Bianglala (Revisi)

Bianglala (Revisi)
5.2 [Lyra] Berdua


__ADS_3

Gue bergegas menyusul Rhea, setelah Rhea memberitahukan tempat diskusi mereka. Padahal sebenarnya gue bisa saja langsung pulang walaupun ditinggal oleh Rhea dan Kara karena gue membawa mobil sendiri. Tapi entah kenapa, gue justru lebih memilih menyusul mereka. Gue sedikit berharap akan bertemu Kak Bryan disana.


Sesampainya disana gue dibiarkan menunggu disalah satu ruangan yang gue tahu biasanya dipakai Rhea untuk bersantai. Setidaknya Rhea tidak membiarkan gue menunggu di luar ruangan.


"Lo diem disini aja, kalau Kak Eza tahu lo disini yang ada diskusi nggak mulai-mulai karena Kak Eza negur lo panjang lebar."


Gue hanya mengangguk kecil mendengar ocehan Rhea. Lagi pula tanpa dia berkata seperti itu pun, gue akan berusaha untuk tidak terlihat oleh Kakak kesayangan gue itu.


"Siapa juga yang mau ketemu Kak Eza, gue berharapnya ketemu Kak Bryan aja." Pungkas gue sebelum Rhea kembali ke ruang diskusi.


Dan benar saja, setelah gue selesai berucap seperti itu, samar-samar gue mendengar seseorang berbicara dengan Rhea diluar ruangan. Sepertinya itu suara Rhea dan Kak Bryan.


Pintu diketuk dengan pelan, tak lama kemudian muncul seseorang yang sangat gue kenali di balik pintu. Iya, yang mengetuk pintu Kak Bryan. Untuk apa dia disini, bukan malah ke ruang diskusi.


"Mau pulang sekarang atau mau nunggu sebentar disini?"


Gue mengernyitkan dahi bingung karena pertanyaan Kak Bryan yang tiba-tiba. Apa maksudnya bertanya seperti itu, padahal dia sendiri seharusnya berada di ruang diskusi bersama Rhea dan yang lainnya.


"Okey, kamu tunggu disini sebentar. Setelah ini saya antar kamu pulang." Titahnya dan langsung berlalu, sepertinya dia menuju ruang diskusi.


Tidak sampai satu jam, Kak Bryan sudah kembali lagi dengan kunci mobil berada di gegamannya. Entah apa yang dia lakukan dalam waktu satu jam itu dan bagaimana pula dia bisa lolos dari Kak Eza.


"Ayo, kita pulang. Tapi sebelum itu, kita mampir makan dulu. Kamu pasti belum makan sejak tadi."


Gue lekas membereskan tas dan membawa ponsel gue yang sejak tadi tergeletak di meja. Mengekor Kak Bryan yang sudah berjalan lebih dulu menuju mobilnya.



Tadinya Kak Bryan akan mengajak gue makan di salah satu restoran langganannya. Tapi gue memintanya drive thru McD, karena gue sangat ingin makan burger hari ini.



"Yakin nih cuma ini doang cukup?" Kak Bryan kembali memastikan bahwa pesanan gue tidak kurang.



Gue lekas mengangguk antusias merespon pertanyaan Kak Bryan. Senang sekali rasanya bisa kembali mengobrol seperti kemarin. Ah, ngomong-ngomong soal kemarin gue jadi ingat masalah chat yang tidak di balas.

__ADS_1



"Kak, boleh tanya?" Gue berkata pelan sambil memainkan jari tangan. Jujur saja, gue sedikit takut dengan jawaban yang akan diberikan Kak Bryan nantinya.



"Ah, mau tanya soal chat ya. Tadi Rhea juga udah cerita. Maaf, kemarin ponsel saya mati dan saya terlalu sibuk. Jadi baru sempat isi daya tadi." Jelas Kak Bryan terlihat merasa bersalah.



"It's okay, Kak. Gue kira lo terganggu sama gue, makanya nggak balas chat." Ah, ternyata Kak Bryan sangat sibuk dan lupa tidak mengisi daya ponselnya makanya tidak membalasa chat.



"Udah beres kan? Sekarang saya antar kamu pulang ya. Karena saya harus kembali."



Kak Bryan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di sepanjang jalan kami banyak mengobrol, dari hal yang penting sampai yang tidak penting. Hingga tak terasa kalau kami sudah sampai di rumah.




