Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Delapan


__ADS_3

“Oh ayolah thomas...! don't you say you have some kind of feeling with you best friend!" Dia mengacak – acak rambutnya dengan penuh kekesalan.


“Come on thomas..! Gak mungkin kan gua mulai suka sama Grace?." Dari aksi mengelilingi kamarnya dengan heboh. Thomas tiba – tiba berhenti.


"Tunggu! Terus kalau gua suka sama dia kenapa? Emang salah?."


Benar. Tidak ada yang salah. Tapi, ingatan akan kata – katanya waktu kecil tiba – tiba muncul.


"Argghhhh ...! Dia kan sahabat lo!. Lo bisa ngehancurin persahabatan lo sendiri, Thomas!."


Dikepalanya saat ini, Thomas merasa seperti memiliki dua malaikat. Satu malaikat baik disebelah kanannya.


Dan, satu malaikat baik disebelah kirinya. Dia begitu pusing memikirkan perasaan aneh yang dimilikinya saat ini. Hingga suara Kate didepan pintu mengejutkannya.


“Ma.. Privacy, please?." Ucapnya ketika Kate malah memilih duduk dikasurnya.


Kate mengangkat bahunya acuh. "You're not locking your room. Jadi mama bisa masuk." Timpahnya tidak mau kalah. "Ok. Whatever."

__ADS_1


Thomas kini merebahkan diri di depan kursi belajarnya. Dia menutup wajahnya dengan sebuah buku yang diambilnya asal.


“Kamu kenapa?" Tanya Kate yang heran melihat tingkah laku anak laki – lakinya ini. Dia terlihat sedang stress.


“Nothing."


Mendengar jawaban asal Thomas tidak membuat Kate berhenti bertanya. Dia harus mencoba menggali apa yang sedang di alami anak semata wayangnya itu.


“Kamu tadi teriak – teriak loh, Thom. Kenapa? Mama itu denger loh. Don't say nothing kalau sebenernya ada something." Ucap Kate.


Thomas meletakkan buku itu kembai ke atas meja. "Aku juga bingung aku kenapa. Aku lagi capek aja mungkin." Elaknya.


“Yaudah. Jangan lupa makan ya. Mama udah siapin. Ajak Grace makan sekalian. Biar kamu ada temennya. Mama mau pergi kesalon dulu."


“Dia pasti capek abis pulang ngedate ma!" Ucap Thomas tanpa sadar.


“Oh..Hahahahha.. pantesan." Thomas yang terkejut mendengar Kate yang tiba - tiba tertawa langsung membalikkan badan melihat tingkah anehnya.

__ADS_1


“Mama kenapa sih?." Kate menggerakkan tangannya kekanan dan kekiri. Dia mengatakan dirinya tidak apa – apa. Dia masih menahan tawanya hingga dia melihat wajah masam Thomas.


Ah! Anak ku sedang cemburu rupanya, Batin Kate.


“Mama tau sekarang kamu kenapa." Thomas masih melihat Kate dengan wajah masam. "


“You are jealous, right? Hahha." Ketika dia mengatakan kata – kata itu. tawanya kembali pecah.


Cemburu? Thomas menggelengkan kepalanya mendengar ucapan tidak masuk diakal itu "Mama sakit ya?. Ketawa mulu kayak orang gila."


“Haha.. hush! Mamanya sendiri kok dikatain gila." Kate menepuk pundak anaknya. "Abis mama aneh."


“Mama sekarang tau kamu itu tadi kenapa teriak - teriak gak jelas. Kamu cemburu kan Grace pergi ngedate?." Tanya Kate dengan kerlingan mata yang menggoda Thomas.


“Apasih ma. Kita ini sahabatan loh. Mana mungkin aku cemburu." Elaknya.


“Thomas..! Mana ada laki - laki sama perempuan itu sahabatan kalau gak salah satunya dari mereka nanti bakal ada yang suka duluan." Jelas Kate.

__ADS_1


Inilah keuntungannya membaca novel – novel remaja. Kebiasaan yang kadang suka membuat Tio – sang suami- hanya bisa pasrah dan geleng – geleng kepala. Jika istrinya masih terbawa pengaruh kisah romansa yang ditulis para penulis dibuku mereka.


^^^


__ADS_2