Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Berpisah dengan Rendy


__ADS_3

"Aduh Ci aku minta maaf, jantung kamu ada yang sakit nggak? Kamu jangan ngomong gitu dong aku kan nggak bisa hidup tanpa kamu, kalau kamu meninggal aku juga bisa kok nyusul kamu" ucap Rendy sambil memerikasa badannya Syifa.


"Ihh putra nggak usah lebay deh, nggak ada yang sakit. Habis kamu sih pake teriak teriak segala" ucap Syifa sambil memakan cemilan yang ada di tangannya Bima.


"Makanya, aku tadi nanya kalian tapi kalian nggak jawab tuh pertanyaan aku" ucap Rendy sambil memonyongkan bibirnya.


"Heh, nggak usah sok imut deh lo. Jijik gue lihat tampang lo kaya gitu. Mirip banci tau nggak?" ucap Bima sambil bergidik ngeri.


"Yeee dasar si ennyet" ucap Rendy sambil menoyor kepala Bima.


"Ci, kita pulang yuk" ajak Rendy.


"Bentar" jawab Syifa yang masih asyik memakan cemilan yang ada di tangannya Bima.


"Emang kamu mau ngapain sih Ci?" tanya Rendy.


"Ini cemilannya Bima enak Put" ucap Syifa yang masih asyik dengan cemilannya. Mereka yang ada di sana tekejut dan tidak habis fikir dengan jawabannya Syifa.


"Yaelah Fa, bawa aja kali" ucap Bima sambil menyerahkan cemilan yang ada di tangannya kepada Syifa.


"Nggak papa nih? gue bawa ya" ucap Syifa sambil mengangkat cemilannya Bima.

__ADS_1


"Yee si Syifa kaya orang yang nggak mampu beli cemilan aja" ledek Bima kepada Syifa.


"Eh eh eh, tunggu" ucap Syifa berhenti sambil menarik tangannya Rendy.


"Apa lagi sih Ci" kesal Rendy


"Do, cemilan lo buat gue yaa. Belum cukup yang ini" mohon Syifa dengan wajah imutnya.


"Astaga Ci, kamu malu maluin deh. Ntar di mini market kita beli deh yang banyak" ucap Rendy.


"Nggak mau beli Put, aku maunya yang ini gimana sih" bantah Syifa.


"Hadehh, keras kepala betul ni anak" pasrah Rendy.


"Tuh kan, Aldo aja nggak papa nih. Kok kamu yang sewot sih" ucap Syifa lagi


"Ya udah, terserah kamu aja deh. Yuk pulang" pasrah Rendy


"Tapi aku nggak mau pake motor, ntar gimana makan cemilannya" ucap Syifa dengan manja sambil melirik Bima.


"Gue nggak bawa mobil, gue cuma bawa motor" ucap Bima terus terang. Karena ia sudah mengerti dengan kode yang di berikan oleh anak yang satu ini. Terkadang Bima heran kepada Syifa, biasanya orang lain akan dengan bangganya membawa kendaraan mereka untuk di pamerkan untuk di lihat orang. Lain halnya dengan Syifa, semua merk mobil yang harganya sangat waw enggan untuk di pakai oleh Syifa. Katanya sih selagi ada supir pribadi (Rendy) ngapain bawa bawa kendaraan bikin capek aja.

__ADS_1


Sedangkan Riko yang sudah mengerti dengan suasana saat ini ia pun langsung menawarkan mobilnya, karena memang ia membawa mobilnya ke sekolah.


"Gue bawa mobil kok" ucap Riko


"Pas banget bro, gue pinjam dulu mobil lo yaa. Lo pake aja motor gue dulu ntar gue antar ke rumah lo. Bisa berabe nih kalo moodnya mak lampir satu ini berubah lagi" ucap Rendy kepada Riko agak berbisik dan merasa syukur sambil menerima kunci dari Riko dan menyerahkan kunci motornya kepada Riko.


"Ya udah yuk kita bareng aja ke parkiran, kita juga udah mau pulang nih" aja Bima


Kini mereka sudah di parkiran. Sesuai dengan nego nego mereka tadi kini Rendy membawa mobilny Riko, sedangkan Riko membawa motornya Rendy.


