
Satu minggu kemudian,
Hari dimana sesuai janji yang Grace ucapkan kepada karyawan kafe miliknya. Acara field trip dengan tujuan untuk membuat mereka semua bisa rileks dan beristirahat dengan nyaman setelah sibuk beberapa waktu lalu.
Bandung. Kota kembang ini menjadi ujuan field trip yang di adakan kali ini. Meskipun beberapa sempat ada yang menyarankan Bali. Tapi vote terbesar jatuh ke kota Bandung. Jadi, disinilah mereka sekarang.
Villa, akomodasi, dan persiapan makanan selama tiga hari empat malam ini sudah disiapkan dan tersedia untuk semua orang. Anak buah ayah Grace sendiri yang menyiapkan semuanya. Karena tahu anaknya akan mengadakan field trip, Darius tentunya tidak mau ketinggalan untuk ikut andil mengatur seluruh rencana. Meskipun dirinya saat ini sedang ada meeting di Spanyol bersama sang istri. Darius akan selalu memastikan semua keinginan Grace aman. Bahkan Thomas tidak diijinkannya untuk membantu. Alasannya tentu karena mereka berdua baru saja pulang dari bulan madu. Segala kesibukan lebih baik diberikan kepada anak buah Darius saja. Supaya tidak membuat keduanya lelah.
"Bu! Pak!" Sasa menyapa Grace dan Thomas yang baru saja tiba. Keduanya datang bersama. Tidak bersama rombongan. Alasannya tentu Thomas tidak mau di tinggal sendirian. Dan karena tadi dia meminta jatahnya yang akan tertunda selama acara ini berlangsung. Tentunya membuat mereka berdua jadi datang terlambat.
"Gimana persiapannya? apa ada yang kurang?"
Sasa menggeleng. "Gak ada Bu. Semua udah lengkap. Bahkan tadi bos besar melebihkan beberapa makanan dan hiburan pelengkap untuk acara ini."
__ADS_1
"Baguslah. Kalian bisa menikmati semuanya. Jangan sungkan. Ini acara kalian."
"Baik Bu. terimakasih. Oh iya! Villa bapak sama ibu juga sudah di siapkan. Mari bu, saya bantu sekalian bawa barang-barang nya."
"Eh tidak perlu! Biar saya saja sama bapak. Kamu bisa lanjutkan acara supaya meriah. Saya sama bapak mau kedalam dulu."
"Baik Bu. Makan siang mungkin akan siap jam 12 Bu. Apa ibu mau saya bawakan ke villa aja?"
"Baik Bu kalo begitu. Saya pamit mau lanjutin acara."
"Silahkan."
Thomas yang sejak tadi terdiam, langsung menarik pinggang istirnya untuk mendekat padanya. Melihat jika orang kepercayaan Grace sudah pergi. Thomas langsung menggendong Grace untuk masuk ke dalam villa.
__ADS_1
"Mas! Kamu ngagetin aku! Turunin! Nanti kalo ada yang liat malu!" Grace menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Gak akan ada yang berani liat. Lagipula, kita suami istri. wajar jika bersikap begini. Ah! senangnya aku. Sepertinya kita bisa lanjutin kegiatan kita pagi ini."
Wajah Grace bersemu. Thomas ini memang tidak mau berhenti jika sudah melakukan hal yang disukainya. "Tadi pagi kamu tidak puas? Habis ini kita kan masih ada acara lagi."
"Mana aku puas kita main secepat itu. Aku kira kita gak akan bisa bebas melakukan itu selama disini karena kita akan tidur di villa yang sama. ternyata ayah mengerti aku dengan baik. buktinya dia menyiapkan kita villa terpisah. Ah! Memang ayah Darius yang paling mengerti aku!"
Tanpa mau berlama-lama lagi. Thomas langsung membopong istrinya untuk masuk kedalam kamar yang sudah di hias sedemikan nyaman oleh orang kepercayaan ayah Grace. Mendapatkan villa yang kosong untuk mereka berdua. Tentunya membuat Thomas semakin bahagia. Karena dengan begitu, dia bisa mengeksplor tempat ini bersama istrinya.
"Habis kamu sama aku hari ini." Tatapan Thomas yang penuh nafsu sudah tidak bisa di elak. Disepanjang hari, Grace hanya bisa berteriak pasrah dalam kepuasan yang diberikan suaminya.
...^^^...
__ADS_1