Bianglala (Revisi)

Bianglala (Revisi)
6.2 [Lyra] Ice Cream


__ADS_3

Gue tahu Kak Eza asdos di kampus ini, tapi gue nggak nyangka akan ketemu dia sekarang. Disaat gue dan Kak Eza sedang berselisih paham seperti ini.


Begitu Kak Eza duduk diantara kami, gue bergegas membereskan barang-barang gue dan berniat segera pergi dari tempat itu. Karena gue malas bertemu dengan Kak Eza. Gue masih marah padanya.


"Gue duluan ya, masih ada tugas yang harus gue beresin."


Gue lekas berjalan menjauh dari kantin. Sebenarnya gue bingung mau kemana, tapi daripada harus berhadapan dengan Kak Eza lebih baik gue berdiam diri di tempat lain. Lagi pula setelah ini gue juga ada kuliah.



Gue mengikuti perkuliahan dengan mood yang sangat tidak bagus karna bertemu Kak Eza tadi. Sampai sekarang gue masih kesal dengan Kak Eza karena masalah tadi malam. Kak Eza malah membela Rhea, padahal kan sebenarnya Rhea tahu kalau Kak Bryan memang sebelumnya ketemu gue.



"Lyra, kalau kamu tidak berminat mengikuti kuliah saya. Kamu bisa keluar dari kelas."



Gue langsung tersadar dari lamunan begitu mendapatkan terguran seperti itu.



"Maaf Pak," gue menunduk takut, karena beliau dosen yang terkenal killer dan tidak segan mengusir mahasiswa dari kelasnya.



"Kali ini kamu saya maafkan, tapi tidak ada lain kali." Tegas Pak Dosen dengan nada galak.



Gue berusaha untuk kembali fokus pada materi kuliah yang disampaikan. Tapi tetap saja, pikiran gue berkelana memikirkan hal lain.



Saat gue sudah mulai fokus, ponsel yang ada di dalam tas bergetar. Sepertinya ada pesan masuk.



...iMessage...


...01.40 PM...



Kak Bryan♡


Kamu masih di kampus?


Hari ini saya jemput boleh?



^^^Me^^^


^^^Masih Kak,^^^


^^^Boleh dong, nanti^^^


^^^sekalian jalan-jalan ya^^^



Kak Bryan♡


Okey, nanti begitu urusan saya beres


Saya langsung jemput kamu



Gue yang tadinya sudah mulai bosan dan sedikit mengantuk langsung sumringah lagi karena mendapat pesan dari Kak Bryan. Dengan semangat gue mengiyakan tawarannya. Kapan lagi kan Kak Bryan yang ngajak jalan duluan.



"Perkuliahan hari ini saya akhiri, untuk tugasnya saya tunggu sampai pertemuan selanjutnya. "

__ADS_1



Gue hanya mengangguk kecil menanggapi ucapan Dosen yang menutup perkuliahan dan memberikan tugas.



"Ra, kita bagi tugas dulu."



Salah satu teman sekelompok gue, mengajak untuk mendiskusika tugas tadi dan membagi materi yang harus di kerjakan.



Setelah beres mengeluh dan membagikan tugas tentang materi tadi gue bergegas berjalan cepat menuju parkiran, karena Kak Byan sudah menunggu gue disana.



"Kenapa lari-lari?"



Kak Bryan bertanya heran, karena gue terlihat sangat terburu-buru.



Gue tidak menyahuti pertanyaannya, dan memilih langsung masuk ke mobil untuk mencari posisi nyaman dan bersiap tidur. Karena sejujurnya gue merasa sangat mengantuk sejak tadi.



"Udah tidurnya?"


Gue mengerjapkan mata untuk menyesuaiakan dengan cahaya yang ada di dalam mobil.


"Bentar Kak, ini kita dimana?"


Gue masih kebingungan, karena merasa sedikit asing.


"Kita masih di mobil Lyra dan masih di parkiran kampus." Kak Bryan menyahuti pertanyaan gue sambil tersenyum geli.


"Sorry Kak, gue kayaknya capek banget makanya sampai ketiduran kayak gini."



Kak Bryan mengajak gue mempir ke, rumahnya. Dia jstru menyuruh gue untuk beristirahat di sofa.



"Kamu istirahat dulu aja. Maaf ya jadi saya ajak ke rumah."



Kak Bryan menunduk takut, dia terlihat menyesal karena sudah menawari gue untuk jalan-jalan tapi ternyata ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan saat ini juga.



"Iya nggak apa-apa Kak. Lo beresin kerjaan lo dulu. Setelah itu, sesuai janji lo, ajak gue jalan-jalan sampai gue puas."



Gue tersenyum tipis, merespon kegelisahan Kak Bryan. Dia terlihat memainkan kuku di jari-jarinya ketika gelisah ternyata.



