
Disaat Thomas masih melihat wajah Grace yang entah mengapa makin kesini makin cantik. Hingga dia mendengar suara yang tidak enak memanggilnya. Otomatis dirinya dan Grace langsung mengarahkan pandangan mereka ke suara itu.
"THOMAS!"
Yap! Entah kesialan dari mana yang sekarang lagi Thomas hadapi. Kenapa dia harus bertemu lagi dengan perempuan gila yang tidak memiliki urat malu ini.
“Hai.. apa kabar?" Sapa perempuan didepannya dengan suara lembut yang dibuat – buat. Perempuan itu adalah Cindy. Orang gila yang sudah dengam kurang ajar-nya memeluk Thomas ketika sekolah menengah pertama dulu.
“Ngapain lo kesini?!" Balas Thomas dengan nada dingin. Dia tidak suka dirinya kembali diusik oleh perempuan jadi – jadian didepannya ini.
Perempuan itu malah tersenyum dengan menggerakkan tubuhnya seperti kucing kegatelan. "Ih.. aku kan kangen sama kamu."
“Yang ada gua jijik kalo lo disini." Dia mengarahkan pandangannya ke Grace. Perempuan itu kembali menundukkan kepalanya.
Sial! Gua lupa.. nih cewek kan yang bikin gua jadi berantem sama Grace.
“Aku kesini kan mau ikutin kamu. Kamu inget kan omongan aku waktu itu? Aku bakal ikutin kamu sampe kamu mau jadi pacar aku." Ucap Cindy dengan tingkat kepedean yang tinggi.
“Huh! Mimpi lo di siang bolong. Dasar cewek gak jelas."
“Yuk Grace! Kita pergi dari sini." Thomas menarik tangan Grace dan pergi meninggalkan Cindy sendirian.
“Inget ia Thomas! Aku bakal buktiin kalo kamu bakal jadi pacar aku suatu saat nanti!" Teriaknya yang tidak dipedulikan oleh Thomas.
__ADS_1
^
^
^
Entah kenapa pertemuan antara Thomas dan Cindy kembali membuat perasaan Grace menjadi tidak enak dan resah. Dulu, waktu dirinya tahu kalau Thomas dan Cindy berpelukan, Dia sempat memiliki salah paham dengan sahabatnya itu. Grace akui kalau memang dia cemburu dengan Cindy yang bisa dengan mudahnya mengekspresikan perasaannya. Berbeda dengan Grace yang lebih memilih menutupi perasaannya supaya tidak membuat keadaan mereka berdua menjadi aneh dan canggung.
Grace ingat akan dimana Thomas dan Cindy berpelukan waktu itu. Hal itu seakan membuat dirinya takut jika nantinya hati Thomas bukan untuknya. Dia takut jika nanti ketika dia sudah menyampaikan perasaannya, Thomas malah tidak menerimanya.
Apa aku egois? Kalau aku mengharapkan Thomas menerima ku sebagai pacarnya, jika suatu saat nanti aku menyatakan perasaanku?
Grace akui jika Cindy itu cantik dan cocok dengan Thomas yang tampan. Berbeda sekali dengannya yang kutu buku, kuno, dan tidak mudah bergaul seperti anak - anak kebanyakan. Buktinya saja, semenjak Grace merubah penampilannya. Dia masih banyak mendapat cibiran orang yang mengatainya jelek, kampungan, dan kata – kata kasar lainnya.
“Kenapa teriak - teriak sih Salsa?" Balasnya dengan santai. Salsa sudah terlihat kesal karena di diamkan. Kini, Grace seolah tidak meladeninya.
“Oh my god! Bisa mati muda aku kalo gini." Ucap perempuan itu sambil menepuk dahinya.
“Hush! Omongan doa loh." Grace kembali memusatkan perhatiannya ke buku pelajaran yang tadi sempat dibukanya.
“Grace! Aku itu manggilin kamu dari tadi ya! Tapi kamu diem aja kayak patung pancoran." Semprot Salsa mengeluarkan kekesalannya.
“Ada apa sih Sal?"
__ADS_1
“God! Grace! Harusnya aku yang tanya sama kamu. Kamu itu kenapa?, bukannya kamu udah baikan sama Thomas? Tapi kenapa kamu sekarang keliatan kayak orang linglung gitu." Katanya.
Salsa tahu, jika dia ingin bicara dengan Grace harus butuh kesabaran ekstra. Dia harus banyak bersabar karena Grace orang yang susah untuk membuka isi hatinya.
Aku gak papa sal."
Perempuan itu menggeleng "No! You hiding something." Balas Salsa dengan nada yang lebih tegas.
“Aku lagi belum mau cerita sekarang Sal, later oke? Later." Balas Grace sambil menepuk pundak Salsa. "Kalimat itu lagi yang keluar Grace." Sahut Salsa. Grace bingung dengan kata – kata Salsa. Kini menatap sahabatnya untuk menanyakan maksuda sahabatnya itu.
"Waktu pertama kali masuk kelas kamu juga bilang gitu. 'Aku belum mau cerita, later ia' itu lagi Grace." Grace hanya memberikan cengiran rasa bersalahnya.
“Hehe.. masih inget aja kamu." Salsa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Grace.
“Kenapa? Tentang Thomas lagi?" Tanya Salsa. "Kamu udah mengakui kalau kamu sekarang suka sama dia?" Grace hanya bisa menganggukkan kepalanya.
“Terus kenapa gak kamu ungkapin perasaan kamu Grace?"
“Hal itu gak gampang Sal, aku pernah denger dulu kalau Thomas cuma anggep aku sahabat nya dan gak boleh lebih dari itu."
“Terus kamu nyerah sekarang?" Tanya Salsa penasaran.
^^^
__ADS_1