Bianglala (Revisi)

Bianglala (Revisi)
7.2 [Lyra] Sibuk


__ADS_3

Sejak kemarin, orang-orang terdekat gue makin sibuk aja, jadinya makin jarang ketemu. Tiap kali diajakin ketemu alesannya pasti sama, sibuk persiapan Launching Rumah Baca. Bahkan gue sama Kak Eza, yang tinggal satu rumah juga jarang ketemu.


Apalagi gue sama Kak Bryan, makin susah buat ketemu. Dasar orangnya emang sibuk, eh ditambah ada project ini. Ketemunya kalau Kak Bryan senggang doang. Untungnya masih disempetin antar jemput gue, jadi masih bisa ketemu bentar.


"Kak? Ini beneran cuma bisanya anter jemput doang? Udah berasa kayak supir pribadi, Kak."


"Iya, Lyra. Acaranya udah makin deket. Jadi persiapannya kudu di pantau. Tunggu bentar lagi ya, saya janji setelah ini kamu saya ajak jalan-jalan." Jawab Kak Bryan berusaha memberi pengertian dan sedikit membujuk gue.


"Iya deh. Janjinya akan gue tagih kalau Kak Bryan udah senggang. Untuk sekarang nggak apa-apa deh cuma diantar jemput."


"Iya Lyra iya, gih sana masuk. Saya mau pulang."


Gue melambaikan tangan sampai mobil Kak Bryan tidak terlihat lagi dan lekas melangkah menuju gedung FEB. Tanpa sengaja gue berpapasan dengan Kara.


"Mau kemana lo? Buru-buru amat."


"Tadinya mau ketemu Bang Bryan, tapi lo udah disini berarti Bang Bryan udah balik pasti." Ujar Kara membuat kesimpulan sendiri.


Tapi kesimpulan yang dibuat Kara tidak salah sih, tepat malah. Karena begitu selesai mengantarkan gue, Kak Bryan langsung pergi.


"Telat lo, orangnya udah pergi. Katanya mau ke kantor sebentar."


"Yaudahlah ntar aja, males harus ke kantornya."


Akhirnya Kara berganti arah menuju gedung Fakultasnya dan tidak lagi memperdulikan gue.



Hari ini masih sama seperti sebelumnya. Gue hanya sendirian karena Mei sibuk latihan dan Rhea juga sibuk mengurus kerjaan bersama Kak Eza.



Tapi, gue tanpa sengaja justru melihat Rhea berjalan sendirian menuju arah perpustakaan. Padahal biasanya dia akan terlihat berdua dengan Kak Eza.



"Kok tumben lo sendirian? Biasanya ada Kak Eza."



"Kakak lo itu lagi ada urusan. Lumayan lah gue bisa nyantai bentar. Capek banget ngikutin semua kegiatan dia."



Gue mengikuti Rhea yang duduk di salah satu meja baca di pojok ruangan. Kami mengobrol cukup lama membicarakan banyak hal yang sudah terlewat.



Baru juga gue merasa senang karena bisa duduk santai dan mengobrol dengan Rhea, ponsel Rhea justru bergetar terus menerus. Sepertinya seseorang sedang membombardir nomor ponsel sahabat gue itu.



"Sorry Ra, gue udah ditunggu Kak Eza. Gue duluan ya." Pamit Rhea dan bergegas keluar perpustakaan.



Ah, ternyata ulah Kakak kesayangan gue. Setelah Rhea pergi gue berakhir sendirian lagi. Gue memutuskan kembali ke kelas, karena kuliah gue juga sebentar lagi di mulai.



Benar-benar hari yang membosankan, karena semua orang sedang sibuk. Jadi gue hanya sendirian dan kalaupun bertemu dengan Rhea atau Mei pasti mereka akan terburu-buru pergi seperti tadi.



"Kalau jalan tuh lihat-lihat. Nabrak nanti kamu."

__ADS_1



Gue lekas mendongak mendengar suara yang familiar ditelinga gue.



"Kok udah disini Kak?"



"Tadi sekalian ketemu Eza, daripada balik lagi ntar. Jadi, saya tunggu sekalian." Jelas Kak Bryan menyahuti pertanyaan gue.



"Yuk, pulang." Ajak Kak Bryan dan dengan senang hati gue


mengikutinya untuk segera masuk mobil.



Disepanjang perjalanan, gue bercerita banyak hal. Sedangkan Kak Bryan hanya mendengarkan gue bercerita sambil fokus menyetir.



"Mampir makan dulu ya, kamu pasti belum makan siang."



