
Thomas mengarahkan mobilnya ke sebuah taman bermain. Disana, dia mengajak Grace untuk duduk di kursi taman yang berada di bawah pohon rindang. Thomas mencoba membuang nafasnya untuk memulai berbicara. Dia sangat gugup. Jujur saja, sejak mereka meninggalkan sekolah. Grace belum sekalipun mengeluarkan suara. Perempuan itu hanya diam dan menatap keluar jendela. Grace pasti sudah marah besar padanya. Belum pernah dia melihat Grace sedingin ini.
Yang selalu Thomas ingat, Grace itu adalah wanita yang polos, lemah lembut, dan tidak pernah marah. Tapi, sejak kejadian kemarin, Grace-nya berubah. Mungkin memang kemarin adalah kesalahannya. Kata - kata bodoh yang di keluarkannya sungguh menyakitkan. Terlebih lagi, hal itu dia ucapkan kepada Grace. Sudah pasti Thomas menyakiti hatinya.
Bodoh! Emang gua selalu bertingkah bodoh!
Melihat Grace dingin kepadanya. Entah kenapa membuat hatinya sakit.
"Grace." Panggilanya yang hanya dibalas Grace dengan lirikan. "Aku disini mau minta maaf sama kamu."
"..."
__ADS_1
Thomas kembali mengatur nafasnya dan detak jantungnya yang berdetak sangat cepat. Orang dengan perasaan bersalah selalu merasa gugup dan takut jika mengungkapkan permintaan maaf. "Aku tahu kalau aku sudah salah besar kemarin. Aku cemburu dan marah - marah sama kamu. aku bodoh karena berbuat seperti itu."
"..."
Thomas melirik Grace yang masih menatapnya datar. Mata coklat Grace terlihat sangat dingin.
"Aku benar – benar minta maaf Grace. Please, jangan marah sama aku dan diemin aku kayak gini." Thomas langsung mengambil tangan Grace yang sejak tadi berada di pangkuan perempuan itu.
Grace melepas pegangan tangan Thomas dan dia berdiri dari duduknya. "Aku tahu kamu cemburu Thomas. Dan aku senang karena itu. Tapi bukan hal itu yang buat aku marah sama kamu."
Thomas bangkit dan berjalan kearah Grace. Dia menarik Grace hingga kini berhadapan dengannya. Thomas memegang kedua bahu Grace dengan lembut. "Lalu apa? Kasih tahu aku Grace. Biar aku bisa tahu salah aku dimana. Aku benar - benar bodoh kemarin. Dan aku benar - benar minta maaf Grace.”
__ADS_1
"Thomas, kata – kata mu yang seolah menganggap aku wanita yang mudah didapat itu yang menyakitiku. Kamu menganggapku seperti wanita murahan.”
"Sejak dulu, aku selalu menyukai mu Thomas. Tidak pernah ada yang lain. Hingga kamu sendiri yang menolak aku karena status kita. Bukan aku yang ragu dengan hubungan ini Thomas. Tapi kamu. sejak dulu sampai saat ini. aku tidak pernah ragu akan perasaan aku sama kamu. selalu kamu yang ada di hati aku."
Mendengar kata – kata itu dari mulut Grace membuat Thomas memutar kembali ingatannya yang menyakiti hati perempuan ini. Bodoh, dia selalu saja berlaku buruk terhadap Grace. Selama ini, tanpa dia sadari perilaku dan kata - katanya sudah sangat menyakiti Grace. Tapi, entah kenapa Grace masih sanggup berdiri di sampingnya. Hingga kesalahan bodoh yang membuat Grace-nya menjauh.
Itulah yang Thomas sesali. Kebodohannya dulu. Kini tidak lagi, Thomas tidak ingin menyakiti Grace lagi. Dia menarik Grace ke dalam pelukannya dan mengucapkan kata maaf berulang kali di balik punggung perempuan itu. Air mata yang tidak pernah keluar. Kini tanpa sadar mengalir di antara kedua pasangan yang sedang berpelukan itu.
"Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti kamu lagi Grace. Maafkan laki – laki bodoh ini Grace. Karena saat ini dan sampai kita tua nanti. Aku berjanji, hati dan pikiran aku akan selalu di isi oleh nama kamu. biarkan aku mencintai kamu melebihi rasa cinta kamu sama aku Grace. Hingga aku bisa merasakan bagaimana sakitnya kamu dulu. Biar aku ganti rasa sakit itu jadi rasa bahagia di dalam hidup kamu."
^^^
__ADS_1