Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Empatbelas


__ADS_3

"Hai sal!." Tegurnya pada teman sebangnya.


"Hai...! baru dateng?" Dia mengangguk. Salsa adalah teman pertama yang Grace di sekolah ini. dia bertemu dengannya dipintu gerbang. Ketika dirinya tahu jika Salasa sekelas dengannya. Grace memutuskan untuk mencoba berbaur dan berteman dengan Salsa.


Ternyata, Salsa murid yang cukup menarik, lucu dan baik. Dulu, Grace sering sekali takut untuk memulai pertemanan. Tapi, ketika dia memutuskan utnuk berubah. Dia pun mulia mencoba berbaur dan membuka diri.


"Iya nih. Hari ini pelajaran pertama bahasa inggris kan?." Tanya Grace sambil memainkan handphonenya.


"Yups.. and you know what? Guru kita bule asli loh!. Mana ganteng banget lagi." Ucap Salsa dengan mata yang membara.


"Sal, kan sekolah kita ini international. Udah jelas kalau guru – guru kita ada beberapa yang didatengin dari luar." Balasnya.


"Yeah. You right!." Salsa hanya menggut - manggut. "Tapi dia ganteng Grace." Timpahnya lagi.


"*I don't care*." Dia kembali mengalihkan fokusnya ke benda persegi yang ada digenggamannya.


Semenjak pertengkaran itu, ponselnya seakan seperti benda yang tidak ada gunanya. Biasanya, Thomas selalu mengirimi pesan - pesan konyol dan mengerjainya dengan meneror telpon nya di tengah malam.

__ADS_1


Kadang dia merindukan hal – hal konyol dan mengesalkan itu. Tapi, ketika diingat kembali, kalau ternyata perasaannya harus kandas secepat itu sebelum dia mengungkapkan perasaannya secara jelas, rasanya cukup menyakitkan.


"Lagi apa dia sekarang?" Grace mengetuk - ngetuk layar ponselnya sambil melihat photo dirinya dan Thomas waktu kecil. Photo yang selalu menjadi background di ponselnya itu.


"Siapa Grace?, you look so gloomy today." Tanya Salsa yang melihat wajah Grace dengan sangat intens. Dia melirik photo yang ada di ponsel Grace. "Itu siapa?"


"Nothing." Grace tidak ingin membicarakan hal ini dulu.


"Don't try to lie to me, Grace." Sahut Salsa. Dia jelas merasa ada sesuatu yang disembunyikan sahabatnya ini. hal itu jelas terlihat di wajah Grace.


"Hanya seseorang dari masa lalu." Dia mulai menenggelamkan wajahnya di atas meja.


"Seseorang yang kamu suka?" Grace hanya membalas dengan gumaman saja. Dia sama sekali hilang mood jika sudah membahas ini. Entah kenapa ingatannya akan selalu kembali ke saat malam itu.


Malam dimana dirinya melihat adegan yang tidak seharusnya, dan malam dimana terjadi pertengkaran hebat antara dirinya dan Thomas.


Kenapa dia bisa dengan mudahnya berubah?, apa aku memang gak ada artinya sama sekali thomas buat kamu? Kamu tau kalau dari dulu aku udah suka sama kamu, tapi kamu selalu anggap aku sahabat.Aku selalu tahan perasaan aku. Apa kamu pernah mikir gimana rasanya nahan perasaan disaat kamu selalu berada didekat aku dan terlalu posesive akan hal apapun tentangku. Tapi aku bahkan gak bisa berharap lebih dari itu.'

__ADS_1


kepala Grace akan selalu sakit jika memikirkan hal itu. dia ingin mencoba berubah. Dan , sudah seharusnya dia mulai melupakan masa lalu dan melanjutkan hidup. Thomas bisa. Kenapa dirinya tidak?


"Just be yourself grace, kalau kamu suka ungkapin. Jangan kamu tutup - tutupin. Kalau kamu kelamaan nyatain perasaan kamu. Kamu bakal nyesel nantinya." Saran Salsa yang seakan membuyarkan lamunan Grace.


"It is easy to talk, but action is the hardest one." Sahut Grace.


"Aku tau. Tapi, setidaknya kamu udah ungkapin itu. Kalau akhirnya gak sesuai, berarti memang bukan dia orangnya." Tambahnya lagi.


"Tapi dia cuma anggap aku sahabatnya dan gak lebih. Dia selalu tekanin itu. Bahkan dia gak tau kalau aku dengar itu dari mulutnya langsung. It's hurt, Sal!"


Salsa terdiam. Jadi, Grace jatuh cinta dengan sahabatnya. "Kamu naksir sahabat kamu sendiri?" Grace mengiyakan pertanyaan Salsa dengan anggukan kepalanya. "Sejak kapan?."


"Sejak dulu." Kening Salsa berkerut. Jika sejak dulu Grace menyukai laki – laki itu. kenapa dia tidak mengatakan perasaannya. "Terus kenapa dipendam?."


"Ck! Udahlah. Jangan bahas ini." Grace kembali menelungkupkan kepalanya ke meja. Dia merasakan Salsa yang menggerak – gerakkan tangannya. "Woy! Lanjutin dulu elah..! Nanggung amat ceritanya."


"Kapan - kapan aja deh. lagi gak mood ceritanya." Balasnya tanpa terganggu dengan aksi heboh Salsa yang masih memaksa.

__ADS_1


"Ish nyebelin! Janji loh mau lanjutin ceritanya." Balas salsa dengan nada jengkelnya. Grace bergumam tak jelas menjawab permintaan sahabatnya.


^^^


__ADS_2