
“Siapa tuh cewek? Berani banget deket sama Thomas!"
“Sok cantik banget sih tuh cewek!"
"Itu pacar nya Thomas? Gak mungkin lah orang mukanya aja pas - pasan"
Baru saja kakinya menginjakkan halaman sekolah. Grace sudah mendengar banyak suara yang berbisik dibelakangnya. Dan, kata – kata buruklah yang di dengarnya sepanjang jalan menuju kelas.
Grace semakin menundukkan wajahnya karena malu. Padahal, sebelum memasuki sekolah ini, Grace mencoba melatih dirinya untuk tidak bersikap seperti ini lagi. Orang yang mudah di tindas. Dia kesal. Padahal dirinya sudah mencoba untuk berbaur dengan anak sekolah dan mencoba untuk tidak kembali menjadi Grace yang dulu. Tapi tetap saja dia masih merasa asing dan takut akan orang lain dan pendangan menusuk mereka.
“Hey! Kamu kenapa Grace?" Tanya Thomas yang melihatnya menundukkan kepala disepanjang jalan.
Grace hanya menjawab dengan gelengan pelan. Keceriaannya sirna karena tatapan dan ejekan murid – murid di sekolahnya. Entah mengapa dia jadi merasa malu jalan berdampingan dengan Thomas. Dia tahu, Thomas pasti memiliki banyak penggemar. Seperti saat sekolah menengah pertama dulu.
“Kamu kok pucet sih Grace? Kamu sakit?" Thomas memilih berhenti didepannya dan menangkup wajah Grace dengan kedua tangannya.
Ketika Thomas melakukan hal itu, Grace semakin mendengar suara - suara yang membicarakan hal buruk terhadapnya.
__ADS_1
"Gila tuh cewek! Ganjen amat cari perhatian sama Thomas!"
“Ih! Thomas itu kenapa sih! Itu cewek siapanya coba! Pake cari perhatian! Mana dipegang pula tuh pipi! Mending cantik!"
“Dasar gatel! Cari perhatian!"
“Udah gak usah didengerin!" Ucap Thomas tiba - tiba. Grace menaikkan wajahnya untuk melihat Thomas.
"Jangan perduliin omongan orang! Mereka gak tau siapa kamu, jadi jangan dimasukin hati omongan receh mereka"
Grace mengira Thomas tidak mendengar cibiran itu. dia pikir Thomas sama sekali tidak peduli. Tapi, ternyata Thomas mendengar semuanya. Grace hanya membalas ucapan Thomas dengan anggukan. Ketika Thomas menyuruhnya untuk mulai berjalan lagi ke arah kelasnya. Seseorang tiba - tiba memanggil Thomas.
^
^
^
__ADS_1
Thomas senang akhirnya dia bisa kembali merasakan kebersamaannya dengan Grace. Setelah permasalahan mereka selesai. Grace bisa kembali menjadi sahabatnya. Hanya itulah yang saat ini dibutuhkannya. Agar Grace selalu berada didekatnya.
Tapi, ada perasaan yang sedikit mengganggu Thomas saat ini. begitu dia dan Grace sampai di sekolah. Semua mata seolah – olah mengarah kepadanya dan Grace. Dia bahkan mendengar beberapa siswi yang menjelek – jelekkan sahabatnya itu. Thomas ingin mencoba untuk tidak peduli. Tapi, dia tidak bisa. Dia sangat mengenal Grace. Perempuan itu pasti akan merasa sedih jika banyak orang yang akan mengejeknya. Thomas takut Grace akan sakit hati karena perkataan mereka.
Grace itu adalah perempuan yang sangat susah untuk berteman. hanya Thomas lah yang sejak dulu dekat dengannya. Sebenernya, dia ingin Grace bisa berbaur dengan yang lain. Biar Grace bisa merasakan senangnya masa remaja. Itulah yang sering kali Thomas pikirkan.
Thomas melirik kearah Grace yang saat ini sedang menundukkan kepalanya. Thomas kesal. kenapa Grace tidak berani untuk menunjukkan dirinya. Grace itu cantik, pintar, lemah lembut dan baik. Apa yang harus dia tutupi? Harusnya, orang - orang yang mengatai Grace itulah yang malu. Wajah mereka pas – pasan tapi menjelekkan orang lain.
"Udah gak usah didengerin!" Ucap Thomas sambil menaikkan wajah Grace dan melihat kedalam matanya.
Damn Grace! Kenapa ngeliat lo dari deket gini makin buat jantung gua gak karuan sih! Oke Thomas! Fokus! Lo harus tenangin Grace dulu sekarang!
"Jangan peduliin omongan orang! Mereka gak tau siapa kamu, jadi jangan dimasukin hati omongan receh mereka"
Grace yang mendengar omongan Thomas hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Aduh lucu banget sih kalo nurut gini.
^^^