Setelah gue meyakinkan kalau tidak apa-apa, akhirnya Kak Bryan beranjak dan masuk ke ruang kerjanya.



Sedangkan gue, yang baru menyadari kalau rumah Kak Bryan sangat bagus menatap interior rumah itu dengan takjub. Rumahnya sangat berbeda dengan rumah gue, interior rumah ini jauh lebih cantik.



Setelah selesai menganggumi interior rumah Kak Bryan, gue mengeluarkan iPad yang kebetulan ada di dalam tas.


Gue membuka kembali materi kuliah dan materi tugas yang diberikan tadi.

__ADS_1



Sambil menunggu Kak Bryan, gue mencicil mengerjakan rugas kelompok yang harus di serahkan pertemuan berikutnya, yang berarti minggu depan.



Tak terasa waktu berjalan cepat, ternyata sudah mulai sore. Gue lihat Kak Bryan juga sudah keluar dari ruang kerjanya dan sedang berkutat di dapur.



"Nih, diminum dulu. Setelah ini kita jalan-jalan, sesuai janji saya tadi."



Kak Bryan menyodorkan segelas jus jeruk dan dengan senang hati gue menerimanya.



"Kira-kira kamu ada tempat yang pengen didatengin nggak?"



Gue langsung berpikir setelah Kak Bryan bertanya seperti itu. Sebenarnya gue pengen ke pantai, tapi sepertinya waktunya nggak akan cukup.



"Em... nggak ada sih Kak. Gue kemana aja sih, yang penting keluar rumah."



Kak Bryan lekas mengangguk merespon perkataan gue.



Dia langsung beranjak dari duduknya dan mengajak gue untuk segera bersiap-siap.



"Berangkat sekarang aja. Nanti kalau sempat, saya ajak ke pasar malam lagi."


Kak Bryan menjanjikan akan mengajak gue ke pasar malam kembali nanti.



Gue mengangguk semangat, mengiyakan ajakan Kak Bryan. Semoga benar-benar bisa ke pasar malam nanti. Gue mau coba semua wahana dan jajanan yang ada disana. Dan yang pasti, gue mau pamer sama Rhea dan Mei.



Sepanjang perjalanan, gue menatap keluar jendela, melihat pemandangan malam hari yang penuh kerlap kerlip lampu.


Kak Bryan membawa gue ke sekitar jalan Braga untuk menikmati keramaian dan keseruannya ketika malam hari tiba. Kiri kanan jalan, akan terlihat orang-orang yang sedang berjajar memakai kostum hantu atau kostum-kostum lain yang menarik.


"Ra, tuh kamu didadahin sama hantunya." Ujar Kak Bryan yang melihat hantu jadi-jadian itu melambai ke arah mobil kami.


Gue balik melambai ke arah mereka dan tertawa sendiri setelah menyadari kebodohan gue. Buat apa coba balik melambai, kurang kerjaan.


"Mau berhenti atau jalan terus?"


"Em... jalan aja Kak, disini terlalu padat."


"Sebentar, kita muter lagi ya. Saya mau ajak kamu ke suatu tempat. Pasti kamu suka."


Kak Bryan kemudian melajukan mobilnya mengikuti arus di depannya Dengan kecepatan sedang, mobil Kak Bryan melaju di tengah padatnya lalu lintas Braga menuju suatu tempat yang dia maksud.


"Gih kamu turun dulu, antri. Saya parkir dulu."


Gue langsung turun dan berdiri canggung dibelakang orang-orang yang berbaris panjang kebelakang. Gue menatap sekeliling dan baru menyadari kalau gue disuruh antre es krim. Ah, rupanya Kak Bryan mengajak gue ke Sweet Cantina. Salah satu toko es krim baru di daerah Braga.


"Kamu duduk disana aja, biar saya yang antre." Ujar Kak Bryan setelah di kembalo dari memarkirkan mobil.


"Udah Kakak sini aja, kita antre bareng. Tanggung bentar lagi giliran kita."


Gue menarik Kak Bryan agar lebih mendekat ke arah gue, karena tempat ini terlalu sempit untuk antre.


Setelah mengantre cukup lama, akhirnya giliran kami tiba. Gue memesan rasa mintchoco dan Kak Bryan memesan rasa chocolate. Kami menikmati es krim sambil berjalan-jalan disekitar sana. Melihat banyak lukisan cantik di jajakan di trotoar.

__ADS_1


Gue nggak nyangka, sekedar jalan-jalan sambil menikmati es krim bisa semenyenangkan ini. Atau karena orang yang menemani ya? Tapi yang pasti, hari ini gue beneran merasa bahagia.


...~~...


__ADS_2