Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Empatdelapan


__ADS_3

Memasuki tahun kelulusan, Grace dan Thomas sudah sibuk dengan segala ujian akhir yang setiap saat akan di hadapi oleh seluruh siswa. Hari ini, keduanya sedang santai di kedai es krim kesukaan Grace untuk menghilangkan penat. Di hari ini pula, Thomas akan mengatakan pada Grace jika dia di sarankan oleh orang tuanya untuk mengambil kuliah di luar negeri. Tepatnya negara London. Negara itu adalah negara kesukaan Thomas sejak dia kecil. Orang tuanya juga sudah menemukan kampus dan menyelesaikan pendaftaran dan hal – hal rumit lainnya.


Thomas menatap Grace yang saat ini masih menikmati es krim strowberry miliknya. "Grace.”


“Kenapa?." Dia membalas tanpa mengarahkan matanya ke arah Thomas. Es krim yang ada di hadapannya saat ini sangatlah enak dan dia ingin segera untuk menghabiskan secepatnya sebelum mereka meleleh.


“Grace." Panggilnya lagi.


Merasa Thomas sedang berbicara serius. Grace mau tak mau harus melepaskan sendoknya terlebih dulu. "Ada apa?." Balasnya lembut.


"Ada hal yang ingin aku omongin sama kamu."


"Apa?."


Thomas menarik tangan Grace dan mengelusnya dengan pelan. "Aku mau lanjut kuliah di London."


"..." Grace terdiam. Dia menatap Thomas datar. Pikirannya kosong saat ini. bagaimana bisa Thomas akan meninggalkannya? Bagaimana dengan dirinya nanti?


"Grace,"


"Kapan?."


Thomas masih menatap wajah Grace yang belum mengeluarkan reaksi apa – apa. Perempuan itu bertanya dengan wajah yang sulit di mengerti.

__ADS_1


"Setelah ujian selesai, aku akan berangkat."


Secepat itu? bahkan tinggal hitungan hari. Dan Thomas baru saja mengatakannya sekarang?


Tanpa mau mengatakan apa – apa. Grace berdiri dan pergi keluar dari kedai es krim. Tindakannya itu membuat Thomas terkejut dan ikut mengejar Grace yang saat ini sudah berhasil memberhentikan taksi didepannya.


"Grace! Grace!." Panggilannya seolah tertutup dengan bisingnya suara kendaraan. Dia pun menendang batu yang ada didepannya dengan penuh kekesalan.


Ini salahnya. Jika dia mengatakan ini jauh – jauh hari. Grace sudah pasti tidak akan marah padanya. Tapi, jika Grace tahu lebih awal. Dia yakin Grace akan susah untuk melepasnya.


Bodoh!


^^^


"Grace, please buka pintunya." Kini Thomas sudah berdiri di depan kamar Grace. Dia masih memanggil dan mengetuk pintu Grace sejak tadi. tapi sang empunya kamar sama sekali tidak berniat untuk membuka pintunya. Bahkan untuk menjawab panggilan Thomas pun enggan.


Tapi, disisi lain dia juga kecewa. Kenapa baru sekarang Thomas memberitahunya?. Kenapa tidak sejak lama? Apa Grace masih belum pantas menjadi kekasihnya sampai Thomas menyembunyikan hal ini darinya dan baru mengatakannya ketika waktunya hanya tinggal hitungan hari?.


Sejak tadi Grace mendengar panggilan Thomas. Tapi dia masih enggan bertemu. Grace masih tidak tahu harus mengatakan apa kepada Thomas. Dia ingin mendukung cita – cita Thomas. Tapi, dia pasti akan kembali menangis jika mengingat mereka akan berpisah dengan jarak yang sangat jauh.


^^^


Malam ini, Grace kembali mendapat ketukan di pintu kamarnya. Dia berfikir jika itu adalah Thomas. Tapi ternyata yang datang adalah sang bunda. Dia membawakan makan malam ke kamar Grace karena sejak tadi anaknya itu tidak turun sama sekali dari kamar. ketika dia pulang tadi, dia sempat bertemu dengan Thomas dan Thomas menceritakan semuanya kepadanya supaya sang bunda bisa membujuk Grace untuk mengijinkannya memberikan penjelasan.

__ADS_1


"Sayang, makan dulu ya. Ini bunda bawakan makan malam buat kamu." dia berjalan kearah kasur anaknya dan meletakkan makanan itu di atas nakas tempat tidur Grace. "Ayah tadi tanya kenapa kamu tidak ikut makan malam. Bunda bilang kalau kamu lelah dan butuh istirahat." Ucapnya lembut. Sang bunda melihat kedua mata Grace yang membengkak karena habis menangis. Dia pun mengusap wajha sang putri dengan lembut.


"Bertengkar dengan Thomas?." Grace mengangguk.


"Karena apa? Kalau bunda boleh tahu."


"Thomas akan kuliah di luar negeri bunda."


Sang bunda tersenyum kemudian dia mengusap kepala Grace dengan lembut. "Kamu enggak suka Thomas lanjutin kuliahnya di sana?."


"Enggak bunda."


"Lalu apa?." Balas sang bunda lagi.


"Grace hanya sedih kenapa Thomas baru bilang sekarang. sedangkan dia sudah harus berangkat beberapa hari lagi. aku marah bunda."


Kini sang bunda tersenyum. Melihat anak perempuannya yang bertingkah seperti ini sungguh sangat lucu.


"Tadi Thomas sempat bilang sama bunda. Dia bilang kalau dia kasih tahu kamu sekarang karena dia enggak ingin kamu sedih terlalu lama. Jika dia kasih tahu kamu sejak lama. Kamu pasti akan selalu kepikiran dan sedih ketika kalian bertemu. Hal yang kamu ingat pasti kapan waktu Thomas akan berangkat. dan dia enggak suka kalau kamu seperti itu."


"Tapi tetap saja bunda, dia ..."


"Shuss.. dengarkan bunda." Kini sang bunda mengambil tangannya dan mengelusnya dengan lembut.

__ADS_1


"Dia sayang sama kamu. dia hanya enggak mau kamu bersedih terlalu lama. Bunda harap kamu kasih dia kesempatan untuk menjelaskan. Jangan sampai kita menahan dirinya untuk diri kita sendiri, Grace. Kasih kepercayaan padanya dan selalu menjadi pendukung di belakangnya. dengan begitu, dia akan termotifasi."


^^^


__ADS_2