
Keadaan sekolah saat ini sangat gempar. Bagaimana tidak, berita akan kepindahan Cindy dan Salsa yang di usir oleh ayah Grace keluar dari kota ini menjadi topik hangat.
Mereka bingung bagaimana bisa ayah Grace memiliki kemampuan seperti itu. Hingga berita di setiap siaran tv dan surat kabar akan keadaan kedua orang tua Salsa dan Cindy menjadi topik hangat saat ini.
“Diberitakan jika calon presiden kita, sekaligus orang terkaya kelima di Indonesia saat ini memutuskan kerja sama nya dengan salah satu perusahaan tembaga yang baru – baru saja bekerja sama dengannya. Dikabarkan jika sang anak mendapatkan tindak kekerasan di sekolahnya hingga anak salah satu dari kliennya yang menjadi tersangka kekerasan diusir dari kota ini."
Semua ternganga dengan berita itu. Terlebih akan latar belakang keluarga Grace yang baru saja tersebar di seluruh penjuru negeri. Benarkah ayah Grace seorang calon presiden? Tapi, bagaimana bisa? Sejak kapan? Semua pertanyaa itu muncul di setiap pemberitaan. Dan memang tidak ada klarifikasi akan hal itu. Semua seolah bungkam akan kenapa sebelumnya biodata calon presiden yang kedua tidak ada sama sekali.
__ADS_1
Semua itu memang bukan tiba – tiba. Sang ayah memang sudah di calonkan jadi seorang presiden oleh salah satu partai. Tapi, sebelum waktu pemilihan, dia seolah masih menutup informasi apapun tentang jati dirinya.
Tapi, saat ini, kehadirannya yang muncul di berita membuat semua orang terpana. Bagaimana bisa seorang pembisnis yang kaya raya bersembunyi dan tidak memperkenalkan dirinya di khalayak luas sebagai seorang calon presiden. Hal itu karena semata – mata ingin melindungi anak dan istrinya dari orang – orang jahat yang mungkin akan menjatuhkannya.
Saat ini bahkan Darius mengetatkan pengawasan untuk kedua wanita yang sangat penting di hidupnya. Thomas saja pertama kali terkejut mendengar berita ini dari kedua orang tuanya. Ayah Grace memang pandai menyimpan rahasia besar. Dia tidak masalah akan hal itu. Asal tidak adanya halangan dari Darius untuk berpacaran dengan Grace.
Alhasil kemarin, ketika sang paman alias ayah Grace memberikan ultimatum jika dia menyetujui hubungan Thomas dan Grace. Kini, dia merasa tenang.
__ADS_1
Setelah kasus ini selesai beberapa waktu lalu, mereka kini menjadi teman dekat. Bahkan Thomas pun sudah bersikap lebih baik kepada Jason.
“Lo semua ganggu!." Gerutunya.
“Lagian lo ke kantin gak ajak – ajak. Gitu lah, sombong! Sementang calon mantunya presiden kita nanti." Ledek Tobi. Grace sama sekali tidak tersinggung dengan ledekan itu. dia biasa saja. Karena semua orang sudah tahu. Jadi, buat apa di tutupi.
“Bacot lo!. udah sana pesan makanan." Usirnya kepada ketiga penggangu itu. Jason yang berniat meledek Thomas memindahkan duduknya hingga kini dia berada disebelah Grace. "Grace, kalau kamu mau putus sama dia. Aku masih mau terima kamu kok." Dengan senyum menggoda dan menaik – naikkan kedua alisnya. Jason berhasil membuat Thomas kesal hingga dia mendapat pukulan telak di kepalanya oleh sendok yang diambil Thomas.
__ADS_1
“Sialan lo! malah nikung gua! Pergi lo semua!." ketiga nya pun lari terbirit – birit karena kejaran Thomas. Mereka tertawa terbahak – bahak karena berhasil membuat Thomas kesal. Grace yang menatap pemandangan itu tersenyum lega. Dia beruntung masih ada orang baik yang ada di sekitarnya. Meskipun penghianatan itu menakutinya. Grace yakin jika masih ada orang baik di luar sana.
^^^