Kak Bryan langsung membelokan mobilnya ke area parkir sebuah kedai yang terlihat pertama kali olehnya.



Kami bergegas melangkah memasuki kedai itu. Begitu mendapatkan tempat duduk, Kak Bryan langsung memesan makanan untuk kami.




"Iya nih Kak, semuanya pada sibuk. Sepi banget jadinya."



"Maaf ya, padahal saya janji mau nemenin kamu kemana-mana kalau nggak ada teman-temanmu."



Kak Bryan terlihat merasa bersalah karena beberapa hari ini dia juga sibuk,  bahkan mungkin lebih sibuk dari yang lain. Jadi, gue tidak bisa protes, mau tidak mau gue harus menerimanya.



Gue lekas mengangguk dan fokus pada makanan yang baru saja di sajikan. Kami berdua menikmati makanan dalam diam. Tidak ada obrolan diantara kami.



"Setelah ini kamu saya antar pulang ya, saya harus kembali ke kampus lagi. Eza menunggu saya disana." Ujar Kak Bryan begitu selesai makan.



"Iya Kak." Tukas gue.



Gue sampai rumah dengan selamat, karena diantar Kak Bryan seperti biasa. Tapi kali ini hanya sampai gerbang, karena dia buru-buru harus bertemu dengan Kak Eza.


Gue berjalan masuk rumah dengan lesu. Hari ini benar-benar tidak menyenangkan, bertemu Kak Eza hanya sebentar, tidak bisa mengobrol lama dengan Rhea dan bahkan tidak bertemu Mei sama sekali. Mereka terlalu sibuk sepertinya.

__ADS_1


Gue lekas membereskan barang-barang yang gue bawa tadi dan membersihkan diri. Gue berniat untuk marathon movie terbaru setelah ini. Karena tidak mungkin juga gue mengganggu Rhea dan Mei yang sedang sibuk.


iMessage


04.23 PM


Rhea😼


Sepi amat ini grup?


Lyra mana deh kayaknya dah beres kuliah dia.


Mei🎵


Mungkin lagi nonton series,


Kan biasanya gitu


Rhea😼


Iya sih kayaknya.


Yaudahlah, yang penting dia udah sampai rumah.


Mei🎵


Iyaa


Baru lima belas menit ditinggal sudah banyak pesan yang muncul di pop up notifikasi ponsel. Ternyata dari grup yang isinya kami bertiga, Rhea, gue, dan Mei. Entah apa yang mereka bicarakan disana, sampai-sampai banyak sekali pesan yang dikirim.


Karena gue sedang marathon movie series, akhirnya gue mengalah dan menelpon mereka. Gue mau menyakan banyak hal sama mereka. Mari kita mulai sesi introgasinya.


"Kalian ngapain ngechat di grup sebanyak itu?"


Gue langsung bertanya, begitu Rhea dan Mei mengangkat panggilan.


"Nggak apa-apa sih? Cuma mau mastiin kalau lo udah beneran di rumah."


"Iya, cuma mau mastiin itu. Aku tahu, lagian pasti kamu lagi marathon movie."


"Iya, gue nonton series terbaru. Abisnya bingung mau ngapain. Kalian sibuk banget."


"Ya maaf, aku kan perlu latihan buat tampil besok pas acara."


"Protesnya ke kakak lo noh. Dia yang bikin gue sibuk terus. Padahal sebenarnya pekerjaan gue nggak sebanyak itu dan gue nggak sesibuk itu harusnya."


"Nggak boleh ngeluh, Rhea. Anggep aja latihan. Lagian juga lo seneng kan aslinya karna tiap hari dengerin Kak Eza main gitar."


"Tuh dengerin Mei."


"Iya, iya nggak akan ngeluh lagi. Dan soal gitar, apaan gue biasa aja tuh sama permaian Kak Eza."


"Beneran biasa aja? Biasa aja tapi ngga kedip lihatnya."


"Seriusan sampai nggak kedip? Ciee Rhea, kayaknya bentar lagi deh. Tunggu aja."


"Apaan sih, nggak ada ya. Mei itu yang mulao deket sama Zayn. Terus lo juga, makin lengket tuh sama Kak Bryan."


"Yaah, mengalihkan pembicaraan."


"Biarin. Udah ya, Kak Eza udah balik ini. Bye Lyra, selamat nonton."


"Aku juga ya, bye Lyra."


Panggilan langsung dimatikan begitu tugas mereka kembali memanggil. Sekarang saatnya gue lanjut marathon movie yang sempat tertunda tadi.

__ADS_1



__ADS_2