
Malam ini entah ada angin apa Grace melihat Jason yang sudah berdiri didepan rumahnya. Tadinya, ketika mamanya memanggil jika ada teman yang datang. Grace berfikir jika itu Thomas. Tapi, jika itu pun benar Thomas. Mamanya tidak mungkin memanggil. Dia hanya akan menyuruh Thomas untuk masuk langsung masuk kedalam.
"Jason? Ada apa?" Grace melihat Jason yang menggaruk tengkuknya. Tak lama dia tersenyum sambil menyerahkan bungkusan.
"Martabak buat kamu. Aku kesini mau cek keadaan kamu." Jelasnya.
Grace melirik kedepan rumahnya. Dia takut jika Thomas melihat Jason sekarang ada dirumahnya.
Aduh! Kalau Thomas lihat Jason disini dia pasti marah. Tapi, kalau usir Jason juga gak enak.
"Makasih kamu udah khawatir Jason. Tapi, aku udah gak papa." Jelasnya. Grace tidak ingin Jason disini terlalu lama. Sebelum Thomas datang dan mengamuk.
"Aku khawatir, Grace. Luka itu pasti ninggalin bekas." Balas Jason lagi.
"Tadi udah dikasih obat sama dokternya. Dan sekarang udah mendingan. Kamu gak usah khawatir." Matanya selalu mencuri kedepan. Grace benar - benar takut Thomas melihat situasi ini.
"Kamu kenapa? Kayaknya gak nyaman banget. Kamu gak suka aku disini?" Tanya Jason. Grace melihat raut wajah Jason yang sedih. Grace tahu kalau dia pasti sudah menyakiti Jason. Tapi, Grace juga tidak ingin Thomas sakit hati dan salah paham dengannya.
"Maaf Jason. Aku hanya takut Thomas melihat." Ucapnya dengan jujur.
"Memang kenapa kalau dia lihat? Grace, apa segitu gak maunya kamu kalau aku disini?" Balas Jason lagi.
"Maaf, Jason. Bukan begitu maksud aku. Hanya ..."
"Hanya apa, Grace?" Sebuah suara baru saja terdengar.
__ADS_1
Kacau sudah!
^
^
^
Baru saja niatnya untuk datang menjenguk Grace. Mata Thomas sekarang sudah terkontaminasi dengan kehadiran Jason yang saat ini berdiri di teras rumah pacarnya.
Sial! Tingkahnya gak bisa dianggep enteng.
Thomas langsung pergi ke rumah Grace. Ucapan Grace pun terhenti ketika melihat Thomas. Sedangkan Jason, dia seolah tidak berbuat salah. Dia justru menunjukkan senyum liciknya.
Memang kalau peganggu itu gak pernah tau diri.
"Thomas. Jason cuma mau jenguk aku aja."
"Apa? Kamu senang dia jengukin kamu dari pada aku?!" Dengan kesal Thomas berbicara sedikit kasar kepada Grace. Dia juga melihat Grace sempat terkejut dengan bentakannya.
"Bisa kan lo gak usah bentak dia?" Balas Jason tak kalah emosi.
"Apa hubungannya sama lo? Lebih baik sekarang lo pulang." Usir Thomas.
"Ini rumah Grace. Bukan rumah lo. Yang berhak usir gua ya cuma Grace." Balas dia lagi.
__ADS_1
"Ini rumah PACAR gua! Kalau lo mau tau!" Thomas sengaja menekankan kata pacar supaya membuat Jason sadar diri.
"Huh! Baru pacar aja songong!"
"Jason udah ya. Kamu lebih baik pulang aja. Makasih martabaknya."
Terlihat wajah tidak rela yang di keluarkan Jason "Kok aku diusir? Niat aku kan baik, Grace. Lagian aku duluan yang dateng jengukin kamu."
"Aku gak mau kamu sama Thomas berantem. Lebih baik kamu pulang ya. Makasih sekali lagi." Dengan berat hati Jason pun pulang.
Ketika bayangan Jason menghilang. Kini Thomas menatap Grace dengan penuh amarah. "Senang dijenguk cowok lain?"
"Aku gak tau kalau dia yang dateng." Grace kembali duduk ditempatnya semula. Thomas pun menempati kursi yang diduduki Jason tadi.
"Kamu senang kan kalau dia perhatian sama kamu?" Tanya Thomas lagi yang entah kenapa membuat Grace kini menatap kesal padanya.
"Bisa kan gak usah berburuk sangka. Aku gak ada bilang senang dari tadi." Balasnya.
"Jason cuma dateng buat nanya keadaan aku. Aku cuma terima niat baik dia. Udah itu aja."
"Bisa gak sih kamu gak usah sebut nama dia?! Aku gak suka!" Sentak Thomas lagi. Dia benar – benar terlihat kesal kalau Grace mengucapkan nama Jason didepannya.
"Bisa gak kamu gak usah marah - marah? Kamu pikir aku suka?" Karena kesal dan marah, Grace meninggalkan Thomas di terasnya sendirian.
Thomas mengacak rambutnya dengan kasar. "Sial! Kenapa gua harus emosi sih!"
__ADS_1
^^^