
"Lagian .. belum tentu juga gua mau sama lo kalo sma nanti. Sekarang aja gua gak ada perasaan apa - apa sama lo." Lanjutnya.
“Pokoknya aku bakalan buat kamu suka sama aku." Balas Cindy yang tak kalah memaksa.
"Terserah lo lah!, capek gua ngomong sama lo!." setelah mengataka itu, Thomas meninggalkan Cindy di tempat itu. Saat ini, dipikirannya hanya ada satu orang, yaitu Grace. Sejak dirinya datang dan berpisah dari sahabatnya itu Thomas merasa bersalah. Grace pasti sedih jika makan sendirian.
"Grace dimana sih?." Gumamnya sambil mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru aula. Hingga disatu titik, dia berhasil meiihat sahabatnya itu. Tapi, ketika dia mendekat. Grace terlihat sedang tidak sendiri. Tunggu! Itu laki – laki bau kencur itu kan!, Batin Thomas.
Dengan kesal, Thomas melangkahkan kakinya ke sosok yang sejak tadi dicarinya. Dia melihat laki – laki itu memegang tangan Grace, yang mana membuat wajah perempuan itu terkejut.
Thomas geram. Dia tahu jika Grace malam ini memang terlihat sangat cantik. Jadi, wajar jika banyak yang akan mendekatinya. Tapi, entah kenapa perasaan Thomasmerasa kesal dan benci jika ada orang lain yang mengobrol dengan Grace, sahabatnya.
"Grace!." Grace terlihat terkejut dengan panggilan dari Thomas. Tapi, dia langsung mengalihkan tatapannya kearah lain. Grace buang muka?, Thomas heran dengan sikap Grace. Apa Grace marah akan sikapnya yang pergi meninggalakannya sendiri. Sedangkan, mereka datang bersama.
^
^
__ADS_1
^
Akhirnya kecanggungan pun terjadi. Thomas yang heran melihat sikap Grace yang berubah ketika bertemu dengannya segera menarik tangan Grace yang masih di pegang oleh Jason. Thomas kesal. itu yang dirasakannya begitu tangan Jason masih menyentuh tangan Grace-sahabatnya.
Entah apa yang merasuki Thomas. Disatu sisi, dia kesal. tapi, disisi lain dia merasa jika sebagai seorang sahabat dia harus mendukung Grace untuk bisa dekat dengan siapa saja.
"Sorry, gua mau bawa Grace dulu." Ucap Thomas sambil bersiap untuk pergi dari hadapan Jason.
Langkah Thomas berhenti karena ternyata Jason juga memegang tangan Grace yang satu lagi.
"Sorry thom, tapi gua lagi ngomong disini sama dia."
Grace yang masih bingung dengan keadaan ini segera menarik kedua tangannya yang berada di genggaman kedua laki – laki disampingnya ini.
"Aku lagi ngomong sama Jason, Thom. Can you see that?!" Ucap Grace akhirnya.
Thomas yang terkejut mendengar ucapan Grace pun merasa kesal.
__ADS_1
"Tapi gua yang jadi pasangan lo hari ini Grace!."
"Thomas, kamu bisa sama Cindy kan? Dia cocok kok jadi pasangan kamu. Aku kan cuma dateng sama kamu, bukan jadi pasangan kamu." Jelas Grace.
Thomas bisa melihat ada raut kemenangan di wajah Jason.
'Damn you jason!'
Thomas menatap Grace dengan jengkel. "Lo kenapa sih Grace? Gua itu gak mau sama Cindy." Jelas Thomas.
"Yasudahlah Thomas, lebih baik lo sama Cindy aja. Biar Grace sama gua. Ada yang mau gua omongin sama dia." Sahut Jason sambil menarik lagi tangan Grace.
Thomas pun menahan tangan itu. "No!, you go with me!." Pegangan yang di pegang Jason pun terlepas. Thomas kemudian membawa Grace ke luar ke arah parkiran.
"Kita pulang." Ucap Thomas.
Langkahnya tertahan ketika Grace berhenti dibelakanganya. "Tapi aku masih mau didalem Thomas."
__ADS_1
"Gak ada tapi - tapian." Thomas pun mengajak Grace masuk ke mobilnya. "Pak jalan."
^^^