Blue Scandal

Blue Scandal
52 - Teguran


__ADS_3

Drrrttt… drrttt…


Julio mengerjapkan matanya, ia baru sadar sudah tertidur sejak tadi. Laki-laki bermata coklat terang itu meraih ponselnya. Jam masih menunjukkan pukul 10 malam. Setelah melihat nama kontak yang muncul pada layar ponselnya, Julio menghela nafas panjang.


Klik…


“Ya ayah?”


“kamu sudah tidur jam segini?”


“Saya tertidur… . Ada apa ayah menghubungi larut malam begini?”


“Larut malam? Sepertinya kamu terlalu bersungguh-sungguh berperan sebagai guru ya?”


Julio menghela nafas. “Seharusnya ayah memilihkan penyamaran lain, ini terlalu melelahkan untuk saya.”


“Brhentilah bermain-main, Jun.”


“Hahh, siapa lagi yang melapor kali ini?” ucap Julio kesal.


“Masyarakat, banyak yang mengunggah tentang informasi kasus bunuh diri itu. Saya harap kamu tetap ingat untuk tidak terlalu terlibat dengan siswa atau masyarakat setempat.”


Julio diam, ia merasa lega karena yang dibahas ayahnya bukanlah tentang apa yang Elena lakukan. “Saya mengerti, tapi kondisi saat itu rumit sekali sehingga saya harus ikut turun tangan.”


“Kali ini ayah maafkan, tapi jika kehadiran mu banyak disorot lagi, ayah akan menggantikan tugas mu dengan orang lain.”


“Saya mengerti,”


Klik… panggilan telfon itu dimatikan langsung. Julio menatap kosong ke arah langit-langit rumah itu. Ia ingin cepat menyelesaikan tugasnya ini, namun di sisi lain ia masih ingin terus berada di dekat Lilia. Rasa rindunya kepada Nina bisa sedikit berkurang dengan melihat wajah gadis itu.

__ADS_1


“Kamu benar-benar gila Jun,” gumamnya kepada diri sendiri.


Entah sudah berapa kali Julio lebih banyak mengerjakan tugasnya sebagai guru dibandingkan dengan tugasnya sebagai pengintai.


Pihak Eurusz memang sudah dikenai sanksi hingga salah satu izin peredaran obat mereka dicabut oleh dewan pusat yang berwenang, namun aktivitas lainnya tetap berjalan. Bahkan baru-baru ini tersebar kabar bisnis gelap dari organisasi hitam itu sekarang bertambah pada bidang lainnya.


Julio meregangkan tubuhnya lalu beranjak menuju dapur. Satu kaleng bir hitam itu diambil dari kulkas dan langsung diminumnya untuk menyegarkan pikiran. Masih banyak berkas yang harus ia baca dan juga tambahan laporan dari Elena tentang remaja laki-laki yang sempat mengancam Lilia.


Suasana di rumah kecil itu hening, hanya ada suara jangkrik dari luar rumah yang terdengar nyaring. Julio kembali duduk di sofa itu lalu mulai membaca laporan dari Elena. Dahinya mengernyit beberapa kali saat ia membaca nama sebuah situs yang menjadi tempat Deon mengunggah video-video kotor itu. Ia merasa pernah melihat simbol logo situs tersebut.


“Dimana ya aku pernah lihat simbol itu?” gumam Julio pelan. Ia mencoba mencaritahu namun tidak menemukan jawabannya. Beberapa rekan timnya sudah ditanya tapi sebagian mereka menjawab itu situs yang sudah ada sejak lama ada.


Pikirannya menjadi ragu, ia tidak ingin sembarangan bertindak karena bisa saja ayahnya langsung menggantikannya dengan pengintai lain.


Matanya terpejam, Julio benar-benar merasa lelah hingga tertidur lagi.


...◇◇◇...


.


.


Pagi itu orang tua Zora datang ke sekolah. Ibu siswi itu menyampaikan permintaan anaknya untuk berhenti bersekolah.


Pihak sekolah tentu tidak menahan atau mencoba membujuk ibu Zora untuk berpikir ulang. Banyak guru-guru yang merasa lebih baik memang siswi itu berhenti bersekolah saja. Sebagian guru beranggapan Zora hanya akan membawa citra buruk bagi sekolah, sebagian lainnya merasa kasihan kepada siswi itu karena jika terus bersekolah tentu perudungan akan terjadi kepadanya.


