
Ternyata kata orang, jika hidup terlalu bahagia itu pasti tidak akan bertahan lama. Ketika kemarin Grace berfikir jika kehidupannya sudah bahagia. Karena akhirnya dia bisa merubah status mereka yang selama ini menjadi bayang – bayang Grace. Dengan Thomas yang merubah gaya bicaranya, sikapnya dan statusnya. Hal itu sudah membuat Grace bahagia.
Tapi, melihat Cindy yang sekarang sedang berdiri didepan Thomas setelah memeluknya laki – laki itu. Membuat hatinya yang tadinya bahagia jadi jatuh sakit seperti tertimpa ratusan jarum.
“Lo apa - apaan sih?!" Itu bentakan Thomas ketika dia sadar Cindy baru saja memeluknya.
“Aku mau kamu Thomas." Ucap perempuan itu lagi.
“Heh! Lo itu kenapa jadi perempuan gatel banget sih! Gua gak suka sama lo! Udah berapa kali gua bilang, kalau gua gak suka sama lo! Lo liat disebelah gua ini!" Tunjuk Thomas ke arah Grace.
“Dia pacar gua. Sekali lagi lo berulah kurang ajar kayak gini. Gak segan - segan gua main kasar sama lo." Ucap Thomas seraya menarik tangan Grace untuk pergi dari hadapan Cindy.
“Thomas! Tunggu! Thomas!" Grace masih bisa mendengar teriakan Cindy yang menggema di koridor sekolah ini. apa Cindy tidak punya urat malu berteriak seperti itu? batin Grace.
“Aku gak bakal nyerah buat dapetin kamu Thomas!" Sahutnya lagi.
“Fans kamu serem - serem ya? Aku sampai kaget kalau ada perempuan yang segila itu sama kamu." Ucap Grace kepada Thomas ketika mereka masih berjalan ke arah kelas.
__ADS_1
Grace mencoba menahan hatinya untuk tidak sakit hati melihat tingkah berani Cindy. Jika Thomas bisa bersikap tegas seperti tadi kepada semua perempuan yang mencoba mendekatinya dan menggodanya. Grace akan mencoba bersabar.
“Jangan diladenin. Nanti kamu pusing sendiri mikirin dia." Balas Thomas. Grace melihat Thomas masih sedikit kesal dengan tingkah nekat yang dilakukan Cindy barusan.
“Kamu marah?." Thomas menggeleng.
“Kamu marah sama aku? Atau kamu marah sama dia?" Ucap Grace yang malas menyebut nama perempuan itu.
“Aku gak marah sama kamu. Aku cuma kesel kenapa dia bertingkah kurang ajar gitu didepan kamu. Aku gak mau kamu sakit hati lagi." Jelas Thomas. Grace yang mendengar itu justru tersenyum.
Thomas kenapa lucu banget sih pas ngomong begitu.
Sebenarnya, didalam hati Thomas. Dia kesal dengan aksi Cindy. Dia berfikir jika Grace pasti akan salah paham lagi. Dia kan baru saja merasakan bahagia dengan Grace karena statusnya yang sekarang, Baru saja dia merasa bahagia. Tapi kenapa dimana - mana dia selalu di hantui perempuan menyebalkan itu.
“Kamu gak usah pikirin yang tadi ya." Ucap Thomas sebelum Grace melangkah masuk kedalam kelasnya.
"Cindy?." Tanyanya yang diangguki Thomas.
__ADS_1
“Dia itu gila. Jadi kamu jangan sampai cemburu atau marah sama aku gara - gara dia."
“Iya aku gak bakal cemburu sama dia. Kamu tenang saja." Thomas langsung membuang nafas dengan lega.
“Nanti makan siang ke kantin ya? Aku tunggu kamu disana. Ada yang mau aku kenalin sama kamu." Ucap Thomas lagi.
“Iya. Yaudah. Aku masuk kelas dulu." Setelah dia melihat Grace masuk kekelasnya. Dia tanpa sengaja berpapasan dengan Jason, musuhnya.
“Ngapain lo disini?!" Katanya dengan sinis.
Ini makhluk gak tahu diri banget! Terserah gua dong mau dimana aja!
“Urusan buat lo kalau gua disini?!" Balas Thomas tak kalah sinis. Dia langsung melangkah melewati Jason. Tapi baru beberapa langkah Thomas berhenti karena omongan Jason yang bikin dirinya kesal.
“Gua gak bakal nyerah buat dapetin Grace! Walaupun lo teman kecilnya, tapi kemarin - kemarin ini gua yang jaga dia. Jadi gua masih belum mau nyerah buat dia berpaling dari lo!" Ucap Jason dengan wajah seriusnya.
“Huh! Lo pikir lo bisa bikin hati dia berpaling dari gua?! Lo itu cuma baru dekat sama dia dari kemarin. Gua yang udah kenal dia luar dan dalam. Jadi, lo gak usah sok tahu."
__ADS_1
“Dan satu hal lagi, gua gak bakal serahin Grace begitu mudahnya ke lo. Karena cuma gua yang pantas buat dia." Setelah mengucapkan kata - kata itu Thomas pergi meninggalkan Jason yang sekarang terlihat sangat kesal padanya.
^^^