
Suasana kafe hari ini cukup ramai. Grace yang biasanya tidak diijinkan untuk membantu. Kini harus turun membantu karyawannya. Grace berdiri di belakang kasir menggantikan Dita, Karyawannya yang biasa memegang kasir.
"Sudah ini saja?"
"Iya mba."
"Baik. Totalnya jadi 150.000 ribu. Ini! Terimakasih! selamat datang kembali!" Kata Grace dengan sangat ramah kepada pelanggannya. Setelah itu, dia pun kembali melayani customer selanjutnya. Sampai pukul tiga sore. Kafe mulai sedikit lengang. Tidak banyak lagi customer yang datang. Kesempatan ini di pakai Grace untuk bisa istirahat. Dia juga meminta karyawannya yang lain untuk bergantian makan dan istirahat.
"Sari!" Sandra memanggil nama anak buah kepercayaannya. "Iya Bu!"
"Kalau boleh, nanti sore sebelum saya pulang. Kita briefing dulu sebentar. Toko bisa di tutup dulu untuk 30 menit. Ada hal yang mau saya bicarakan."
"Oh! baik Bu!"
Setelah menyampaikan keinginannya. Grace kembali ke arah kantornya untuk bisa mengistirahatkan diri. Lelah juga rasanya melayani customer yang membludak hari ini. Grace jelas sangat bersyukur. Meskipun lelah, tapi melihat wajah customernya yang datang dengan penuh ceria membuat Grace semakin bersemangat. Rasa lelahnya baru terasa sekarang. Mungkin karena saking asiknya. Grace sampai tidak merasakan pegal-pegal.
"Hmm. Sepertinya aku harus tambah karyawan lagi. Kasian juga anak-anak harus kerja seperti ini." Sejak tadi, pikiran Grace berputar. Dia sedang memikirkan nasib karyawannya. Mereka tidak bisa beristirahat sebentar karena situasi ramai seperti tadi. Dan Grace tidak akan tega membuat karyawannya kerja sekeras itu.
"Mungkin, dengan aku mencari karyawan baru. Bisa membantu mereka. Jadi mereka tidak terlalu lelah karena mengambil banyak pekerjaan." Ungkap Grace pads dirinya sendiri. Mungkin di briefing nanti akan dia sampaikan niatnya ini juga.
...^^^ ...
Ketika pukul empat sore, Sari sudah mengumpulkan karyawan kafe di ruangan tempat mereka istirahat. Karena hanya ruangan itu yang cukup luas dan nyaman. Grace tidak ingin karyawan nya tertekan dengan adanya rapat-rapat mingguan atau briefing dadakan yang suka Grace lakukan.
Sore itu, meja didepan mereka sudah tersedia berbagai macam hidangan. Supaya mereka tidak bosan. Semuanya masih bersikap santai sampai Grace memasuki ruangan.
Semua karyawan sontak berdiri menghormati Grace. "Santai saja. Hari ini aku hanya akan membahas sedikit hal." Setelah mengatakan itu, para karyawan Grace kembali duduk di tempatnya masing-masing.
"Baiklah. Selama sore semuanya." Sapa Grace dengan ramah.
"Sore Bu!" Sahut mereka serentak.
__ADS_1
"Hari ini saya hanya akan menayangkan beberapa hal tentang kafe selama saya tinggal honeymoon kemarin. Apa ada informasi yang ingin kalian berikan?"
Sari, selaku tangan kanan Grace langsung berdiri dan menyerahkan dokumen yang di butuhkan Grace. "Selama beberapa waktu ini, penjualan Alhamdulillah meningkat, Bu. Kita juga beberapa waktu lalu kedatangan selebgram atau influencer gitu. Karena mereka penjualan kita jadi naik 50 persen."
"Syukurlah. Tapi, apa kita yang mengundang mereka? karena saya tidak tahu kita ada bekerja sama dengan selebgram atau influencer yang kamu bilang itu."
"Tidak Bu. Kita tidak ada kerjasama dengan mereka. Mereka datang memang hanya ingin membuat konten. Tapi, berkat konten mereka, kita mendapatkan beberapa keuntungan."
Grace tersenyum senang. "Baiklah. Kita akan mengundang mereka untuk datang ke kafe ini lagi. Kita harus membagi keuntungan dengan mereka meskipun mereka tidak bekerja sama dengan kita."
Sari mencatat perintah Grace dengan baik. "Baik Bu."
"Ada lagi? Yang lain bagaimana?" Tanya Grace pada karyawannya yang lain.
