Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Tigaenam


__ADS_3

Kata Salsa, sahabat Grace, kalau pacaran itu pasti ada saja yang coba merusak hubungan itu. Contohnya seperti perempuan yang saat ini berdiri di depan Grace. Ketika dia ingin memasuki kantin dengan Thomas. Cindy dengan seenak jidatnya menarik Thomas untuk duduk disebelahnya. Hal itu juga yang membuat ketiganya menjadi tontonan satu kantin.


Grace melihat wajah Thomas yang kesal dengan perilaku Cindy. Cuma, dia yakin Thomas tidak mau berbuat kasar didepan seluruh murid. Jadi, dengan sangat terpaksa Grace mengikuti kemana Cindy membawa Thomas.


“Lo ngapain disini?" Tanya Cindy ketika melihat Grace yang berdiri di sisi meja.


“Aku di ajak Thomas."


“Heh! Lo ganggu tau gak! Sana lo!" Bentakan Cindy terdengar oleh seluruh orang dikantin ini. Mereka sekarang justru sedang membicarakan Grace dan Cindy.


“Bisa gak lo pelanin suara lo, Cin?!Lo bikin malu!.”


“Thomas, tapi dia ini gangguin kita." Balasnya sambil menggerak - gerakkan tangan Thomas dengan manja.


Dia gak salah apa ya? Kan dia yang ganggu aku. Grace menatap dengan wajah tidak percaya kepada perempuan didepannya ini. Sungguh tidak punya malu.

__ADS_1


“Yang ada lo yang ganggu gua sama dia!" Bentak Thomas tiba - tiba. Dia langsung berdiri dari duduknya dan menarik Grace untuk duduk bersampingan dengannya di hadapan Cindy.


“Kok kamu jadi bareng dia duduknya?" Sahut Cindy tak mau kalah.


“Lo siapa gua, hah?! Pacar gua itu Grace. Lo itu bukan siapa - siapa. Ngapain juga gua harus duduk disamping lo." Dengan mengacuhkan gerutuan Cindy. Thomas malah menarik mangkuk bakso yang dipesan Cindy untuknya kehadapan Grace.


“Kamu makan ini ya." Suruh Thomas.


“Ih! Thomas! Itu kan aku beli buat kamu!" Cindy mencoba menarik mangkuk itu kehadapannya.


“Lo udah beli ini buat gua. Jadi hak gua mau kasih siapa." Thomas mencoba menarik lagi. Tapi, dilain hal, Grace merasa akan ada hal yang tidak diinginkan terjadi setelah ini. Dan, benar ucapannya.


Grace melihat Cindy dengan sengaja menumpahkan bakso itu ke tubuhnya. Kuah bakso yang panas sontak membuat badannya kepanasan dan perih.


 “Awh..."

__ADS_1


 “Lo gila ya!" Bentak Thomas ketika melihat ulah Cindy yang disengaja.


 “Apa sih! Orang aku gak sengaja!"


“Lo gila! Jelas - jelas lo sengaja siram bakso itu ke Grace. Otak lo dimana sih!" Grace melihat Thomas yang ingin maju untuk mendorong Cindy. Tapi, untung Grace masih bisa menahannya. Grace tidak ingin melihat Thomas terkena masalah.


“Udah thom," Grace masih tetap mengipas - ngipas baju nya untuk menghilangkan hawa panas dari kuah bakso itu.


“Grace! Lo gak papa kan?" Tiba - tiba suara Jason mendekat. Dia langsung melihat kearah tubuh Grace yang tersiram kuah bakso.


Thomas langsung mendorong Jason yang melihat ke arah tubuh pacarnya. "Liat kemana mata lo! Jaga tuh mata! Ini pacar gua!"


“Dasar ****! Lo tuh bodoh! Kulit Grace bisa iritasi kalau lo biarin kayak gini! Grace harus segera diobatin, bodoh!" Balas Jason tak mau kalah. Grace terus menerus mengipasi tubuhnya. Rasa panas dari kuah bakso membuat gulitnya memerah. Dia juga menggaruk lehernya hingga membuat kulit yang memerah itu terlihat semakin buruk dengan beberapa bagian lecet akibat garukan yang dilakukannya.


Seolah tersadar karena ucapan Jason. Sekarang Thomas mengarahkan pandangannya yang panik kearah tubuh Grace yang sudah merah.

__ADS_1


“Maaf Grace... kita ke uks sekarang."


^^^


__ADS_2