
Ketika Grace sudah berjalan kerumah Thomas. Dia sudah melihat Thomas yang sudah lengkap dengan pakaian sekolahnya sedang menunggu dirinya didepan pagar. "Tumben kamu sudah bangun jam segini." Thomas tersenyum dan mengacak rambutnya.
“Kan kamu udah gak mau bangunin aku lagi kayak dulu. Jadi, aku sudah harus mulai belajar buat bangun sendiri. Yah.. walaupun aku harus ngerusakin jam weke kurang lebih sekitar 50 jam weker kayaknya." Mendengar itu membuat Grace meringis. Kasian jam wekernya kena lempar Thomas melulu.
“Jadi sekarang udah yang keberapa?" Tanya Grace sedikit penasaran.
“Ini sudah yang ke 53 kayaknya. Nanti kamu temenin aku beli jam weker lagi ya?." Ajaknya.
“Terus nanti kamu lempar lagi?" Thomas langsung menganggukkan kepalanya.
"Enggak." Kata Grace yang langsung membuatnya mengerutkan dahinya.
“Kenapa? Kamu gak mau temenin aku?" Tanya dia dengan lesu. Grace sontak tersenyum melihat wajah Thomas saat ini. Lucu banget sih kalau manja gini. Grace yang gemas langsung mengacak rambutnya yang sudah tertata rapi itu.
“Gemes banget sih kalau lagi manyun gini. Hehe ... maksud aku, kamu gak usah beli jam weker lagi. Nanti aku bangunin lagi kayak biasanya. Mau?" pertanyaan Grace langsung dianggukinya dengan senyuman yang lebar.
"Akhirnya. Aku pikir kamu masih canggung - canggung lagi sama aku." Ucapnya.
“Gak lagi kok. Yaudah ... Masuk yuk. Kita sarapan."
Ketika masuk ke dalam rumah Thomas, Grace melihat kedua orang tua Thomas yang sudah duduk di meja makan.
Mamanya Thomas langsung menghampiri dan memeluknya.
"Aduh ... tante kangen banget sama kamu." Kata mamanya Thomas. Grace jua mengatakan hal yang sama. dia juga sangat merindukan mama Thomas.
“Kamu kok sudah lama gak kesini? Biasanya kan dulu selalu kesini. Bangunin Thomas terus sarapan bareng kita. Ya gak, pa?" Tanya mamanya Thomas.
__ADS_1
“Iya Grace. Kamu sudah lama gak kesini. Kenapa? Berantem ya sama Thomas?." Tanya papanya Thomas.
"Eh! Kalian berantem?" Timpal mamanya Thomas. Sebelum Grace menjawab. Thomas sudah memotong ucapannya.
“Waktu itu ada sedikit salah paham Ma,Pa. Tapi, sekarang sudah selesai kok." Ucap Thomas.
Mamanya Thomas menatap anaknya dengan tajam. "Pasti Thomas yang jahat ya? Kalau iya, kamu harus kasih tau tante. Jadi biar dia tante hukum." Grace langsung tersenyum kearah Thomas.
“Hehe.. enggak kok tan. Cuma salah paham aja. Sekarang udah selesai masalahnya." Ucapnya.
“Syukurlah. Kalian itu jangan berantem - berantem. Kan teman kecil. Kalian harus akur. Oke?" Saran mamanya Thomas yang langsung di angguki keduanya.
^
^
Ketika selesai sarapan. Thomas langsung mengajak Grace ke mobilnya. "Pasang seatbelt nya, Grace." Perintah Thomas yang langsung di laksanakan Grace.
Dia pun langsung melajukan mobilnya menuju sekolah. Selama dijalan. Thomas dan Grace sama – sama bingung ingin membicarakan apa. Mereka justru terdiam satu sama lain. Thomas melihat Grace yang sepertinya tidak ingin mengatakan apapun untuk memecahkan situasi sunyi ini. Padahal tadi pagi dia sudah merasa sangat senang waktu Grace bersikap seperti memanjakannya lagi tadi pagi.
“Jadi ..." Thomas melihat Grace yang mengalihkan tatapannya dari jendela menjadi kearahnya. "Kamu mulai besok bangunin aku kayak dulu lagi?" Tanya Thomas penasaran. Grace membalasnya dengan senyuman dan anggukan.
“Terus kamu mulai sarapan sama aku lagi? Berangkat dan pulang sama aku lagi?" Tanya Thomas lagi yang kembali di iyakan Grace.
Thomas yang tadinya merasa senang langsung merubah wajahnya jadi cemberut. "Ngomong dong Grace. Jangan angguk - angguk saja." Katanya.
Grace langsung mengacak rambutnya lagi seperti tadi di kamarnya.
__ADS_1
Gua senang.
Mungkin bagi kebanyakan laki - laki, ketika tatanan rambutnya sudah rapi. Tapi, kemudian di acak - acak oleh kekasihnya seperti yang Grace lakukan dari tadi. Pasti mereka akan marah karena rambutnya rusak. Mereka akan bilang jika pasangannya sudah menghancurkan tatanan rambutnya yang sudah tersisir rapi.
Tapi, bagi Thomas, hal itu justru membuat dirinya senang. Dia senang Grace mulai dekat lagi dengannya. Dia senang Grace sudah tidak canggung lagi padanya. Pokoknya, Thomas bahagia saat ini. karena sudah bisa berada didekat Grace lagi.
Ketika akhirnya mobil Thomas sampai disekolah. Dia melihat Grace yang sudah melepas seatbeltnya. Thomas memanggil Grace supaya melihat kearahnya. "Kalau hari ini ada yang tanya sama kamu, kamu punya pacar atau enggak, jawab iya. Kalau Jason mulai dekat sama kamu lagi dan gangguin atau godain kamu lagi. Kasih tahu aku. Paham?" Perintah Thomas buat Grace.
Dia melihat Grace tersenyum. "Iya Thomas. Posesif ih!." Balasnya sambil kembali mengacak rambut Thomas.
Thomas langsung memegang tangan Grace yang ada dirambutnya "Aku senang kamu bersikap kayak gini sama aku." Katanya.
“Maksudnya?"
“Kamu yang seakan manjaain aku." Kata Thomas lagi. Grace kembali tersenyum. "Iya." Dia langsung mengarahkan tangannya kepipi laki – laki didepan ini.
“Mulai sekarang cuma aku yang bisa kayak gini sama kamu. Awas aja kalau aku lihat kamu dipegang - pegang perempuan lain. Aku bukannya ngacak rambut kamu kayak tadi. Tapi, aku jambak." Ancamnya yang membuat Thomas menelan ludah.
“Jahat dan posesif ya Grace." Ledek Thomas sambil tersenyum dan mengeus wajha Grace dengan lembut.
“Kamu juga." Keduanya sontak tertawa.
Akhirnya gua lihat senyum lo lagi Grace. Bukan dari orang lain yang bikin lo tersenyum, tapi, gua sendiri.
Thomas langsung mengacak rambut Grace pelan.
^^^
__ADS_1