
"Nih rasain nih" ucap Syifa dengan geram sambil melempari batu yang ada di tangannya kepada Rendy.
Rendy yang mendapatkan serangan secara tiba tiba dari Syifa juga ikut berdiri dan melempari kembali Syifa dengan batu sambil tertawa dengan keras. Saking asyiknya mereka berdua dalam peperangan mereka, bahkan mereka tidak menyadari bahwasanya mereka kini tengah di perhatikan di lapangan tersebut sedanhkan Dion yang sedang memberikan arahan kepada adik kelasnya ini menghentikan pembicaraannya dan mempeehatikan mereka yang sedang bertengkar layaknya seperti anak kecil.
"Oohh jadi kamu nggak mau ngalah?" ucap Syifa sambil berkacak pinggang dan di iringi dengan senyuman iblisnya.
"Hmm, nggak bakal" tantang Rendy juga mengikuti seperti apa yang di lakukan oleh Syifa yaitu dengan beediri sambil berkacak pinggang dan juga ikut senyum meremehkan Syifa.
"Ihhh nyebelin banget sih" kesal Syifa dengan wajahnya yang seperti anak kecil itu. Hal itu membuat Rendy kembali menertawai sahabatnya itu.
"STOP!" teriak Dion.
Rendy dan syifa yang tadinya masih perang mulut kini mereka terdiam, dan juga mereka baru menyadari bahwa dari tadi mereka sudah menjadi tontonan para siswa baru dan panitia osis.
"Sekarang kalian berdua berdiri di depan ini dengan mengangakat sebelah kaki kalian sambil menjewer telinga kalian masing masing" perintah Dion kepada dua sejoli itu.
"Hukannya berapa lama kak?" tanya Rendy.
"Sampai acara ini selesai"
"Kalau gitu gue wakilin Syifa yaa, jadi gue di hukum hari ini sampe acaranya selesai. Besok lanjut lagi hukumannya" ucap Rendy kepada Dion.
"Ihh kamu apa apaan sih Put?" tanya Syifa. Yah Syifa biasa memanggil Rendy itu dengan panggilan Putra, yang nama panjang Rendy adalah Rendy Putra Atmaja.
"Udah Ci, aku nggak papa kok"
"Nggak papa gimana? Kalau cuma kamu doang yang di hukum aku nggak bakal terima Put" ucap Syifa kepada Rendy.
"Tap..."
Ucapan Rendy terpotong oleh ucapannya Syifa.
"Ok kak, kami akan melaksanakan hukuman dari kakak"
"Nggak bisa gitu dong Ci"
"Udah deh put terima aja, aku nggak papa kok" ucap Syifa sambil menarik Rendy menuju tempat mereka di hukum.
Tiga jam lamanya mereka di hukum akhirnya masa hukuman mereka berakhir karena waktu pulang sekolah telah tiba dan kini mereka sedang berteduh di atas pohon. Ketika Syifa dan Rendy berteduh di bawah pohon seseorang menyodorkan sebotol minuman kepada Syifa.
"Nih minum" ucap seseorang yang menyodorkan sebotol minuman kepada Syifa. Syifapun mangangkat kepalanya dan melihat Dion memberikan minuman untuk nya.
"Buat gue?" tanya Syifa sambil menunjuk dirinya.
"Menurut lo gue kasih ini buat siapa?"
Ketika Syifa hendak menerima minuman yang di berikan oleh Dion, tiba tiba Rendy menarik minuman yang di tangan Dion itu dan menghabiskannya.
"Lo apa apaan sih?" kesal Dion
__ADS_1
"Yah gue mau minum lah, menurut lo gue mau ngapain?" tanya Rendy dengan emosi
"Ihh putra kamu kenapa habisin minuman aku sih. Aku kan lagi haus banget" kesal Syifa.
"Ehh soryy Ci, aku reflek aja tadi. Kita beli lagi minuman kamu yang banyak yaa" ucap Rendy sambil menarik tangan Syifa menuju kantin dan meninggalkan Dion sendiri. Sedangkan dion hanya melirik kepergian Syifa dan Rendy.
Ckk
Dion hanya berdecak sebal dengan kepergian mereka. Ia pun meninggalkan tempat tersebut dan menuju ruang OSIS.
Di kantin lagi lagi Syifa dan Rendy menjadi sorotan utama di sana karena wajah mereka yang tampan dan juga cantik walaupun sudah tidak banyak para siswa di kantin tersebut. Di tambah lagi dengan mereka yang mendapat hukuman di lapangan di situlah para siswa dan siswi mengatai mereka dengan berbagai cibiran dan ada juga yang memuji mereka.
Ketika Syifa dan Rendy hendak mencari meja yang kosong untuk istirahat sebentar, seseorang melambaikan tangan ke arah Syifa dan Rendy.
