
Pelepasan murid tahun ini memang meriah dari acara tahun sebelumnya. Tahun ini bukan hanya anak kelas tiga saja yang datang tapi anak kelas satu dan dua juga ikut bergabung memeriahkan acara.
Acara pun berlangsung meriah dengan diadakannya pemilihan king and queen untuk anak kelas tiga sebagai kenang - kenangan terakhir kalinya.
Grace yang masih berdiri di dekat stand makanan hanya bisa diam. dirinya tahu jika tidak akan pernah terpilih sebagai queen untuk sekolahnya. Tapi, dia yakin jika Thomas pasti akan terpilih sebagai King-nya. Bagaimana tidak? Sejak laki – laki itu memasuki aula, sudah banyak teman angkatan dan adik tingkatnya yang mendekatinya.
“Baiklah.. kita akan umumkan king kita dulu untuk malam ini.. " Ucap mc diatas panggung itu. seorang adik tingkat dengan jas biru yang sudah luntur dan kaca mata bulat yang menghias diwajahnya.
“King kita jatuh kepada .... Thomas Alvaro. Beri tepuk tangan semua." Orang - orang pun mulai memberi sambutan yang meriah untuk Thomas. Merasa dipanggil, Thomas pun segera melangkahkan kakinya ke atas panggung.
“Oke, kita lanjut untuk pemilihan queen nya.. hayo siapa ???..." banyak wanita yang berharap bisa menjadi pasangan Thomas. Tapi, tak lama mereka menyerah. Setelah tahu siapa yang menjadi pasangan laki – laki itu.
“Untuk queen kali ini jatuh kepada ... Cindy Marsela!."
Cindy Marsela adalah perempuan yang memiliki banyak fans pria. Dia termasuk dalam jajaran anak hits disekolah Grace. Melihat kecocokan Cindy yang berdampingan dengan Thomas membuat Grace merasa rendah diri.
Dia tidak ada apa – apanya dengan seorang Cindy. Dia hanya perempuan kuper dan kutu buku. Sudah sewajarnya jika Cindy berhak mendapat gelar queen untuk tahun ini.
__ADS_1
Setelah acara pemberian queen and king. Acara dilanjutkan dengan makan – makan. Kemudian penampilan band indie sekolah mereka. Grace masih setia di tempatnya berdiri. Hingga dia tak sengaja melihat sosok yang dikenalnya menuju keluar dari aula.
“Mereka mau ngapain?." Tanpa sadar, Grace melangkahkan kakinya mengikuti dua orang yang dikenalnya. Ketika dia baru sampai, dia melihat adegan yang tidak seharusnya dia lihat. "Astaga..!" Dia mencoba mengatupkan mulutnya dan berjalan menjauhi pemandangan itu.
^
^
^
Thomas mencoba melepaskan pegangan tangan Cindy darinya. "Hmm.. thomas aku mau ngomong sesuatu?, boleh?"
Menghela nafas dengan kasar. Thomas mengijinkan Cindy berbicara. "Yaudah ngomong aja."
“Aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?" Wajah Cindy pun kini memerah setelah menyatakan perasaannya. Sudah lama dia ingin mengungkapkan ini kepada Thomas. Dan, baru kali ini dia bisa menyatakannya diwaktu yang tepat.
Thomas menatap Cindy dengan malas. "Sorry Cin, gua bukannya mau nolak lo. Tapi kita ini masih smp, gua belum mau pacaran."
__ADS_1
Cindy tersenyum, "Berarti nanti kalau kamu sma mau jadi pacar aku?." Tanya nya lagi.
'Ngebet banget sih nih cewe, ngegas mulu dari tadi' batin Thomas. Dia hanya mengangkat bahunya acuh. "Liat nanti."
Ketika Thomas mengalihkan tatapannya dari Cindy. Dia terkejut begitu Cindy memeluknya. "Aku bakal tungguin kamu thomas." Ucapnya.
Dengan kesal Thomas melepas pelukan itu, yang membuat Cindy mundur beberapa langkah. "Lo apaan sih cin pake peluk - peluk!" terlihat wajah Thomas yang merasa risih dan jengkel mendapat perlakuan itu tiba – tiba.
“Lagian .. belum tentu juga gua mau sama lo kalo sma nanti. Sekarang aja gua gak ada perasaan apa - apa sama lo." Lanjutnya.
“Pokoknya aku bakalan buat kamu suka sama aku." Balas Cindy yang tak kalah memaksa.
“Terserah lo lah!, capek gua ngomong sama lo!." setelah mengatakan itu, Thomas meninggalkan Cindy di tempat itu.
Saat ini, dipikirannya hanya ada satu orang, yaitu Grace. Sejak dirinya datang dan berpisah dari sahabatnya itu Thomas merasa bersalah. Grace pasti sedih jika makan sendirian.
^^^
__ADS_1