
Berdekatan dengan Thomas seperti sekarang ini entah kenapa membuat Grace sedikit canggung. Dulu, hal yang menjadi kebiasaan untuknya membangunkan Thomas dan berangkat bersama terasa sangat menyengkan dan tidak pernah dia merasa secanggung seperti sekarang ini.
Ternyata tidak berteguran dengan Thomas untuk waktu yang cukup lama bisa membuat keadaan jadi sedikit awkward menurutnya. Mana dari tadi Thomas terlihat diam saja. Grace mau mulai bicara pun jadi takut. Padahal biasanya dia lah yang akan selalu mengoceh didepan laki – laki itu.
Haduh kamu gimana sih Grcae! Masa gitu saja gak berani! Dasar bodoh!
Ketika mobil Thomas berhenti karena lampu merah. Entah mengapa Grace merasa jika Thomas melirik kearahnya. Atau aku saja yang merasa begitu?
"Kamu sedikit berubah Grace." Akhirnya Thomas mengeluarkan suaranya.
"Be...berubah gimana?" Grace membersihkan tenggorokannya untuk menghilangkan rasa canggung ini.
"Kamu lebih banyak diam. Apa aku yang salah ya?. Tapi, aku ngerasa gitu." Balasnya lagi. Grace sempat mengarahkan pandangannya kearah Thomas.
Ya tuhan... kenapa sekarang aku baru sadar pas lihat Thomas dari dekat. Dia sekarang benar - benar berubah. Terlihat seperti ... aduh bagaimana aku mengatakannya ... tidak seperti remaja lagi. Apalagi jakunnya itu.
“Grace ...! Grace ...!" panggi Thomas. Sepertinya Grace terlalu asik melihat jakun yang bergerak turun naik. Sampai dia tidak sadar akan pertanyaan Thomas.
“Aku biasa saja kok. Masih sama kayak dulu."
__ADS_1
“Well, mungkin aku saja yang merasa kayak gitu. Soalnya kita udah lama gak ..." Thomas tidak menyelesaikan kata - katanya. Grace tahu. Pasti dia bahas masalah salah paham waktu itu.
“Iya. Aku sedikit merasa awkward sekarang dekat kamu, Thom." Grace melihat Thomas mengernyitkan dahinya.
"Canggung? Kenapa?"
Haduh Thomas, kita kan udah lama gak bareng kayak gini lagi. Masa iya kamu gak paham.
“Gak papa. udah lupain saja." Tak lama lampu merah berubah hijau. Thomas langsung menjalankan mobilnya. Grace pikir pembahasan itu akan berhenti sampai disaat itu saja. Tapi, ternyata tidak. Ketika mobil Thomas sudah berhenti tepat di parkiran sekolah. Thomas menahannya dan tidak mengijinkannya keluar dari mobil.
^
^
^
Apa ini Grace yang Thomas kenal? Dia tidak percaya ternyata Grace merasakan hal itu. Bukannya dulu mereka dekat?
Thomas mengutuk dirinya. Tentu dulu mereka dekat. Tapi, kan keadaa setelah adanya masalah itu, dia dan Grace benar - benar tidak berhubungan lagi.
__ADS_1
Bodoh lo Thomas!.
Sepertinya dia harus membahas masalah ini dengan Grace. Dia tidak mau Grace berubah. Thomas mau Grace-nya yang dulu. Yang ceria kalau depannya. Yang tiap pagi akan datang kerumahnya untuk membangunkan Thomas agar tidak telat bangun. Yang selalu sarapan dirumahnya sebelum berangkat sekolah. Yang selalu berangkat disatu mobil yang sama. Oh! Thomas sangat merindukan Grace-nya yang dulu.
Thomas harus menyelesaikan masalahnya ini agar membuat keadaan mereka tidak canggung lagi menurut Grace. "Bisa kita bahas masalah kita dulu?."
Grace menatap Thomas dengan dalam, "Masalah apa? Bukannya sudah dibahas kemarin." Kata dia.
“Maksud aku, aku pengen kita dekat kayak dulu. Aku mau kamu yang ceria lagi. Aku mau kamu yang selalu dekat sama aku. Bangunin aku tiap pagi. Sarapan sama aku. Dan berangkat sama aku lagi." Pinta Thomas.
"..." Dia masih menunggu respon Grace. Tapi, Grace malah diam.
“Grace."
“Iya." Sahutnya.
Thomas kembali menatap Grace sambil mengharapkan jawaban perepmuan itu, "Jadi?."
^^^
__ADS_1