
Setelah kabar hubungan Grace dan Thomas kemarin tersebar. Sekarang seluruh sekolah sedang membicarakan mereka berdua. Salsa juga bilang jika ada beberapa orang yang tidak setuju tentang hubungannya dan Thomas. Termasuk Cindy dan teman – temannya yang lain. Ini bukti akan Ketenaran Thomas.
“Jadi sekarang gimana, Grace?" Tanya Salsa yang duduk disebelahnya saat ini. Salsa menatap Grace dengan wajah kasian. Sahabatnya ini baru saja meresmikan hubungan friendzone mereka. Tapi, keadaan seolah selalu saja menghalangi.
“Mau gimana lagi? Biarin aja mereka mau bilang apa. Aku malas ladeninnya.".
Dia akui dirinya memang sempat tergangung dengan adanya desas - desus yang membawa namanya. Dengan menjelek - jelekkan namanya dengan berbagai sebutan kasar. Seperti, perempuan gatel, perempuan yang memanfaatkan kepolosan untuk mendapatkan hati laki - laki. Dan masih banyak lainnya. Sakit hati? Pastinya. Tapi, namanya juga mulut manusia. Jika dia memaksa mereka untuk menghentikannya. Justru mereka akan semakin liar lagi.
“Tapi, makin kesini kata - katanya udah gak bisa dibiarin, Grace!" Ucap Salsa dengan geram.
“Biarin aja, Sal. Kenyataannya aku bukan seperti yang dibicarakan. Aku udah terbiasa dengan keadaan seperti ini." Salsa hanya bisa mendengus kasar mendengar ucapan Grace akan situasi yang sedang dihadapinya ini. Sahabatnya itu sudah tahu dengan jelas bagaimana kehidupannya dulu. Sudah banyak hal yang dirinya ceritakan dengan Salsa.
__ADS_1
“Grace...!" Tak lama dia mendengar panggilan didepan pintu kelasnya. Dia melihat beberapa para penggemar Thomas sudah berdiri disana.
“Mau apa mereka?!" Tanya Salsa lagi dengan geram.
“Kita kesana." Grace memutuskan untuk menemui mereka. "Ada apa?" terlihat beberapa perempuan berkumpul didepannya saat ini.
“Kamu bisa putus dari Thomas?." Ucap salah satu murid perempuan yang penampilannya terlihat sangat berlebihan menurutnya. Bagaimana tidak, dia menggunakan bedak tebal, blush on, dan maskara kesekolah? Apa dia tidak ketahuan?
“Memangnya kamu siapa bisa larang aku?" Balasnya dengan tegas. Grace tidak mau lagi takut akan ancaman mereka. dia ingin berubah. Dia sudah bosan menjadi seorang kutu buku yang selalu dipanggil nerd.
haduh Thomas! Coba kamu urus dulu fans kamu ini!.
__ADS_1
“Sorry? terus siapa yang pantas? kalian?." Tanya Grace sambil menunjuk kearah mereka semua. Mereka sontak terlihat emosi ketika dirinya menunjuk mereka. mereka pikir dirinya akan takut dengan hal ini? Tidak akan. dia bukan orang yang lemah lagi.
“Eh! Lo berani!." ucap salah satu dari mereka yang tiba - tiba mendorong tubuhnya.
Salsa yang berada disebelahnya langsung membalas ulah perempuan itu. "Lo bisa santai gak! gak usah main dorong aja lo bisanya!." ucapnya dengan penuh emosi.
“Udah sa." Grace langsung menarik tangan Salsa yang masih memegang kerah perempuan yang mendorong Grace tadi. mereka tentunya terkejut dengan keberanian dan kekuatan Salsa. Perempuan itu bukan gadis penakut, dan kutu buku sepertinya. Salsa itu walaupun suka sekali memuji laki – laki yang memiliki paras tampan. Dia juga salah satu atlet Taekwondo dan wushu di sekolah. Dia bisa sangat galak dengan siapa saja yang mengganggunya.
“Asal kalian tahu ..." Grace menatap mereka dengan serius. Dia tidak peduli mau mereka ada yang sudah menjadi kakak tingkatnya sekalipun.
“Jika kalian ingin deketin Thomas. Bukan seperti ini caranya. Kalian bisa langsung ketemu sama dia dan tanyain alasannya kenapa dia bisa jadi pacarku.”
__ADS_1
“Dan asal kalian tahu, aku dan Thomas udah kenal jauh lebih lama dari kalian kenal sama Thomas. Itulah salah satu alasan kami bisa dekat dan bahkan berpacaran seperti sekarang. Jika kalian masih menggunakan cara licik untuk deketin Thomas dengan ngomongin hal - hal jelek tentang ku. itu terserah kalian. Aku gak peduli. Sekarang ... lebih baik kalian pergi. Aku udah terlalu malas berurusan dengan masalah seperti ini." setelah menyelesaikan kata - kata itu. Grace langsung meninggalkan mereka dan masuk kekelas diikuti Salsa.
^^^