
"Kamu lama banget sih, aku udah nunggu kamu loh" ucap Rendy sambil menarik pergelangan tangan Syifa dan meninggalka ketos dan temannya tersebut.
Rendy dan Syifa kini tengah duduk di kantin untuk menikmati hidangan bakso yang telah mereka pesan tadi. Sesekali Rendy menyendok bakso yang ada di mangkoknya Syifa untuk ia makan, hal itu yang membuat Syifa kesal dengan kejahilan sabatnya yang dari kecil itu.
"Iiii Rendy gimana sih, itukan baksonya aku" rengek Syifa sambil merebut kembali bakso yang ada di mangkuknya Rendy. Ketika Syifa mengaduk bakso di mangkuknya Rendy ternyata yang tersisa hanya kuah baksonya saja. Hal itu membuat Syifa bertambah kesal. Jangan tanya lagi bagaimana ekspresi Rendy ketika melihat raut wajahnha Syifa, ia langsung tertawa dengan keras sehingga membuat seisi kantin melirik ke arah mareka. Di tambah lagi dengan Rendy yang memiliki wajah yang tampan dan terlihat cool dengan baju dan gaya yang acak acakan itu. Sama halnya juga dengan Syifa, ia juga memiliki wajah yang cantik dan dan imut seperti bebyface dan di tambah lagi dengan Syifa yang memiliki lekukan tubuh yang terlihat sexy hal itu membuat para lelaki yang melihat Syifa akan menatapnya dengan tatapan kagum jangan lupakan di tambah juga dengan tatapan yang buas seperti singa yang akan memakan mangsanya.
"Ihh bisa diem nggak sih, malu tuh di liatin orang banyak" kesal Syifa
"Biarin, orang cakep kan emang gitu Ci" ucap Rendy sambil mengedipkan matanya kepada Syifa dengan membanggakan dirinya dengan percaya diri. Syifa langsung mempraktekkan dirinya seperti orang muntah setelah mendengar ucapan Rendy dengan kepedeannya.
"Kamu kenapa Ci? Kamu mual? Apa jangan jangan kamu lagi hamil anak anaknya kita" ucap Rendy dengan tampang yang di buat buat sok khawatir sambil mengusap punggungnya Syifa.
Dengan penuturan Rendy tersebut hal itu membuat seisi kantin kembali melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan yang bertanya tanya dan juga langsung berbisik bisik tentang Rendy dan Syifa.
"*Ihh nggak nyangka banget ya, tampang polos gini tapi udah hamil aja"
"Dantes aja ngebet hamil, body kayak gitar spanyo siapa yang nggak mau sih"
"Dasar anak jaman sekarang masih kecil udah los aja*"
Begitu lah kira kira bunyi gosip para siswa dan siswi yang ada di kantin tersebut. Syifa pun bertambah kesal dengan kejahilan Rendy sudah ke lewat batas ini. Dengan kekesalan Syifa yang sudah memuncak, iapun langsung menendang tulang kering Rendy. Sedangkan Rendy hanya bisa meringis kesakitan dengan tendangan maut yang di berikan oleh Syifa dengan secara tiba tiba. Syifa yang masih belum merasa puas dengan tendangannya iapun beralih ke rambutnya Rendy untuk menjambak rambutnya Rendy dengan sekuat tenaganya.
"Ih kasian tuh, ntar kalau bapak nya meninggal anak kamu jadi nggak punya bapak." ucap salah satu siswi di kantin tersebut.
Syifa yang merasa kesal dengan ucapan siswi tersebut langsung menjawab kata kata siswi tersebut.
__ADS_1
"Enak aja, gue itu nggak hamil. Sembarang ngomong aja lo. Nih lihat perut gue nggak buncit." ucap Syifa dengan nada yang agak sedikit teriak supaya semua orang yang ada di kantin tersebut mengetahui yang sebenarnya.
"Kamu juga nih, bercandaan kamu tuh nggak lucu tau. Lihat nih orang orang pada gosipin kita, kata katanya pedes semua lagi" ucap Syifa dengan kesal sambil memukul mukul badannya Rendy.
