Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Enambelas


__ADS_3

Grace cukup bingung kenapa akhir – akhir ini dia selalu kepikiran Thomas. Sejak melihat Thomas didepan kelasnya. Grace selalu teringat dengan kenangan mereka. Dia kesal dengan dirinya saat ini.


Dia mengakui jika dia terlalu emosi malam itu. tapi, Thomas juga menjadi laki – laki brengsek yang tidak sama sekali membalikkan badannya untuk meminta maaf. Thomas seenaknya mengatur Grace dekat dengat Jason. Tapi, dia sendiri mendekati Cindy dan perempuan lain.


"Dasar egois!" Ucapnya sambil mencoret - coret asal halaman belakang buku pelajaran matematikanya.


Salsa yang melihat keanehannya langsung melihat ke arah Grace dengan heran "Kenapa Grace?" Grace menggeleng.


“Jangan bohong deh Grace! Aku bisa liat kalau kamu lagi ada masalah" sanggah Salsa.


Entah kenapa pikirannya makin kalut. Perasaan bersalah itu muncul lagi."Aku bingung Sal" Dia masih tetap mencoret - coret buku didepannya dengan kasar.


"Tentang cerita lo itu?" Tanya Salsa yang dibalas anggukan olehnya.

__ADS_1


"Denger ia Grace! Aku gak percaya kalo ada yang bilang persahabatan antar perempuan dan laki - laki itu bakal murni dan langgeng, dan gak bakal ada salah satu dari mereka yang akan suka satu sama lain. That's absolutly a bullcrap!"


"You know what Grace, Suka sama seseorang itu hal wajar, gak peduli siapapun itu. Kalau kamu merasa nyaman. Hati kamu pasti udah tau akan hal itu." Jelas Salsa.


"Apa lagi kamu sahabatan sama dia udah lama, wajar aja cowok yang selalu deket sama kamu yah cuma dia aja, gak ada yang lain." Tambahnya.


Salsa mengalihkan tatapannya kearah Grace. "Jadi, selama kamu masih ada harapan untuk ungkapin, tinggal ungkapin. Yang penting dia tahu dulu perasaan kamu. Perkara dia mau terima atau enggak urusan nanti. Biarin hati kamu lega dulu dengan ungkapin perasaan kamu itu."


Grace menolak hal itu. dia tidak yakin jika situasinya justru berubah jadi lebih buruk. "Kalau hal buruk yang aku dapet sebagai jawabannya, yang ada aku gak bakal jadi sahabat dia karena aku udah terlalu malu untuk ditolak sama dia sal!"


"Kamu pikir mudah buat berhadapan sama dia lagi dan anggap kayak gitu gak terjadi? Aku gak bisa sal!" Grace kesal sendiri dengan jawaban Salsa yang menggampangkan masalahnya ini.


Grace tidak peduli mau dibilang pengecut atau apapun itu. karena hal itu memang sangat susah untuk dilakukannya. Dia membayangkan akan penolakan Thomas saja sudah membuat kepalanya pusing. Jika dia melakukannya? Grace langsung menggelengkan kepalanya. Dia tidak akan melakukan hal itu, pikirnya.  

__ADS_1


"Be brave, Grace! Di tolak itu bukan artinya harga diri kamu akan jatuh. Tapi, hal itu malah membuat perasaan kamu jadi lebih jelas." Jelas Salsa lagi.


“Aku tau. Tapi, aku hanya takut jika hasilnya akan jauh lebih buruk dari yang aku bayangin." Coba saja sikap berani dalam diri Grace sama seperti yang dimiliki Salsa. Pasti dia akan dengan mudah mengutarakan perasaannya pada Thomas.


“Try to practice with a mirror." Saran Salsa.


“Mirror?" Salsa mengangguk. dia menjelaskan jika itu cara yang digunakannya untuk berlatih dulu. Sebelum dia bisa seperti saat ini. Memiliki keberanian tinggi. 


“Kalau kamu takut, kamu coba latihan di depan kaca dan ungkapin apa yang mau kamu omongin didepan Thomas. Kamu harus coba itu berkali – kali. Sampai kamu punya kepercayaan diri dalam diri kamu." Saran Salsa.


Grace mencoba merenungi saran Salsa. Setidaknya ini bukan didepan Thomas, dia hanya perlu melatih dirinya didepan kaca, dan mengeluarkan semua perasaan yang mengganjal dihatinya. "Akan aku coba."


“Oke, bagus! Good luck girl!" Salsa pun mengangkat kedua tanganya yang terkepal ke udara untuk menyemangati Grace. Grace sangat senang mempunyai teman seperti Salsa. Dia selalu bisa memberikan masukan - masukan yang yang bagus.

__ADS_1


^^^


__ADS_2