Koko, barista di kafe Grace mengangkat tangannya. "Ada Bu. Ada sedikit masalah sebenarnya."
"Ada masalah apa, Ko? kamu katakan saja. Sebisa mungkin kita akan coba cari penyelesaiannya."
"Bener Bu. Karena kemarin kita sempat keluarin menu minuman baru yang udah ibu setujui di social media. Para customer yang kecewa sempat buat komentar negatif di postingan kita itu." Kata Rara yang bertugas sebagai staf marketing dan public relation di kantornya.
Grace meletakkan tangannya di dagu. Wanita itu terlihat berfikir untuk bisa menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai karena komentar negatif, nama kafenya jadi rusak.
"Sebenarnya, alasan ini juga saya mengadakan rapat. Kita butuh tambahan staf untuk mengerjakan tugas yang lain. Karena saya ingin kalian fokus di tugas kalian masing-masing. Jangan seperti tadi, Tania yang bertugas sebagai waitress harus membantu membuat minuman."
"Jadi kita buka lowongan Bu?" Tanya Sari memastikan lagi.
"Benar! Kita butuh setidaknya tujuh orang staf tambahan. Di bagian pembuatan minuman harus ada dua, pemesanan melalui aplikasi juga harus di tambah satu, waiter dan waitress harus di tambah lagi. Dan juga buka lowongan untuk office boy atau girl. Karena saya tidak ingin kalian memegang bagian kebersihan kafe secara menyeluruh. Kalian hanya cukup membersihkan wilayah kerja kalian saja. Di luar itu biarkan OB atau OG yang mengerjakan." Mendengar keputusan yang dibuat Grace membuat para karyawannya bahagia. Baru kali ini mereka mendapatkan atasan yang sangat baik dan menghargai karyawannya. Grace sangat memuliakan karyawannya layaknya manusia.
"Terimakasih Bu." Sahut semua karyawan Grace secara serentak.
"Sama-sama. Kita disini harus memberikan yang terbaik untuk para customer. Dan saya juga harus memperhatikan dan memperlakukan kalian semua lebih baik lagi. Karena kalian lah yang membantu saya dalam mengurus kafe ini. Bukan saya yang membantu kalian. Jadi, saya juga mengucapkan terimakasih karena sudah bekerja sekeras itu beberapa waktu ini."
__ADS_1
Seluruh karyawan Grace merasa terharu dengan kebaikan dan ketulusan hati bos mereka ini. Grace adalah gambaran wanita yang cantik fisik dan hatinya. Sikap dan sifatnya seperti seorang malaikat. Meskipun datang dari background keluarga yang tidak main-main. Grace selalu ramah dan rendah hati. Alasan itulah para karyawannya betah bekerja di kafenya.
"Dan untuk beberapa komentar negatif itu. Saya minta Rara untuk mengundang mereka lagi kesini. Berikan pelayanan yang terbaik. Mungkin mereka kecewa dengan apa yang sudah kita lakukan. Buat mereka kembali percaya jika kepuasan customer adalah segalanya di kafe ini."
"Baik Bu. akan saya coba hubungi mereka."
"Apa ada lagi?" Tanya Grace lagi.
"Sepertinya tidak ada Bu. Mungkin setelah ini, saya akan merekap penjualan mingguan dan akan saya serahkan pada ibu besok pagi." Jelas Sari.
"Baiklah. Saya ada sedikit informasi tambahan." Semuanya kembali menaruh perhatian mereka.
"Minggu depan, saya akan mengadakan field trip untuk kalian. Karena kalian sudah bekerja keras selama saya libur panjang kemarin. Saya ingin kalian juga merasakan hal yang sama. Saya akan tunggu saran kalian. Kalian sendiri yang tentukan tujuannya dimana, penginapannya seperti apa dan akomodasi. Bagian konsumsi akan saya bahas dengan Sari. Intinya, cari tempat terbaik dimana kalian bisa refreshing dari kerja keras kalian. Jangan terpaku pada harga. Pilih yang terbaik."
"Wah! serius Bu!"
"Asik liburan!"
"Woahh! kita liburan guys!"
Senyuman Grace semakin bersemangat melihat kebahagiaan karyawannya. "Tentukan yang terbaik ok?"
"Baik Bu! terimakasih banyak Bu!" seru mereka secara serentak.
"Kalau begitu kalian boleh kembali. Saya tutup dulu pertemuan hari ini."
"Baik Bu!"
Sepeninggalan Grace, semua karyawannya langsung melakukan selebrasi karena akan liburan.
...^^^...
__ADS_1