Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Limalima (Extra Part 2)


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu bulan madu selama dua minggu di Switzerland. Kini kedua pasangan suami istri itu kembali ke kehidupan nyata.


Thomas yang mulai kembali bekerja. Dan Grace yang kini mulai melanjuti usahanya. Setelah tamat kuliah, Grace lebih memilih membuka usaha cafe yang memang disukainya sejak kecil. Hal ini termasuk dalam bucket list nya. Dia juga diminta Thomas untuk tidak bekerja. Tapi, membuka usaha ini sudah mendapat ijin dari suaminya dan orang tuanya sejak lama. Jadi, setelah keduanya kembali ke Indonesia. Grace kembali mengurus cafenya. Meskipun tidak seratus persen. Grace akan berada di rumah ketika Thomas pulang. Dan Grace akan ke Cafe ketika Thomas berangkat. Dan, suaminya itu juga meminta Grace untuk selalu datang ke kantornya untuk mengantarkan makan siang. Tentunya dengan Grace. Jadi jelas, keberadaan Grace di cafenya hanya untuk beberapa jam saja.


Pagi ini, Grace sudah bersiap di meja makan. Sarapan sudah dibuatnya. Dan tinggal menunggu Thomas turun. "Hai sayang." Sapa Thomas setelah sampai di meja makan. Pria itu tak lupa memberikan kecupan hangat di kening istrinya.


"Mas mau makan pakai apa? aku masak nasi goreng sosis dan telur ceplok. Terus ada roti bakar keju."


"Nasi goreng aja sayang. Rotinya bisa aku bawa ke kantor."


"Oke kalau gitu." Grace dengan cekatan mengurus suaminya. Sebisa mungkin Grace ingin dirinya sendiri yang turun tangan langsung mengurus suaminya. Mulai dari memasak, menyiapkan keperluan Thomas, dan lainnya. Grace ingin menjalani peran ini dengan sungguh-sungguh.


"Kamu berangkat ke cafe sama siapa? Aku antar saja gimana?" Tanya Thomas disela makannya.

__ADS_1


"Aku di antar pak somad. Kamu kan hari ini ada meeting pagi. Bakal telat ke kantor kalau harus anter aku dulu." Jelas Grace.


"It's oke. Aku bisa telat sedikit buat anter kamu. Sekarang kamu siap-siap. Biar pas aku selesai makan. Kita langsung berangkat "


Mau membantah juga percuma. Thomas dan keinginannya harus dituruti. Jadi, Grace pun memutuskan untuk bersiap diri. Dia meninggalkan suaminya untuk berganti baju. Untungnya Grace sudah mandi sejak pagi. Jadi tinggal ganti baju saja. Sehingga tidak membuat Thomas terlalu terlambat ke kantor.


...^^^...


"Sudah sampai, sayang. Kamu mau aku jemput nanti?" Thomas memberhentikan mobilnya tepat di depan kafe Grace yang sudah memiliki beberapa customer pagi ini. Melihat kesibukan kafe, membuat Thomas khawatir istrinya akan kelelahan.


"Gak masalah. Aku tidak akan sibuk hari ini. Untuk pertanyaan kamu tadi, aku mau dijemput atau enggak. Kalau kamu sibuk, aku bisa naik taksi."


"Aku gak akan sibuk. Aku pulang jam 5. Kamu selesai jam berapa?" Tanya Thomas lagi memastikan. "Aku ada tiga meeting hari ini. Mungkin makan siang akan di luar dengan klien. Kamu gak masalah dengan itu?"

__ADS_1


"Aku akan tunggu kamu pulang kalau gitu. Dan aku gak masalah kita gak makan siang bareng hari ini. Aku tau kamu sibuk. It's oke." Senyuman Grace setelah mengatakan kalimat itu membuat Thomas tersipu. Grace tersenyum dengan sangat cantik hari ini. Hal itu tentunya membuat Thomas tak tahan untuk mengecup bibir merah merona milik istrinya.


"Kamu kalau lagi senyum kenapa cantik banget." Puji Thomas yang membuat Grace malu. Istrinya itu memukul bahu Thomas pelan. "Apasih. Pagi-pagi udah ngelantur." Sahut Grace yang menunduk malu.


"Aku jujur padahal." Thomas bahagia bisa melihat Grace tersenyum senang. Baginya, senyum Grace sangat indah.


"Kamu berangkat sana. Nanti terlambat meetingnya."


"Oke. Kalau gitu, aku berangkat dulu. Kamu jangan terlalu lelah kerjanya hari ini. Kalau ada laki-laki yang ajak kamu kenalan atau basa-basi. Menjauh! oke!" Pesan Thomas. Dia tahu dari asisten istrinya jika ada beberapa customer laki-laki yang selalu menatap istrinya dengan penuh damba. Dan Thomas belum pernah memiliki kesempatan untuk mencolok mata para laki-laki itu. Lihat saja nanti. Jika waktunya sudah tidak terlalu sibuk. Dia akan membuat para laki-laki itu mundur teratur.


"Iya sayang. Kamu hati-hati di jalan. Jangan lupa makan siang."


"Oke sayang." Setelah menutup perpisahan itu dengan beberapa kecupan manis yang diberikan Thomas. Grace pun turun dari mobil dan menuju kafenya. Thomas yang melihat punggung istrinya sudah menghilang. Melanjutkan mobilnya menuju perusahaan.

__ADS_1


...^^^...


__ADS_2