Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Tigabelas


__ADS_3

Pagi ini, Grace sudah resmi menjadi anak sekolah menengah atas. Grace yang sekarang bukan lagi Grace yang dulu. Dia merubah penampilannya. Dari seorang gadis yang kutu buku  dengan kaca mata yang bertengger di hidungnya, menjadi gadis yang cantik. Dia memotong rambutnya yang panjang menjadi pendek. Rambut yang dulu berponi tidak terlihat.


Dia sengaja memperlihatkan keningnya dengan gaya rambut sambing. Dia tidak lagi menggunakan kaca mata. Sekarang, dia menggunakan kontak lens sebagai penggantinya. 


Dulu, pakaiannya selalu kebesaran. Tapi, saat ini, dia memotongnya menjadi lebih standard dan stylish.


Grace sengaja merubah penampilannya hanya untuk melupakan keresahan hatinya atau istilahnya move on akibat pertengkarannya dengan Thomas beberapa bulan lalu.


Semenjak pertengkaran malam itu, Grace dan Thomas sudah tidak lagi bersahabat. Thomas seakan menjauhinya. Melihat hal itu tentu membuat Grace sakit hati. Tapi mau bagaimana lagi. Ini juga bukan seutuhnya kesalahan Grace.


"Grace ... Sarapan dulu sayang." Renata mengetuk pintu.


Ketika dia membuka knob nya. Dia sudah melihat Grace yang sudah berdiri di depan kaca. "Sudah cantik sayang." Puji Renata dengan tulus yang dibalas senyuman oleh Grace.


Gadis itu memeluk Renata dengan erat. "Makasih bun."


Hubungan Grace dan orang tuanya sudah mulai membaik sejak beberapa buan lalu setelah kelulusan Grace. Mereka mencoba untuk selalu berada didekat Grace dan selalu mendukung Grace.

__ADS_1


Hal yang membuat hati Grace luluh dan memaafkan kesalahan orang tuanya.


Dia pun mengambil tasnya dan berjalan mengarah ke meja makan bersama Renata. Disana, dia sudah melihat Darius yang sedang membaca korang paginya. "Pagi, Yah." Sapa Grace yang disahuti Darius laki – laki itu meletakkan korannya dan tersenyum kearah sang anak.


"Pagi sayang. Kamu terlihat cantik pagi ini." Pujinya. Grace tersipu malu. Dia tahu ada beberapa hal yang dirubahnya. Hal ini untuk membuatnya percaya diri kembali.


"Apasih yah!. Kan aku cuma mau berubah sedikit aja." Balasnya.


"Iya nih yah!. Si Grace berubah tuh supaya bisa dapet pacar pas SMA nanti hahaha.." tambah Renata dengan candanya. Wajah Grace kembali memerah karena ledekan orang tuanya. tapi, hal itu tidak membuatnya kesal.


"Udah ah!. Kok pada ngeledekin Grace." Grace segera menghabiskan susunya, setelah selesai dia langsung mencium pipi kedua orang tuanya. "Grace berangkat."


"Dasar anak muda." Gumam Renata dengan penuh senyum bahagia.


"Kayak bunda dulu gak pernah muda aja. Haha." Timpal Darius.


Renata mengeluarkan nafas kelegaannya. "Aku senang Grace sudah bisa tersenyum lagi." Darius juga memberikan tanggakan yang sama. "Ayah juga, kita bersyukur Grace sudah tidak terlihat dingin lagi."

__ADS_1


"Ayah, kita harus terus seperti ini ya?." Darius menganggukkan kepalanya. "Insya allah, bun."


^


^


^


Grace saat ini sedang menatap ke arah depan. Lebih tepatnya ke rumah Thomas. Mobilnya sudah tidak ada, berarti laki – laki itu sudah berangkat lebih dulu. Grace mendesah dengan pasrah. "Ayo pak berangkat." Ucap Grace kepada sang supir.


Setelah dua puluh menit berjibaku dijalan dengan kemacetan Jakarta. Mobil Grace akhirnya sampai. Dia langsung turun dari mobil dan berjalan menuju kelasnya.


Ketika dirinya sudah dekat dengan pintu masuk dikelasnya, dia melihat Thomas yang sedang berjalan dengan seorang perempuan. Thomas sempat menatapnya sebentar. Tapi kemudian dia memalingkan wajahnya.


"Dasar! Bukannya salah minta maaf malah bertingkah kayak gak ada masalah." Grace mencoba untuk tak memperdulikannya sikap tidak masuk Thomas dan memilih untuk masuk kekelas.


^^^

__ADS_1


__ADS_2