
“Woy! Ngapain lo ngelamun pagi - pagi gini!" Thomas yang sudah tidak terkejut dengan kehadiran sahabatnya itu hanya mendengus dan pergi melewatin Gina dengan santainya.
“Lo kenapa dah? Muka ditekuk mulu." Sahut Gina yang kini sudah menyusul Thomas. "Lagi pusing nih gua! Si Grace bikin gua bingung."
“Lah! Lo kan udah baikan sama dia. Bingung kenapa?" Tanya Gina.
“Kita memang udah baikan. Tapi, dia bilang dia masih canggung sama gua. Menurut lo kenapa sih?"
“You know girls, right? Apalagi yang macam kayak Grace. Si introvert. Kan, waktu itu lo pernah cerita sama gua kalau dia susah buat dekat sama orang. Nah, mungkin aja karena lo sama dia udah lama gak teguran. Yah...! dia ngerasa canggung sama lo." Jelas Gina.
“Iya, tapi gak masuk akal lah Gin. Gua kan sahabatnya dari kecil. Masa ia dia canggung sama gua juga? Tuh ...!" tunjuk Thomas pada Jason yang sedang berbicara dengan Grace didepan pintu. Gina melihat Grace yang tersenyum disana.
“Dia kok bisa gak canggung sama tuh curut." Thomas makin kesal dengan sikap Grace. Kenapa dengannya dia merasa canggung. Tapi, dengan Jason dia bisa tertawa lebar seperti itu.
“Relax brother, walaupun lo sama dia sahabat sekalipun. Lo juga harus ngertiin kondisi dia lah. Lo gak bisa paksain dia buat kayak dulu lagi. Lagian kan lo yang salah. Jadi lo harus terima akibatnya. Lagian ... kalau gua lihat - lihat mereka berdua cocok kok." Thomas mendengus. Dia menepuk jidat Gina hingga membuat sang empunya kesakitan. "Sakit bodoh! Lo kenapa pukul jidat gua?."
“Karena ucapan ngaco lo!."
“Tuh lo lihat ..." Gina menunjuk lagi ke arah pasangan yang menurut Thomas tidak patut untuk di pasangkan itu.
__ADS_1
“Si Grace kelihatan happy sama dia."
“Lo kok ngomong makin gak masuk akal sih, Gin?! Mana ada cocok - cocoknya mereka itu.!" Ada nada kesal bercampur marah dari kata – kata Thomas barusan.
Hal yang membuat Gina tersenyum menyindir. "Lo kesel karena itu jason? Atau lo kesel karena cemburu Grace deket sama cowok lain?"
"..."
“Lo diem berarti lo cemburu." Tekan Gina.
“Gua itu enggak... bukan gitu... gua sama Grace itu ..." Entah kenapa Thomas terlihat gugup. Dia bingung ingin mengatakan apa.
"Itu tandanya lo suka sama dia. Bukan sebagai sahabat. Tapi, sebagai perempuan. Thom, saran gua, lo apus kata – kata yang ada di otak lo yang bilang kalau sahabat ya sahabat. Gak ada sahabat yang berubah jadi pacar. It's nonsense. Impossible!”
“lo tahu kan! Lebih baik lo cepet sadar sebelum Grace di ambil orang lain. Karena dari sudut pandang gua, di ikatan kalian ini, lo sudah kalah duluan karena suka dengan Grace."
Setelah mengatakan itu, Gina melangkah meninggalkan Thomas yang masih menatap dalam diam ke arah Grace dan Jason di ujung sana.
Apa iya? Gua? Cemburu?
__ADS_1
^
^
^
Grace menyadari jika perasaannya terhadap Thomas sudah sejak lama berubah. Mungkin, waktu dia menyadari betapa Thomas terlihat sangat berbeda. Grace tidak lagi menganggap Thomas sebagai sahabat. Tapi, dia menganggap Thomas sebagai seorang laki – laki.
Tapi, sejak pertama kalinya dia mendengar perkataan Thomas akan kejelasan status mereka dari mulutnya langsung membuat Grace mengerti. jika pertemanan mereka memanglah murni hanya untuk berteman. Grace tidak bisa melangkah kedepan dengan status yang selalu dibayanginya. Dia juga masih mengingat tulisan pertamanya di buku diary nya itu. sejak dulu, Thomas sudah melarangnya untuk mengharapkan lebih.
Sahabat. Dia hanya peduli padaku sebagai sahabat.
Ketika pertengkaran mereka, Grace mendengar Thomas yang mengatakan jika laki – laki itu hanya peduli terhadap Grace sebagai sahabat. Tidak lebih. Dan apa yang terjadi? Seperti patah hati para gadis kebanyakan. Grace merasakannya. Mungkin lebih parah. Dia menangis semalaman, mogok makan, tidak ingin berbicara ataupun keluar kamar. dia tahu label itu suatu saat nanti pasti akan membuatnya sakit.
Seperti halnya hari ini, Grace kembali melihat Thomas dengan perempuan yang baru dia tahu bernama Gina itu. Banyak orang bilang jika mereka teman. Tapi, dari pandangan Grace, Thomas dekat dengannya. Cemburukah aku? Sudah pasti. Grace tidak pernah menutupi dirinya jika cemburu dengan Thomas. Orang lain mungkin sadar jika dia cemburu. Bahkan sahabatnya, Salsa mengatakan hal itu. Tapi, cuma Thomas yang tidak tahu.
Mungkin dia tidak perduli, batin Grace
^^^
__ADS_1