Between Friendship And Love

Between Friendship And Love
Episode Delapanbelas


__ADS_3

"Haduh! Ini gimana jadinya? mau ngomong ada aja hambatannya." gumam Grace sambil berjalan berbalik ke arah kelasnya. dengan kepala menunduk Grace masih tetap bergumam. Sampai dia merasa dahinya menabrak sesuatu didepannya.


"Kamu itu kalau jalan liat kedepan bukan kebawah Grace" Ucap seseorang didepan Grace. Dia merasa sangat familiar dengan suara ini, mendongakkan kepalanya, Grace melihat Thomas yang saat ini berdiri didepannya.


"Kenapa muka kamu lesu banget?"


"ka..kamu ngapain disini?!" Ucap Grace dengan gugup. Dia tidak sadar jika nada terakhir yang digunakannya sedikit kencang. Mungkin karena dia terkejut melihat sosok yang dari tadi dicarinya. Kini berdiri dengan kokoh di depannya. Persiapan kata - kata yang ingin dia ucapkan itu pun tiba - tiba menghilang begitu saja.


"Aku mau ngomong sama kamu? tapi kayaknya kamu masih marah ia Grace?" tanya Thomas dengan wajah lesu. Dia begitu terkejut mendengar suara Grace. Dengan segala pikiran buruknya, dia menduga – duga sikap Grace seperti ini karena masih menyimpan rasa marahnya terhadap Thomas.


"Hah? enggak kok." Grace mencoba menjernihkan kepalanya dari sikap konyolnya barusan. Dia mencoba menarik nafanya dengan pelan. "Ada apa?"


"Aku mau minta maaf sama kamu." Ucap Thomas.


"Harusnya aku yang minta maaf Thomas," balas Grace sambil menundukkan kepalanya karena malu dan gugup melihat Thomas.


“Kamu gak salah apa – apa Grace. Aku duluan yang udah bentak kamu." timpal Thomas.


Grace menggeleng. "Aku udah jahat muduh kamu sembarangan. " tambah Grace. Thomas yang melihat Grace makin menundukkan kepalanya jusru makin membuat nya sedih. Entah kenapa dia tidak suka jika Grace sampai harus bersikap seperti ini.


“Hey.. angkat dong kepala kamu. aku gak marah kok. aku udah maafin kamu. aku juga salah udah bentak kamu." Thomas mengelus puncak kepala Grace.

__ADS_1


“maaf ia Grace."


Perempuan itu mencoba mendongakkan wajahnya hingga sekarang dia bisa melihat Thomas lebih jelas. "Aku gak marah kok sama kamu. aku juga minta maaf Thomas." ucap Grace sambil memberikan senyum tulusnya. Sebuah senyum yang sudah sangat Thomas rindukan.


"Iya bawel." Dia kembali mengacak rambut Grace sebagai pengalihan rasa yang baru saja muncul setelah melihat senyuman Grace.


'Aku seneng karena kita udah baikan, aku mungkin harus tunggu waktu yang tepat dulu untuk ungkapin perasaan aku sama kamu Thomas. aku gak mau kalau kita renggang lagi, aku baru aja baikan sama kamu hari ini. jadi aku pikir hati aku masih bisa nunggu sampai waktu yang tepat itu datang.' batin Grace.


^


^


^


Dia lebih memilih untuk mencari aman di situasi ini. Dia baru saja berbaikan dengan Thomas dan dia tidak ingin mengacaukannya hanya karena keingininannya untuk membuat kejelasan akan hatinya.


"Pagi Bun, Yah!" Sapa Grace begitu dia sampai di meja makan.


"Pagi sugar palm, semangat sekali kamu hari ini?" balas Darius. Grace tersenyum, sepertinya, dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena sudah berbaikan dengan Thomas.


"Iya yah. aku hari ini mau berangkat sama seseorang." Ucap Grace sambil menarik kursi nya dan duduk untuk menyantap sarapannya.

__ADS_1


Renata yang melihat anaknya ceria turut senang. "Sama siapa kamu mau berangkat sayang?" tanyanya.


Belum sempat grace menjawab sebuah suara datang dari arah pintu depan. Semua mata yang berada di meja makan itu pun langsung mengalihkan tatapan mereka.


"Assalamualaikum! Selamat pagi semuanya!" seru Thomas dengan wajah sumringahnya.


“Thomas!" panggil Darius saat laki – laki itu sudah berjalan mendekat kearah meja makan.


“Hai om.. tan. Long time no see!" Sapa Thomas sambil mencium tangan kedua orang tua Grace.


"Hai thom! om sama tante juga udah lama gak liat kamu main kesini lagi. gimana kabar kamu?" tanya Renata sambil memberikan Thomas jus jeruk dan roti yang baru diolesinya.


“Aku baik tante. Bener tan, udah lama gak main kesini." balas Thomas sambil melihat wajah Grace yang terlihat lebih ceria hari ini.


Thomas cukup lega jika akhirnya permasalahannya dengan Grace selesai. Tidak ada salah paham lagi dan mereka kembali bersahabat sejak kemarin.


“Pagi!" Sapa Thomas pelan kepada Grace yang duduk disebelahnya. Grace membalas dengan suara pelan juga. Dia masih malu melihat Thomas di pagi hari ini. sudah lama hal ini tidak terjadi. Sarapan bersama. Jadi, saat ini cukup membaut Grace gugup.


Dia senang bisa berada di situasi seperti ini lagi. Walaupun Thomas masih menganggapnya sebagai sahabat. Hal itu tak jadi masalah untuknya. Selama laki – laki itu tidak menjauh darinya dan menghindarinya seperti kejadian kemarin. Grcae sudah puas.


^^^

__ADS_1


__ADS_2