"Woii, di sini" panggil seseorang itu
"Put itu bukannya Bima?" tanya Syifa.
"Iya, gabung sama mereka yuk" ajak Rendy sambil menarik tangan Syifa menuju meja di tempat Bima dan teman temannya.
"Kok gue nggak liat lo sih di barisan?" tanya Syifa yang langsung duduk di samping Bima dan merampas minuman botol yang ada di tangannya Bima.
"Woi minum gue ni" sebal Bima
"Yee lo nggak liat apa gue sama ni si kunyuk di jemur sampe pulang?" tanya Syifa.
"Liat sih gue kagak, tapi denger gosip doang. Katanya si ganteng sama si cantik kena hukum"
"Kamu kaya nggak kenal dia aja deh put. Aku aja udah nggak kaget kali, kalau nih tupai nggak ikut kegiata n di sekolah. Sekolah aja males apa lagi ini" ucap Syifa panjang lebar
"Eh btw kenalin nih teman teman gue" ucap Bima.
"Aldo" ucap seseorang yang duduk di samping Bima
"Syifa" jawab Syifa sambil membalas uluran tangannya Aldo.
"Rendy" ucap Rendy sama halnya yang di lakukan Syifa.
"Riko" ucap seseorang yang berada di sampingnya Rendy.
"Syifa"
"Rendy"
"Gila lo Bim, udah dapet teman aja lo. Lah gue belum, nasih ni kunyuk juga teman gue" ucap Syifa sambil menoyor kepalanya Rendy.
"Aduh sakit Ci" ucap Rendy sambil mengelus kepalanya yang di toyor ileh Syifa.
"Aldo sama Riko ini teman gue di luar sekolah" jawab Bima
__ADS_1
"Bilang aja itu teman balapan lo" ledek Rendy
"Heheheh iyeee" cengir Bima.
"Loh gue kok nggak pernah liat sih" ucap Syifa.
"Huu, kamu kan udab lama fakum Ci" ejek Rendy dengan senyum miringnya.
"Inikan juga gara gara kamu ogeb" kesal Syifa
"Siapa suruh pake ketahuan sama aku. HA HA HA HA" ucap Rendy dengan sombongnya sambil di iringi dengan tawa yang berjeda seperti orang jahat.
"Oh iya kok kalian bisa saling kenal sih?" tanya Riko.
"Ohh gue, Syifa sama Rendy satu sekolah di SMP. Nah kalau ni anak bedua, udah temenan dari orok" jelas Bima.
Sedangkan Aldo dan Riko hanya berohh ria.
"Ntar malem kalian balapan?" tanya Syifa kepada Bima dengen berbisik.
"Iya"
"Waktunya seperti biasakan?" tanya Syifa lagi juga dengan berbisik
"Yap"
"Oke" jawab Syifa dengan mata yang berbinar binar. Sedangkan Rendy hanya heran dan penasran dengan apa yang di bisikkan oleh Syifa kepada Bima.
"Habis ngomongin apaan sih?" tanya Rendy penasaran
"Kalian bedua sering ikut balapan sama Bima?" tanya Syifa kepada Aldo dan Riko tanpa menghiraukan pertanyaannya Rendy
"Iya, kadang kita perginya bareng" jawab Aldo.
"Kita juga ada basecampe loh" kini Riko angkat bicara.
"Wah seru dong, kalian biasanya ke basecam kapan sih?" tanya Syifa lagi dengan penasaran.
"Kita biasanya ngumpul tiap jum'at setelah sholat ju'at juga sabtu sama minggu" jawab Riko.
"Kapan kapan gue ikut dong ke basecampnya kalian, ga papa kan?" ucap Syifa
"Nggak papa kok, lebih rame juga lebih seru" jawab Aldo
Sedangkan Rendy hanya memasang tampang kesal karena pertanyaannya yang tidak di acuhkan itu. Karena kesal ia pun juga angkat bicara.
"WOYY" teriak Rendy sambil memukul meja kantin.
"Astagfirullah halazim putra aku kaget nih Kalo tiba tiba aku jantungan trus pingsan habis itu koma habis koma dapet aja kabar aku udah meninggal kamu mau? Emang kamu nggak sedih kalau denger aku udah meninggal aja? Iya?" icap Syifa dengan panjang lebar dan juga cepat seperti mak mak yang lagi rebutan beli sayur dan juga sambil mengelus elus dadanya.
__ADS_1
Mereka bertiga yang mendengar celotehannya Syifa hanya cengo karena celotehannya itu sama sekali tidak ada titik komanya. Setelah sadar Rendy pun berubah yang tadinya hanya melongo kini jadi cerewet kepada Syifa.
"Aduh Ci aku minta maaf, jantung kamu ada yang sakit nggak? Kamu jangan ngomong gitu dong aku kan nggak bisa hidup tanpa kamu, kalau kamu meninggal aku juga bisa kok nyusul kamu"