..........


Sudah seminggu waktu berlalu, kegiatan mospun sudah berakhir Syifa dan Rendy kini beda kelas. Terpaksa Syifa kini harus mandiri tanpa Rendy. Karena selama ini sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama mereka selalu satu kelas karena Syifa yang tidak bisa jauh dari Rendy dan tidak terbiasa jika tidak bersama Rendy, sama halnya dengan Rendy ia juga tidak bisa pisah dengan Syifa. Tapi tidak separah Syifa jika ia jauh dengan Rendy. Bahkan mereka pernah tidak satu kelas saat mereka duduk di bangku kelas 2 SMP Syifa meliburkan diri di sekolahnya selama satu minggu dan mengurung diri di kamarnya. Saat itu nilai Rendy turun drastis karena selalu bolos dan tidak masuk kelas makanya ia di masukkan ke kelas paling akhir dan itu berdampak buruk untuk Syifa karena harus beda kelas dengan Rendy. Dengan terpaksa orang tua Syifa menemui kepala sekolah di tempat Syifa dan Rendy sekolah waktu itu dan meminta Syifa dan Rendy untuk tetap satu kelas sampai mereka tamat. Dengan terpaksa kepala sekolah tersebut harus menyetujui permintaan keluarga Ferdinand itu, karena mereka juga merupakan donatur tetap di sekolah tersebut.


Kini Shifa berada di kelas X IPA2 karena ia bercita cita ingin menjadi dokter. Beda halnya dengan Rendy, Rendy berada di kelas X IPS5 lokal paling terakhir ia satu kelas dengan Bima, Aldo, dan juga Riko. Rendy sengaja mengambil jurusan IPS karena ia adalah anak satu satunya keluarga Atmaja jadi ia harus meneruskan perusahaan yang telah di dirikan oleh ayahnya yang sudah di mulainya dari nol. Sedangkan Syifa yang memilih jurusan IPA ia harus menerima keadaan bahwa ia tidak bisa satu kelas dengan Rendy sahabatnya. Berat rasanya ayahnya Syifa mengizinkan Syifa mengambil jurusan tersebut karena ia sangat menginginkan kedua anaknya tetap meneruskan perusahaannya. Akan tetapi Syifa tetap ngotot untuk mengambil jurusan tersebut karena kakaknya juga sudah mengambil jurusan manajemen bisnis di kampusnya jadi sudah ada penerus perusahaan sang ayah yaitu kakaknya Syifa yang bernama Reynald Dafindito Ferdinand. Bagaspun menyetujui permintaan putrinya tersebut dengan syarat Syifa harus menerima bahwa ia tidak bisa satu kelas dengan Rendy karena bagaimanapun Rendy juga harus meneruskan perusahaan orang tuanya Dengan berat hati Syifa menerima tawaran dari Bagas tersebut demi menggapai cita citanya yang telah ia impikan dari dulu.


Kini Syifa sudah berada di depan kelasnya ia berfikir apakah ia bisa menjalani masa masanya belajar tanpa Rendy? Entah apa yang membuatnya tidak bisa berpisah dengan sahabatnya itu, padahal Rendy selalu saja membuat ia merasa kesal dan jengkel.


Syifa memilih bangku yang masih kosong di bagian nomor dua dihitung dari belakang, dan ia juga memilih duduk di tepi dekat jendela sehingga ia bisa melihat lapangan basket yang luas itu.


"Hmm enak banget sih Putra, dia nggak perlu cari teman baru lagi. Dia udah satu kelas sama Bima, Aldo, sama Riko. Lah aku, sendiri ada nggak ya yang mau temenan sama aku? Waktu mos aku bareng anak anak kunyuk itu terus, nggak dapet teman yang lain. Hadeuuh" keluh Syifa dalam hati.

__ADS_1


"Hai, gue boleh duduk bareng lo nggak?" tanya seseorang kepada Syifa. Sedangkan Syifa yang sedang menghadap ke arah lapangan basket terkejut dengan kedatangan seseorang yang membuyarkan lamunannya.


__ADS_2