Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Tigaempat


__ADS_3

“Yuk pulang." Ajak Thomas ketika dia melihat Grace sudah keluar dari kelasnya. Dia langsung mengambil tangan Grace untuk digandengnya. Grace sempat terpaku akan sikap Thomas ini. Padahal Thomas juga pernah memegang tangannya seperti ini. kenapa dia harus deg – deg an.


 “Eh ... kamu mau makan siang dirumah dulu?." Ajak Thomas.


“Kenapa? Tumben banget."


“Gak papa. Aku pengen makan siang sama kamu hari ini." Grace langsung mengiyakan ajakan Thomas. Sudah lama juga dirinya tidak main ke rumah laki – laki ini.


“Tante sama om dirumah?"


Thomas belum menjawab karena membuka pintu mobil untuknya. Kemudian dia beralih ke kursi kemudi. "Pakai seatbeltnya." perintahnya. Grace mengikuti perintah Thomas.


“Orang tuaku pergi. Dirumah cuma ada bi Sumi." Kata Thomas yang baru menjawab pertanyaannya.


“Hah?" Berarti aku sama Thomas cuma bertiga? Haduh! Kok aku jadi gugup gini sih!


“Muka kamu kenapa merah gitu?" Tanya Thomas tiba - tiba. Grace langsung mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil.


“Haha... kamu pasti mikirin aneh - aneh ya?" Mendengar ledekan Thomas membuat Grace memanyunkan bibirnya.


"Enggak kok! Sok tahu! Ini aku lagi kepanasan aja." Ucapnya sambil kembali mengipas - kipasi wajahnya.


“Hahaha ..."


^


^


^


Thomas bersyukur akhirnya dia bisa mengajak Grace kerumah lagi. Ini dia lakukan supaya Grace tidak merasa canggung dan gugup lagi kalau berada di dekatnya. Dia sudah lama tidak makan siang dengan Grace. Makanya mulai hari ini, karena mereka sudah jadian. Dia mau membuat Grace-nya yang dulu kembali lagi.


“Yuk masuk." Ajaknya begitu mereka sudah sampai di rumah Thomas.


“Apa kabar bi Sumi!" Tegur Grace buat bi Sumi. Bi Sumi itu sudah lama ikut dengan keluarga Thomas. Dan waktu kecil dia juga yang membantu mengurus Grace dan Thomas. Karena orang tua mereka berdua yang sibuk.

__ADS_1


“Aduh non! Udah lama bibi gak lihat non kemari. Biasanya bibi ketemu non didepan rumah aja." Kata bi Sumi sambil memeluk Grace.


“Iya bi. Kemarin - kemarin aku sibuk." Kata Grace sambil melirik Thomas. Alasan Grace dengan tidak menceritakan kejadian yang sembenarnya membuat Thomas tersenyum. Segitu tak maunya orang lain tahu masalah mereka waktu itu.


Lucu banget sih kamu. Gemas melihat kepolosan Grace membuat Thomas tanpa sadar mecubit pipinya dan membuat Grace mengeluh kesakitan.


“Ih! Sakit Thomas!" Ucap Grace sambil mengusap - usap pipinya yang habis dicubit. Thomas langsung mengelus wajahnya yang memerah itu.


“Maaf. Abis kamu bikin gemes."


Ketika dia lagi asik mengusap - usap pipi Grace. Bi Sumi ternyata sudah balik dari dapur. "Den, makanannya sudah siap." Thomas langsung menarik tangan Grace ke arah meja makan untuk mengambil makan siang.


“Kamu makannya dikit banget." Dia melihat Grace mengambil nasi dan lauknya yang cukup sedikit. Thomas langsung mengambil piring Grace dan menambah lagi nasi ke piringnya.


“Ih Thomas! Itu kebanyakan."


“Yaudah. Nanti kasih aku kalau kebanyakan." Katanya memberi saran. "Mau makan dimana?."


Ke rumah pohon saja. Aku udah lama gak kesana." Ucap Grace yang langsung di iya kan Thomas. Mereka pun langsung menuju rumah pohon dengan membawa makan siangnya kesana.


Dia pasti kangen.


“Kayaknya udah lama banget aku gak kesini." Katanya sambil menyuapi makanannya.


“Iya. udah lama kita gak duduk dan ngobrol disini." Sahut Thomas membenarkan. Ketika Thomas sedang asik makan. Dia merasa jika Grace sedang melihat ke arahnya. Sontak Thomas langsung balik melihat kearah Grace.


"Kenapa?" Dia menggeleng dan tak lama melanjuti makannya sambil senyum - senyum sendiri.


Kok kamu diem aja?" Tanya Thomas yang mulai membuka suara duluan. Sejak mereka menyelesaikan makan siang mereka. Grace hanya diam.


“Abis aku bingung mau ngomong apa. Kita udah lama gak ngobrol begini.." sahutnya.


“Grace." Dia langsung mengarahkan pandangannya ke arah Thomas. "Kamu masih canggung sama aku?" Tanyanya hati - hati.


Thomas lihat Grace menggeleng. "Terus?"

__ADS_1


“Aku cuma masih gak nyangka aja sekarang hubungan kita udah beda." Ucap dia.


“Kamu menyesal?" Thomas melihat Grace kembali menggeleng.


“Kamu gak pernah tahu berada di suatu hubungan yang mengatas namakan sahabat itu lebih berat dari apapun."


“Kamu gak tahu, setiap saat aku merasa lebih baik aku jadi teman biasa aja buat kamu. Jadi aku bisa lebih leluasa untuk keluarin perasaan aku ke kamu. Tapi, kenyataannya. Aku sahabat kamu. Dan kamu selalu mengatas namakan sahabat. Makanya aku sering ..." Grace berhenti dan tidak melanjutkan kata - katanya.


“Sering apa Grace?" Tanya Thomas yang sudah penasaran dengan kata – kata Grace.


“Bukan apa - apa. udah lupain. Itu kan udah lalu."


“Grace." Kini Thomas menarik tangan perempuan di depannya ini. Dia menggenggam tangan itu dan dia menyuruh Grace untuk menatap kearahnya.


"Lanjutin."


"Gak papa Thomas." Dia kembali mengelak. Cuma Thomas menatap Grace dengan matanya yang menuntut Grace untuk menyelesaikan kalimatnya barusan.


Sambil menutup mata, Grace mengatakan juga isi hatinya. "Aku sering merasa sakit hati ketika kamu menyebutkan status kita."


"Aku mau minta maaf sama kamu. Kalau kata - kata aku dulu pernah nyakitin kamu." Ucap Thomas sambil mengeratkan pegangan tangannya.


Grace tersenyum. Dan hal itu membuat Thomas senang, Tapi, yang membuat Thomas makin kaget begitu Grace bilang dia mau memeluknya gua. "Hah?"


"Boleh kan?" Dengan wajah terkejut Thomas mengangguk dengan canggung.


Tak lama Thomas menarik Grace kedalam pelukannya. "Sekarang aku senang karena kamu disini. Aku sayang kamu Thomas." Ucap Grace.


Kata – kata Grace membuat Thomas tertegun. Ini pertama kalinya dia mendengar Grace mengucapkan kata - kata itu.


"Aku juga Grace. Aku juga."


Aku harap kamu yang akan terus berada disisi aku Grace.


^^^

__ADS_1


__ADS_2