Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode LImatiga


__ADS_3

Rapat rencana untuk surprise party hari minggu sudah selesai dilakasanakan Thomas. Laki - laki itu sekarang berada dirumah calon mertuanya. Dia memang belum secara resmi izin kepada kedua orang tua Grace. Hanya sebuah kalimat yang diucapkannya ketika malam sebelum keberangkatan dirinya ke London untuk study.


Darius menatap Thomas yang saat ini duduk didepannya dengan serius. "Jadi, niat kamu datang kesini untuk melamar Grace?"


Thomas mengangguk. Laki - laki itu duduk tegak dan kaku menghadap ayah Grace. Percaya dirinya yang tadi dibangun seolah hilang ketika berhadapan dengan calon mertuanya langsung.


"Saya serius dengan Grace. Dan saya sangat mengharapkan izin om untuk menikahkan Grace."


Darius kembali menantang Thomas. "Punya apa kamu?"


Pertanyaan standard yang sudah diketahuinya. Sang papa sudah memberikan pertanyaan - pertanyaan yang pasti akan ditanya orang tua Grace. Dan hal itu membuatnya percaya diri bisa menjawab.


"Alhamdulillah, Saya sudah bekerja di perusahaan papa om. Dan saat ini saya sudah memegang jabatan yang tetap. Saya juga sudah memiliki rumah yang saya hasilkan dari hasil kerja part time saya waktu di London."


Darius terkejut, "Rumah?"


"Iya om. Saya ingin memiliki rumah tangga dengan Grace di rumah kami sendiri. Karena dari situlah saya bisa mandiri dan belajar untuk bertanggung jawab dengan Grace kedepannya."


"Kenapa kamu ingin menikah tahun ini?"


"Karena menurut saya, niat baik tidak seharusnya ditunda om. Saya mencintai putri om dengan sangat tulus. Dan saya ingin menjaganya dengan seutuhnya. Karena saya tidak ingin status saya goyah kedepannya. Maka dari itu saya ingin mengokohkan status kami dengan cara yang halal dan baik di mata agama."


Darius tersenyum bangga melihat keberanian Thomas.  Sejujurnya, dia sudah mendengar niat baik Thomas dari sahabatnya. Yaitu Andreas, ayah Thomas sendiri. Dia hanya ingin tahu seserius apa Thomas ingin memiliki anaknya.

__ADS_1


Dengan anggukan yakin Darius mendukung niat baik Thomas, "Baiklah. Saya terima lamaranmu. Kamu boleh menikahi anak saya."


Ada senyum bahagia bagi para orang tua yang ada di ruangan itu saat ini. Kedua orang tua Thomas yang bangga dengan kedewasaan Thomas dan keseriusannya untuk menikahi Grace. Ada juga bundanya Grace yang bangga memiliki calon menantu yang sangat mencintai anak perempuannya.


Alhamdulillah. Satu step terlewatkan, batin Thomas.


^^^


Perasaan gugup itu sungguh dirasakan oleh Grace. Bagaimana tidak, setelah perjalanan panjang kisah cintanya dengan Thomas. Akhirnya hari inilah pengukuhan cinta mereka untuk memasuki jenjang yang lebih serius. Keraguan yang sempat Grace rasakan seolah hilang begitu dia melihat wajah Thomas yang juga sama gugup dengannya di layar tv yang diletakkan bunda Grace.


"Kamu gugup sayang?" Tanya Renata. Dia berjalan mendekati Grace dan duduk di samping putrinya. "Sedikit ma. Aku takut Thomas salah ucap nama. Hehe..."


"Hush! Gak boleh gitu. Kita doakan semoga Thomas bisa lancar mengucapkan ijab kabulnya."


Renata menggeleng dan mencoba menghapus air matanya denga tisu. "Bunda senang sayang. Kamu sudah dewasa dan sekarang sudah menikah. Bunda pasti bakal rindu sama kamu."


Grace mengambil tangan bundanya dan menariknya ke dalam genggamannya. "Aku kan bisa kesini kalau liburan bun. Lagian rumah aku sama bunda gak jauh kok. Jadi aku pasti akan sering main kesini."


Renata mengangguk "Maaf ya sayang. Dulu bunda jarang punya waktu karena kesibukan bunda dan ayah."


"Tidak apa bun. Aku mengerti. Semua itu juga untuk aku. Jadi aku gak akan marah."


Sang bunda menarik Grace kedalam pelukannya. Sungguh bangga dia bisa memiliki Grace sebagai anaknya. Dia sungguh baik dan dewasa.

__ADS_1


"Bunda doakan semoga keluarga kamu bahagia, dan selalu harmonis sayang. Jadilah dewasa jika suami kamu butuh kamu untuk menjadi dewasa. Jadi lah penyabar jika suami kamu sedang dalam marah, dan berikanlah dia arah jika dia salah jalan. Karena, meskipun suami adalah pemimpin. Dia pasti memiliki kelemahan. Dan kamu sebagai istri adalah pelengkap untuk membuat kelemahan suami kamu jadi kekuatan."


Grace menyimpan baik – baik wejangan bundanya. Hal yang mungkin akan dibutuhkannya sebagai bekal seorang istri "Iya bun. Grace akan ikutin semua saran bunda."


Ketika keduanya masih larut dalam tangis haru. Salsa, sahabat Grace mengetuk pintu dan mengatakan jika ini sudah saatnya untuk Grace turun dan bertukar cincin.


Langkah demi langkah menuju kearah sosok yang akan menjadi imam dalam sholat nya dan juga pemimpin dalam rumah tangganya saat ini selalu di panjatkan doa olehnya. Ada senyum kelegaan yang Grace lihat di wajah Thomas-suaminya.


Ketika dirinya sudah berdiri disisi Thomas. Pria itu membisikkan sesuatu yang membuat wajah Grace memerah karena malu. "Kamu cantik istriku."


Keduanya saat ini disuruh untuk menandatangani buku nikah mereka. Dan setelah itu pemasangan cincin pun dimulai. Salsa menyerahkan kepada Thomas pertama kali. Kemudian diikuti oleh Grace. Setelah cincin itu tersemat dijari mereka. Grace mengambil tangan Thomas untuk di ciumnya. Diikuti Thomas yang mencium kening istrinya dengan kata - kata yang kembali membuat wajah sang istri memerah.


"Mulai detik ini, kamu adalah nyawa, belahan jiwa dan ragaku, sayang. Kamu istriku." Tambahnya.


"Kamu suamiku, mas." Keduanya pun larut dalam tangis haru, dan tawa kebahagiaan yang terpancar dari wajah masing - masing.


^^^


Attention! 


Masih ada sedikit lagi chapter menuju ending! 


Hope you guys like it ! 

__ADS_1


__ADS_2