
Demi apapun, pada saat perempuan yang dianggapnya kurang waras ini memeluk dirinya didepan umum. Dan, lebih parahnya lagi tepat didepan Grace. Membuat Thomas muak dan jijik melihatnya. Entah datang angin dari mana tiba - tiba perempuan itu datang dan langsung memeluk dirinya didepan banyak orang. Padahal tadi Thomas ingin memesan makanan. Tapi, gara – gara Cindy, iya dia. si perempuan yang sudah merusak hubungannya dengan Grace. Thomas jadi tidak nafsu makan.
“Kalau sampai gua sama Grace berantem lagi gara - gara lo, abis lo ditangan gua!." Dengan kesal Thomas membentak Cindy dan dia melepas pegangan Cindy dengan kasar. Dia langsung lari mengejar Grace yang mungkin lagi sembunyi sekarang.
Bodoh lo Thomas! Ini udah yang kedua kalinya Grace lihat! Bodoh!
Ketika Thomas mencari Grace dikelasnya. Dia tidak melihat sosok Grace didalamnya. Dia baru ingat, Grace itu introvert dan kutu buku. Pasti dia lebih memilih bersembunyi di perpustakaan. Thomas langsung mengarahkan kakinya kesana.
Dia mencari disekeliling perpustakaan. Sampai dia melihat perempuan yang lagi menundukkan kepalanya di atas meja dipojok perpustakaan.
“Kamu kenapa?" Pertanyaan pertama yang keluar dari mulut bodoh Thomas. Tapi, Grace masih belum mau meresponnya.
__ADS_1
“Grace! Kamu kenapa?" Tak lama ia melihat Grace membuka matanya. Grace terkejut melihat keberadaan Thomas didepannya saat ini.
"Kamu kenapa disini?" Tanyanya dengan suara serak seperti habis menangis.
“Kamu nangis?" Thomas memukul dahinya. Ya iyalah bodoh! Lo gak lihat matanya sembab gitu?
“Enggak. Aku cuma ngantuk." Sudah pasti itu hanya alasan Grace. Tapi, Thomas bukan orang yang begitu saja menerima alasan Grace. Disaat dia tahu hal itu bohong.
Dia kembali menarik lengan Grace dan membuat perempuan itu melihat kearahnya. “Grace! Lihat aku! Kamu kenapa? Kamu marah sama aku?"
Masih mengelak Grace?.
__ADS_1
“Kamu tahu Grace? Dari dulu kamu itu gak bakal pernah bisa bohong sama aku. Aku tahu disaat kamu bohong dan disaat kamu jujur sama aku."
Grace memalingkan lagi pandangannya dari Thomas. "Apasih! Sok tahu! Udah kamu pergi aja sana. Aku mau sendiri." Usirnya.
Thomas menggeleng. Dia tidak akan pergi begitu saja. Disaat keadaan Grace masih seperti ini. "Aku gak bakal pergi sampai kamu kasih tahu aku. Kamu kenapa pergi pas tadi kamu mau kekantin? Kamu lihat aku tadi sama Cindy? Kamu marah? Atau .... Kamu cemburu aku dipeluk sama Cindy?" Thomas mengerluarkan seluruh pertanyaan yang ada di otaknya saat ini.
“Siapa juga sih yang cemburu. Aku tuh tadi ada yang kelupaan. Makanya mau kesini dulu." Alasannya.
“Masih aja banyak alasan Grace. Kalau kamu mau ambil sesuatu harusnya kamu ambil. Bukannya malah diam disini dan nangis. Jujur Grace!. Apasih susahnya jujur sama aku." Thomas kembali menekan Grace supaya sahabatnya ini menjawab dengan jujur.
“Aku gak cemburu kok." Sahutnya dengan sangat yakin.
__ADS_1
“Oke. Kalau kamu gak cemburu. Berarti aku yang cemburu." Ucap Thomas yang membuat Grace terkejut hingga kedua matanya membesar. Dia yang tadinya tidak menatap Thomas dan mencoba menatap kearah lain. Kini justru mengarahkan tatapannya tepat kedalam mata laki – laki itu. tidak ada tatapan bercanda atau main – main dari tatapan Thomas. Itu hal yang makin membuat Grace terkejut.
^^^