Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Empatlima


__ADS_3

Seluruh siswa dan siswi terkejut. Ada beberapa yang memang menjadi tersangka pembulian Grace di akun media sosial sekolah merasa takut akan hukuman yang aka mereka dapat. Ada beberapa yang bahkan tidak tahu menahu akan berita pembulian tak menyangka jika salah satu nama tersangka pembulian adalah sahabat dekat Grace sendiri.


Di ujung sana Grace masih sulit percaya akan fakta yang di berikan Thomas. Gina yang sudah tahu akan fakta itu bahkan masih saja geram melihat wajah Salsa yang merasa bersalah.


Manusia - manusia rendah yang menjijikkan. Batin Gina kepada kedua pelaku.


Disaat semua orang masih terkejut. Sang kepala sekolah yang sejak tadi memantau berjalan ke tengah lapangan dan mengambil alih mesin pengeras suara tersebut dari Thomas.


“Sungguh memalukan!.” Suara nya penuh dengan emosi dan amarah. Dia menatap wajah - wajah muridnya dengan tatapan mengintimidasi.


“Sekolah bukan kalian pakai untuk ajang pembulian. Apa kalian manusia tidak beradab?”


“Ketika saya tahu nama siapa saja nama pembulian ini. Saya harap kalian sudah berdiri didepan kantor saya dan menerima konsekuensinya. Dan jangan harap kalian kabur.”


Setelah itu sang kepala sekolah berdiri didepan Cindy dan Salsa yang masih berdiri mematung di tengah lapangan. Mereka tidak tahu jika hari ini akan sangat sial bagi mereka.


“Dan kalian berdua ikut saya!.”


^


^

__ADS_1


^


Brukk!


Kepala sekolah kini menggebrak meja kantornya. “Kalian manusia yang tidak beradab! Bikin malu sekolah! Bagaimana bisa saya mendapatkan murid – murid seperti kalian!."


Benar, kejadian itu membuat semua siswa tercengang. Bagaimana bisa Salsa dan Cindy? Sedangkan selama ini Salsa selalu menjadi sahabat Grace. Bagaimana bisa dia menghianati sahabatnya sendiri.


Diruangan kepala sekolah, sudah ada Thomas, Grace, Jason, dan kedua orang tua Grace. Kepala sekolah langsung memanggil orang tua Grace karena kasus kekerasan ini.


Sedangkan Salsa dan Cindy hanya bisa terdiam dengan air mata yang sejak tadi turun. Keduanya takut dengan tatapan orang tua Grace. Bahkan ayah Grace terlihat mengencangkan rahangnya menahan emosi.


“Saya sungguh minta maaf untuk hal yang menimpa Grace. Saya akan menghukum mereka dengan seberat – beratnya." Ucap kepala sekolah yang saat ini menunduk untuk meminta maaf. Dia sungguh malu bagaimana bisa siswanya bersikap tidak bermoral.


Tangis Salsa dan Cindy makin kencang mendengar mendengar kata – kata ayah Grace. "Saya tidak ingin anak saya bersekolah di sekolah yang memiliki siswi- siswi seperti mereka."


“Baik. saya akan segera mengirimkan ultimatum untuk keduanya. Saya harap bapak dan ibu bisa menerima permintaan maaf saya karena sudah membuat Grace seperti ini."


Bunda Grace memeluk anaknya yang masih sendu menatap sosok perempuan yang saat ini berdiri dengan wajah tertunduk didepannya. dibenaknya masih selalu mengerluarkan kalimat yang sama. bagaimana bisa?


"Saya akan bawa anak saya pulang. Dan saya harap besok keduanya sudah tidak ada di sini." Kedua orang tua Grace saling memegang tangan putri semata wayangnya dan menuntun Grace keluar diikuti Thomas dan Jason.

__ADS_1


^^^


“Masih ada yang sakit sayang?." Ucap sang bunda yang datang membawa susu dan makanan ringan untuk Grace.


“Enggak bun. Grace baik – baik aja."


Kini sang bunda duduk mendekat dan menarik Grace kedalam pelukannya. Dulu, dia pernah meninggalkan Grace sendirian karena dia dan sang suami sibuk bekerja. Hingga akhirnya mereka memiliki kesempatan untuk kembali dengan sang anak yang sudah mendiaminya selama beberapa tahun.


Kejadian ini menjadikan mereka pelajaran jika Grace butuh mereka. dan sebagai seorang ibu yang tidak bisa menjadi tempat berkeluh kesah sang putri merasa sangat bersalah.


“Maafin bunda karena tidak bisa melindungi kamu dari mereka. Mulai saat ini, bunda mau kamu selalu terbuka akan hal apapun sama bunda. Dan bunda akan selalu ada untuk mendengarkan semua cerita kamu. bunda janji. asal, jangan seperti ini lagi Grace. Bunda benar – benar takut kamu kenapa – kenapa." Isaknya.


Di balik pelukan sang bunda. Grace terisak. "Aku takut bunda. Semua ini menyakitkan."


“Kamu aman sekarang sayang. Bunda akan selalu ada di samping kamu. tidak akan ada lagi yang bisa menyakiti kamu. bunda janji."


Keduanya menangis saling menguatkan dan menabahkan. Sosok di balik pintu yang saat ini mendengar semua jeritan anak semata wayangnya menatap sendu ke pemandangan yang menyayat hatinya itu.


“Akan papa buat orang – orang itu menderita. Tidak akan ada satu orang pun yang bisa menyakiti kamu lagi, nak."


Darius pergi menjauhi kamar itu untuk melakukan panggilan telpon yang harus segera dia lakukan.

__ADS_1


“Masukkan saya sebagai calon seperti katamu. Untuk menjaga keluarga saya. Saya siapa jadi calon presiden negara tahun ini.”


^^^


__ADS_2