"Adu du duuuuhh, udah dong Ci, badan aku sakit semua nih. Lihat nih badan kekar aku benjol semua gara gara tangan baja kamu"
"Iya habis kamu juga tuh ngeselin tau nggak, candaan kamu itu nggak lucu"
"Lagian kamu juga ngapain muntah muntah segala?"
"Aku tuh jijik lihat gaya kamu yang sogai sama sokei"
"Apaan lagi tuh arti sogai ama sokei, suka banget deh kamu ngarang ngarang kosa kata baru"
"Sogai tu sok ganteng kalau sokei ntu sok keren dodol" ucap Syifa sambil menoyor kepalanya Rendy.
"Mau di kasih tau apalagi sih nih sama orang orang?" tanya Rendy dengan heran.
"Tentang yang tadi ituuu" ucap Syifa sedikit kesal, saking kesalnya mulutnya pun juga ikut monyong.
"Oh tentang kamu yang hamil anak anak kita itu?"
"Iya tuyul"
"APA? Jadi kamu beneran hamil anak kita?"
__ADS_1
"Masih belum puas sama yang tadi hah?" ucap Syifa yang sedikit membentak dan juga dengan tatapannya yang sangat menakutkan bagi Rendy. Karena Rendy udah sangat sering menjadi bahan percobaan dengan amukannya Syifa. karena merasa takut dengan serangan Syifa yang selanjutnya Rendypun menjelaskan kepada semua yang ada di kantin tersebut bahwa kabar Syifa hamil hanyalah candaannya untuk Syifa.
Para siswa dan siswi yang mendengar penjelasan Rendy tersebut merasa jadi legah dan senang. Mengapa begitu? Yah, karena para pemujanya Rendy sangat begitu kesal ketika mengetahui ia menghamili anak orang. Tapi kekita mereka mengetahui kebenarannya para siswi tersebut bisa memiliki kesempatan untuk mendekati Rendy.
Sama halnya dengan para pengagumnya Syifa, mereka merasa sangat legah setelah menhetahui kabar ia hamil itu hanyalah candaan semata. Mereka juga berfikir bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk mendekati Syifa supaya dapat berteman dengan dia bahkan ada yang berharap bisa lebih dari teman.
Sama halnya dengan Syifa dan Rendy mereka langsung bergegas ke tempat kegiatan mos dilakukan. Mereka berjalan saling bergandengan tangan, terkadang Rendy juga menjahili Syifa sehingga membuat Syifa selalu mengeluarkan jurus andalannya.
Berbagai macam jurus andalan Syifa sudah di rasakan oleh Rendy karena ke jahilan Rendy yang selalu membuat Syifa merasa kesal dan langsung mengeliarkan jurusnya. Terkadang Rendy menunjukkan sayangnya terhadap Syifa yaitu dengan menjahili sahabatnya yang sejak kecil itu.
Terkadang Rendy juga melakukan hal yang lucu supaya membuat Syifa bisa tertawa.
Mereka kini sudah sampai di lapangan tempat mos dilakukan. Kini mereka sedang duduk di lapangan yang di iringi dengan panas teriknya matahari untuk mendengarkan arahan yang di sampaikan oleh ketos songong (menurut si Rendy sih).
Sedangkan Rendy masih melanjutkan kejahilannya untuk menjahili Syifa. Kini yang ia lakukan adalah melempari Syifa dengan batu batu yang kecil, karena tempat duduk mereka terpisah. Syifa duduk di timnya cewek sedangkan Rendy duduk di tim cowok. Syifa yang merasa kesal dengan Rendy yang nggak ada kapok kapoknya ia pun mengumpulkan semua batu batu kecil yang ada di dekatnya. Syifapun berdiri dari tempat duduknya dan...
"Nih rasain nih" ucap Syifa dengan geram sambil melempari semua batu yang ada di tangannya kepada Rendy.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hai semuanya mohon komen, like dan juga votenya yaa supaya aku tetap semangat untuk membuat cerita.