Dia juga meminta Salsa untuk tidak mengadu kepada Thomas. "Please, aku mohon. Aku gak mau Thomas marah."


“Kenapa kalau aku marah, Grace?." Kini, kedua perempuan itu terkejut dengan suara Thomas yang muncul di belakang mereka. Grace langsung menutup lengannya kembali dengan sweater.


^


^


Grace menatap Thomas dan Jason dengan pandangan takut. bagaimana kedua laki – laki yang tidak akrab itu jadi terlihat dekat? Padahal beberapa waktu lalu, Grace masih melihat Thomas yang masih menatap Jason dengan datar.


Kini, kedua laki – laki itu duduk didepan Grace dengan wajah datar. Terlihat dari wajah keduanya yang penuh dengan amarah. Rahang keduanya pun terlihat mengeras. Grace semakin menguatkan genggamannya di rok sekolahnya.


"Jawab! Siapa!." Ucap Thomas dengan nada penuh amarah. Tapi, sebisa mungkin dia tidak ingin membentak Grace. Dia harus bisa menahan emosinya didepan Grace.


"Grace, aku mohon kasih tau kita berdua siapa yang sudah berbuat begini ke kamu."

__ADS_1


 "..."


Thomas kembali menarik tangan Grace yang tertutup sweater dan menggulungnya hingga kini memar yang sekarang berubah warna menjadi keunguan itu terlihat jelas. Thomas kesal, marah dan sangat dendam dengan orang – orang yang membuat Grace hingga terluka seperti ini. dia menekan dahinya dengan jari – jarinya karena menahan rasa kesal yang membuat kepalanya ingin meledak. Bahkan beberapa kerutan di rahangannya yang saat ini sedang menahan emosi terlihat jelas disana.


"Grace." Panggilan Thomas sarat akan banyak hal. Dan Grace tahu itu. ada nada marah di dalam panggilan itu, dan juga ada nada penyesalan.


"Thomas, aku sudah baik – baik aja sekarang. jadi kita lupain aja, ya, please." Pintanya sambil menurunkan kembali lengan sweaternya.


“Gak bisa! Sekarang kasih tau aku siapa orangnya!." Kesabaran Thomas sudah habis. Dia benar – benar ingin melampiaskan kemarahannya ini.


“Cindy." Ucap Salsa yang tiba – tiba muncul di belakang sekolah yang sejak beberapa waktu yang lalu menjadi tempat ketiga orang itu berkumpul.


“Salsa!." Grace menggeleng supaya Salsa bisa tutup mulut. Tapi, sahabatnya itu kini justru terlihat makin memperburuk suasana dengan memberi tahu semua hal yang terjadi oleh Grace.


“Bakal gua habisin tuh perempuan!" Thomas langsung berdiri. "Kamu tunggu disini. Biar aku yang urus ini sama perempuan itu."


“Tunggu!." Panggilan Jason membuat langkah Thomas berhenti.


“Gua ikut. Karena ini juga ada hubungannya dengan gua." Kening Thomas mengernyit hingga dia melihat salah satu akun instagram sekolahnya yang saat ini sedang heboh menjelek – jelekkan Grace dengan kata – kata kasar. Kedua laki - laki itu pergi mencari sang pelaku utama.


Ternyata banyak orang lain yang juga membenci lo.

__ADS_1


^^^


__ADS_2