"Iya boleh, tapi maaf kalau saya balasnya lama." Jawab Kak Bryan sembari tersenyum tipis.



Gue melambaikan tangan kepada Kak Bryan sampai mobil itu hilang di balik gerbang. Gue bergegas masuk dengan senyum yang tidak luntur dari wajah. Hari ini benar-benar sangat menyenangkan, semoga bisa terulang lagi.



"Dek, nih buat lo." Kak Eza mnyodorkan kentang goreng dan mc flurry ke hadapan gue.


"Lah tumben amat Kak, biasanya juga kalau gue nggak minta nggak akan lo beliin." Gue nenerima makanan yang di sodorkan Kak Eza dengan bingung, karena memang tidak biasanya dia seperti ini.


"Oh ya, Dek. Lain kali nggak usah ngerepotin orang lain. Apalagi lo bawa mobil sendiri dan bisa pulang sendiri, nggak perlu minta anter segala." Tutur Kak Eza tanpa konteks.

__ADS_1


Gue hanya menatap Kak Eza penuh tanya, karena sama sekali tidak paham arah pembicaraannya. Ah, atau sebenarnya gue paham, hanya saja gue menyangkal uacapan Kak Eza.


"Bentar deh Kak, gue nggak ngerepotin siapa-siapa kok. Gue tadi mampir sekre komunitasnya Rhea terus pulang." Ujar gue ragu-ragu.


"Oh ya, terus lo pulang pakai apa Dek? Sedangkan mobil lo gue lihat terparkir rapi di depan gedung sekertariat."


Tunggu, gue baru ingat. Kalau tadi gue membawa mobil, sedangkan tadi gue pulang bersama Kak Bryan. Astaga  bodohnya gue. Kalau seperti ini jelas saja gue yang salah, mau membela diri pun tidak bisa.


"Ah iya, gue tadi dianter Kak Bryan. Maaf Kak, besok nggak akan diulangi lagi." Gue benar-benar merasa bersalah atas kelakuan gue hari ini.


"Lain kali jangan kayak gitu lagi, Dek. Dia lagi sibuk dan karna harus nganterin lo yang sebenarnya bisa pulang sendiri, dia nggak ikut rapat dan bikin yang lain nunggu."


Gue menundukan kepala dan tidak berani menatap Kak Eza. Gue sangat merasa bersalah. Setelah ini sepertinya gue harus minta maaf pada Kak Bryan karena merepotkannya.


"Lo juga harus minta maaf sama Rhea, Dek. Dia yang paling dirugikan karna sikap lo itu. Waktu yang seharusnya bisa dia pakai buat istirahat hanya terbuang karena nunggu Bryan yang ternyata nganterin lo." Tegas Kak Eza tidak mau dibantah.


"Lah kan bukan salah gue kalau Rhea kurang istirahat. Kan itu karena Kakak yang tahan dia di ruang kerja buat benerin proposal yang salah. Padahal sebenarnya bisa Kakak benerin sendiri." Iya, gue membantah ucapan Kak Eza, karena itu bukan sepenuhnya salah gue. Tapi Kak Eza juga ikut andil membuat Rhea kurang istirahat.


Setelah berucap seperti itu, gue langsung naik ke kamar dan tidak memperdulikan Kak Eza yang sepertinya marah karena ucapan gue.


...iMessage...


...09.05 PM...


Rhea, sorry ya..


Karena gue lo jadi harus lebih lama diskusinya..


Sebagai permintaan maaf, besok gue bikinin bekal ya buat lo


Gue mengirim pesan kepada Rhea, untuk meminta maaf. Tapi sepertinya Rhea sudah tertidur karena pesan gue tidak dibalas, mungkin baru akan dibalas besok pagi.


Sekarang gue harus memikirkan bagaimana caranya berangkat kuliah besok pagi. Karena mobil gue masih menginap di sekertariat komunitas 'Goresan Pena'.


"Lyra, lo tuh benar-benar ya. Bisa-bisanya lupa kalau bawa mobil. Emang ya, naksir orang bikin bego." Gue memarahi diri sendiri di depan kaca karena kebodohan gue hari ini. Hanya karena terlalu senang bertemu dan mengobrol dengan Kak Bryan, jadi lupa segala hal. Bisa gawat kalau hal seperti ini terulang lagi, tiap hari gue akan mendapatkan teguran sayang dari Kak Eza.


...~~~...

__ADS_1


__ADS_2