
Ketika mobil Thomas sampai didepan rumahnya. Grace segera membuka pintu dan berlari kearah rumahnya. Melihat hal itu membuat Thomas pun langsung mengejarnya. "Grace tunggu!" Panggil thomas.
"Apa lagi?." Ada amarah yang tersalur dari suara itu.
"Gua gak suka lo deket - deket sama jason." Ucap Thomas.
"Thomas, aku itu bingung sama kamu, sebenernya kamu itu kenapa sih?," Grace membuang nafasnya dengan kasar.
"Waktu itu kamu sendiri kan yang nyuruh aku jalan sama dia, sekarang kamu larang aku." Jelas Grace.
"Pokoknya gua gak suka lo deket - deket lagi sama dia."
"Terserah lah, aku itu capek ngadepin kamu yang seakan berubah - ubah terus." Grace merasa Thomas itu laki – laki tidak jelas. Sebentar – bentar baik, sebentar – bentar marah. Kadang menyetujui, kadang menolak.
“Kamu itu kenapa sih? Gak suka liat aku deket - deket sama cowok lain? Kamu gak suka kalau aku punya pacar?." Cecar Grace.
Thomas menggeleng, "Bukan gitu grace.."
"Udahlah Thom ...! kalo kamu gak suka, aku mau tanya masalah kamu itu apa sebenarnya? Kamu suka sama aku?." Tantang Grace. Thomas pun terdiam di buatnya. Ini pertama kalinya Grace marah seperti ini.
__ADS_1
'Suka sama grace? Apa ia gua suka sama Grace? Apa kalau gua khawatir itu namanya suka?' Batin thomas
"Gua itu sahabat lo Grace, gua gak mau lo kenapa - kenapa." Jelas Thomas.
"See! Kita hanya sahabatan. Kamu juga gak berhak larang aku buat deket sama siapa aja. Aku juga dari dulu gak pernah larang kamu deket sama siapa aja, pelukan sama siapa aja." Ucap Grace yang kembali emosi karena kembali memikirkan kejadian yang dilihatnya tadi.
"Kapan gua pelukan Grace?!" Thomas pun sekarang mulai tersulut emosinya.
"Aku capek Thomas, lebih baik kamu pulang." Ucap Grace seraya berbalik untuk meninggalkan Thomas. Tidak ingin membiarkan masalah ini menjadi besar. Thomas mencoba untuk menyelesaikan masalah mereka.
"Tunggu grace!."
"Terserah lah, toh aku juga gak peduli." Grace pun mengalihkan wajahnya dari tatapan Thomas.
"Gua lagi nanya Grace, dan jawaban lo itu gak nyambung." Timpal Thomas lagi.
"Aku capek kalau kayak gini Thomas. Kalau kamu suka sama dia yaudah pacaran aja. Tapi, kamu juga jangan larang aku buat deket sama Jason."
"Lo itu ngomongin siapa sih?" Thomas makin greget dibuatnya. Kenapa dari tadi Ucapan Grace tidak masuk akal. "Cindy!."
__ADS_1
"Kenapa sama dia?." Grace tak habis pikir dibuatnya. Thomas masih saja tidak mengakui akan hal apa yang sudah dilakukannya dengan Grace.
"Kamu pacaran sama dia kan?. Yaudahlah Thomas. aku tau kok. Gak usah pake enggak ngaku. Lagian aku juga gak papa kalau kamu pacaran sama dia. Kamu juga gak berhak larang aku deket sama Jason." Jelas Grace.
Laki – laki itu ingat. Grace pasti melihat kejadian tadi, "Grace lo itu salah paham.. gua gak.."
Sebelum Thomas menyelesaikan kalimatnya grace sudah memotongnya, "Udah lah Thomas, aku males ngomong lagi."
"Aku gak peduli mau kamu pacaran sama siapa pun. Tapi, kamu juga gak usah atur - atur aku lagi buat deket sama siapa aja."
Tatapan Thomas berubah dingin. "Oke fine...! kalau lo gak mau dengerin penjelasan gua dan omongan gua lagi. Terserah!. Lebih baik emang kita jangan ngomong lagi." Ucapnya.
Sakit. itulah perasaan yang dirasakan keduanya saat ini. disatu sisi, Grace sedih Thomas memilih untuk menjauh.
Disisi lain, Thomas kesal dengan sikap Grace yang tidak ingin mendengar penjelasannya. Benar kata mamanya, tidak ada sahabat antara laki – laki dan perempuan. Pasti akan ada masa dimana merekaakan berbeda pendapat dan memilih berpisah.
Hal yang terjadi kepada keduanya saat ini. ini keputusan yang tepat, kata Thomas. Saat ini, adaah masa dimana dia harus memastikan hatinya. Jika, aksi dari sikap dan pikirannya yang marah tiap kali melihat Grace dekat dengan jason adalah perasaan yang lebih dari seorang sahabat. Dia harus memastikannya terlebih dahulu. Ini menjadi malam terakhir untuk mereka sebagai seorang sahabat.
^^^
__ADS_1