Kali ini Julio juga tidak banyak bicara atau memberikan pendapatnya usai ditegur oleh ‘Ayah’. Alex alias pak Arman itu juga sedang mengawasinya, karena itu ia tidak ingin sembarangan terlibat masalah.


Semua berjalan begitu lancar, ibu Zora sebenarnya merasa sedikit kecewa. Namun ia juga bisa memahami bahwa tindakan putrinya memang membawa pembicaraan buruk tentang sekolah tersebut. Setelah semua urusan di sekolah selesai, ibu Zora segera pamit pulang dan meninggalkan sekolah itu.

__ADS_1


Hal yang tersisa hanyalah gosip di antara siswa. Video yang pernah jadi bahan perbincangan itu sudah tidak bisa ditemukan sehingga perbincangan sudah tidak sebanyak ketika video tersebut tersebar pertama kali.


Kabar tentang Zora yang berhenti sekolah pun menyebar cepat. Lilia yang ikut mendengar kabar itu pun menjadi semakin sering diam. Meski sudah meyakinkan dirinya berkali-kali, ia tetap merasa turut memberi pengaruh hingga teman satu sekolahan itu memilih berhenti sekolah.


Perasaan bersalah yang entah darimana datangnya itu membuat kondisi perasaan Lilia menjadi lemah. Meski Fani dan Halina beberapa kali mencoba menghibur, Lilia lebih sering meminta dibiarkan sendiri. Fani berusaha memahami perasaan Lilia, namun ia tetap saja khawatir dengan kondisi temannya itu.


Kabar baru lainnya yang ramai diperbincangkan adalah dikeluarkannya Deon dari sekolah karena ketahuan mengonsumsi obat-obatan terlarang. Tidak ada informasi yang jelas tentang hal tersebut karena Elena lah yang mengatur semuanya. Beberapa video perudungan yang dilakukan Deon juga sengaja disebar agar bocah itu bisa mendapatkan sanksi sosial.


Orang tua Deon sama sekali tidak berkutik karena ancaman yang diberikan Elena hingga mereka membiarkan anaknya menerima konsekuensi atas tindakan buruknya.


Setelah kejadian waktu itu, Lilia tetap menjaga janjinya dengan tidak menceritakan tentang Elena yang menolongnya itu kepada siapapun. Ia memendam semuanya sendiri diam-diam.


Kabar tentang Deon dan teman-temannya dipukuli oleh seseorang membuat Reza berusaha menyelidiki. Tentu saja semua remaja laki-laki itu tidak menceritakan apapun yang terjadi karena sudah mendapat ancaman dari Elena.


Keluarga mereka yang sebagian besar melakukan penggelapan uang di instansi pemerintahan sudah dibungkam agar tidak memperbersar masalah jika masih ingin menyelamatkan karirnya.


Reza yang tidak bisa mendapat informasi apapun menjadi lebih frustasi karena melihat perubahan sikap Lilia yang menjadi sering diam. Ia yakin sesuatu telah terjadi namun gadis bermata coklat itu tidak menceritakan apapun kepadanya.


Selama ini Deon selalu berhasil melewati hukuman dan tetap bebas bersenang-senang karena kuasa orang tuanya. Namun kali ini lak-laki itu sampai dikeluarkan dari sekolah. Hal tersebut membuat Reza semakin bingung.


‘Siapa yang bisa menekan semua orang tua dengan berbagai macam jabatan itu?’ tanya Reza dalam hati.


Pada keadaan yang rumit itu, Julio sedang berusaha fokus dengan tugas pengintaian yang harus dilakukan lagi, ia tidak sempat memperhatikan Lilia yang ternyata sedang menunjukkan gejala kecemasan berlebih.


Apalagi setelah ‘Ayah’ menegur agar tidak terlalu terlibat dengan masalah siswa. Julio sudah bisa menduga bahwa itu tentu saja informasi dari Alex.


Julio mencoba memikirkan ulang tindakannya. Ia membenarkan apa yang dikatakan ‘Ayah’. Jika ia terus ikut campur dan keberadaan Lilia sampai diketahui orang EurusZ, tentu saja hal itu akan membahayakan gadis bermata coklat tersebut.


Ya, Julio sebisa mungkin berusaha agar pihak yang dulu mengasuh Nina tidak mengetahui jika perempuan itu memiliki adik. Namun mau dihindari bagaimanapun, jika sesuatu memang harus terjadi, tentu saja itu akan terjadi. Meski Julio berusaha mengamankan, gadis bermata coklat itu nantinya akan tetap terseret ke dalam badai besar.

__ADS_1


...◆◇◆◇◆...


__ADS_2