
Beberapa hari lalu,
+822878xxxx
Grace, bisa kita bertemu?
Ada hal yang harus aku jelaskan sama kamu.
Aku harap kamu mau kasih aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya.
Salsa.
Setelah mendapat sms seperti itu, Grace yang tadinya enggan untuk bertemu akhirnya memberanikan diri.
Saat ini, Salsa sudah duduk di depannya dengan wajah tertunduk dan mata sembab. Grace tidak diijinkan sang ayah keluar untuk menemui Salsa. Dia tidak ingin sesuatu terjadi pada anaknya. Jadi, mau tidak mau Grace disuruh untuk menemui Salsa di rumahnya. Dan dengan penjagaan ketat dari beberapa penjaga yang ada disana.
Grace memberi tahu kepada orang suruhan ayahnya itu untuk sedikit memberi jarak. Karena keberadaan mereka membuat Salsa semakin takut dan tertekan untuk berbicara.
__ADS_1
Salsa belum sama sekali mengeluarkan satu patah kata pun. Terlebih dia masi takut dengan tatapan penjaga Grace. Dia pun juga bingung bagaimana cara menjelaskan masalahnya ini pada Grace.
“Jadi, apa yang mau kamu jelaskan?." Ucap Grace datar.
"..."
Belum ada respon apapun dari Salsa. Dan hal itu membuat Grace geram. Dia tidak ingin berlama – lama dengan Salsa. Hatinya masih terluka akan penghianatan sahabat dekatnya itu.
“Jangan buang waktu aku buat lihat kamu diam aja, Salsa. Katakan apa yang ingin kamu jelaskan padaku."
“Grace." Panggilnya. Kini Salsa berani mengangkat kepalanya. "Aku benar – benar minta maaf karena sudah menjadi orang jahat yang selama ini selalu sembunyi di balik label sahabat."
Dilain sisi, Grace terkejut. Selama ini dia tertipu. Salsa yang ceria, perhatian, dan sangat baik dengannya hanyalah akting.
Hebat. Benar - benar akting yang luar biasa natural, batin Grace.
“Aku melakukan semua ini karena Jason."
__ADS_1
Tatapan Grace menajam ketika Salsa menyebut nama Jason. "Jason? Apa hubungannya sama dia?."
“Aku cinta sama Jason sejak kita SMP. Waktu itu aku lihat Jason yang sedang bicara sama kamu didepan gerbang sekolah kalian. Ketika aku menjemput Cindy. Disitu aku baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Hingga akhirnya aku tau kalau kamu dan Jason bersekolah disekolah yang sama."
Grace berdecih. "Jadi sejak awal kamu memang gak niat temenan sama aku? Karena selama ini yang kamu incar itu Jason?." Grace menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan cara yang di lakukan Salsa.
“Apa mencintai seorang laki – laki kamu harus menyakiti hati orang lain dulu seperti itu, Salsa? Picik sekali pikiran mu!”
“Maaf Grace, aku benar – benar minta maaf. Aku tau kalau aku udah buta cinta sama Jason. Aku salah karena dulu pernah berfikir jika kamu adalah perempuan yang membuat Jason terluka karena selalu menolaknya. Aku sempat marah ketika Jason kembali menyatakan cintanya padamu di kantin waktu itu. disatu sisi, aku ingin berada di posisimu agar bisa di cintai kembali oleh Jason. Tapi, disisi lain. Aku bukan kamu yang selalu di kelilingin laki – laki yang tampan dan sayang padamu."
Salsa menarik nafasnya dan membuangnya kembali. "Aku minta maaf akan semua kelakuan buruk ku sama kamu Grace. Aku harap kamu mau memaafkan aku."
Grace menatap Salsa dengan dingin. Dia sejak dulu memang sangat susah untuk percaya dengan seseorang yang mengaku sebagai temannya. Hingga kemunculan Thomas yang berubah menjadi sahabatnya. Hingga saat itu, Grace berfikir jika Thomas lah satu – satunya. Sampai dia bertemu dengan Salsa yang menegurnya untuk pertama kali dan tempatnya berkeluh kesah akan cerita tentang Thomas. Tapi ternyata Salsa nyatanya bukan sosok yang bisa menjadi sahabatnya. Dia sama saja seperti teman – temannya dulu. Tapi, Grace tidak ingin menanam dendam. Dia harus mencoba sabar akan segala hal jahat yang sudah di lakukan Salsa. Memaafkan mudah. Tapi tidak dengan melupakan. Dua hal itu berbeda baginya.
“Aku maafkan. Tapi maaf, aku tidak bisa menjadi sahabat kamu lagi. aku harap ini menjadi pertemuan kita yang terakhir. Aku akan mencoba melupakan rasa sakit penghiatan kamu. aku harap kamu bisa bertemu dengan sosok sahabat yang lebih baik dari aku. Dan aku harap jika waktu itu ada, kamu bisa jujur akan hal apapun yang ada di dalam hati dan pikiran kamu. supaya hal seperti ini tidak akan terjadi lagi."
Mendengar kalimat itu, Salsa kembali meneteskan air matanya. Ada kata menyesal dalam dirinya. Tapi, memang ini ganjarannya. Grace orang baik. dan dia senang sempat berkenalan dengan perempuan sebaik Grace.
__ADS_1
^^^